DBL Indonesia

Lebih Dekat dengan Kehidupan Lesbian di Medan (1)

11:26 | Tuesday, 9 June 2009

Lia Anggia Nasution-Medan

Tak diketahui siapa awalnya pencetus sebutan ‘belok’ (tidak lurus atau menyimpang) yang sama artinya dengan lesbian, lebay, maupun lesbong yang merupakan istilah bagi perempuan penyuka sesama perempuan. Namun, yang pasti di Medan dunia dan komunitas itu ada dan nyata.

Gampang-gampang sulit. Itulah kesan wartawan koran ini ketika menelusuri kehidupan dan komunitas cewek-cewek lesbian di Medan. Awalnya, melalui seorang teman, di awal Mei lalu, penulis bertemu dan berkenalan dengan seorang lesbian bernama Ega (21). Dalam komunitas belok, Ega berlabel butchy (sebagai laki-laki). “Aku butchy-nya lah,” sebutnya sambil tersenyum ketika ditemui di sebuah café di kawasan Teladan Medan.

Menurut Ega di dunia belok, selain butchy juga ada femme dan andro. “Kalau femme itu ceweknya, dan kalau andro itu di antara butchy dan femme, jadi dia bisa jadi butchy dan bisa juga jadi femme tergantung orientasinya aja saat berhubungan intim,” beber mahasiswi di satu perguruan tinggi swasta di Medan ini. Ega juga bilang, biasanya penampilan butchy itu lebih mudah ditebak bahwa dia adalah seorang lesbian. Sebab, butchy biasanya tampil macho dan tomboy.
Lihat saja Ega, rambutnya pendek, mengenakan celana jeans
kaos oblong dan tanpa make-up sedikit pun di wajahnya plus sebatang rokok yang tak tinggal di jarinya. “Ah, penampilanku sebenarnya sudah agak berubah dari yang dulu. Kalau dulu aku memang butchy abis. Sekarang agak terlihat femme-lah sedikit. Meski orientasinya tetap butchy,” katanya sambil tersenyum.
Begitupun, jangan salah, menurut Ega untuk cewek lesbian yang ekslusif, biasanya butchy-nya itu bercasing (penampilan) femme.

“Banyak di Medan ini yang dia butchy tapi karena tuntutan profesi dan pekerjaannya dia itu wajib berpenampilan femme. Jadi butchy bercasing femme-lah. Tapi orientasi seksnya tetap saja butchy,” terang Ega.
Dan di Medan komunitas lesbian ini pun menurutnya terbagi dua kelas. Ada lesbian ekslusif dan ada lesbian kereak (urakan). “Kalau lesbian eksklusif, jarang mereka kumpul-kumpul di kafe-kafe dan warkop, tapi kalau lesbian kereak dunia mereka itu di kafe-kafe Teladan dan warkop Harapan, kalau pacaran terlihat terang-terangan terus kalau malam dugem-lah,” jelas bungsu dari lima bersaudara ini.

Ega sendiri mengaku jarang kumpul-kumpul dengan komunitas lesbian. “Aku jarang ngumpul. Malas aja, karena sibuk kuliah, lagian kalau gabung dengan lesbian kereak sering gak nyambung. Mereka suka mengejekku sok intelek. Jadi paling, kumpul dengan beberapa kawan-kawan lesbian aja yang enak diajak ngobrol,” ungkapnya.

Ega juga menunjukkan beberapa orang butchy yang terdapat di kawasan tersebut. “Lihat tuh, mereka nggak punya kerja, tapi banyak yang tinggal bersama (stay together) dengan femme maupun andro-nya. Kost-kostnya di kawasan sini banyak. Parahnya, karena gak ada kerjaan, mereka ada juga loh yang sama-sama jual diri. Butchy-nya jual diri, ceweknya (femme atau andro)-nya juga jual diri dengan lelaki hidung belang. Itulah kehidupan mereka,” ungkap Ega.

Beda jauh dengan lesbian eksklusif. Biasanya, kalau lesbian eksklusif itu punya kerjaan, punya profesi sehingga tidak banyak waktu untuk kumpul-kumpul. Paling kalau mau lagi hang out mereka itu memilih ke mal-mal seperti Sun Plaza, ke night club ternama maupun berkaraoke. Dan biasanya setahun sekali mereka gelar gathering. “Aku pernah diajak gathering tapi enggak pernah mau ikut. Selain malas ngumpul, kekasih-ku juga nggak di sini. Kan basi nggak bawa kekasih ke acara gathering,” ujar Ega yang mengaku pernah pacaran sama cewek kurang lebih 31 orang ini.

Ega sendiri, saat ini mengaku memiliki kekasih (partner) bernama Cindy yang tinggal di luar kota. “Long distance relationship (LDR),” ujarnya sambil tersenyum.
Ketika ditanya awalnya menjadi lesbian. Ega menyebutkan titik balik kehidupannya berawal setelah tamat SMU Negeri di Medan. Ketika itu seorang teman cewek tiba-tiba saja menciumnya. “Rasanya beda gitu. Setelah itu aku jadi belok hingga sekarang,” kata anak seorang pensiunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan ini.

Begitupun, Ega menyatakan kalau bakat menjadi lesbian itu sudah ada sejak dirinya masih kecil. “Dari TK aku memang suka melihat guru cewek yang cantik, jadi memang dari kecil aku udah suka ama cewek,” sebutnya.

Begitu pun Ega mengaku pernah pacaran dengan cowok. “Dikenalin orangtua. Tapi rasanya hambar dan aku gak nyaman aja bersamanya. Sebab, yang mengerti perempuan itu kan perempuan sendiri,” sebut Ega lagi-lagi sambil tersenyum.
Ketika disinggung, sulit tidak mencari pasangan lesbian. Ega malah mengatakan hal itu sangat gampang. “Cewek lesbian itu sama-sama punya insting. Jagi gampang kok. Pun begitu ada juga cewek straight (normal) yang aku ajak jadi belok,” katanya dengan tawa yang berderai.

Dari Ega, wartawan koran ini juga berkenalan dengan cewek lesbian lainnya yaitu Jeni (27) dan April (26). Jeni yang ditemui di kostnya di kawasan Helvetia pertengahan Mei lalu, sedang bersama kekasihnya bernama Imel. Tampilan Jeni malah terlihat beda dengan Ega. “Aku Andro, tapi kalau di ranjang aku butchy-nya,” ujarnya polos.

Jeni tampil dengan rambut sebahu, mengenakan kaos ketat dan bercelana jeans. Sedang, Imel berambut panjang, berkulit putih, mengenakan kaos ketat dan celana jeans pendek.Imel terlihat malu-malu. Terutama ketika ditanya, apa masih ingin punya pacar laki-laki. Imel dengan wajah tersipu mengatakan “Enggak mau, udah sayang sama dia,” jawabnya sambil menggayut manja di bahu Jeni.

Jeni mengaku awalnya menjadi lesbian, karena kecewa dengan laki-laki. “Aku dulu punya pacar saat kuliah di Malaysia. Tapi karena dia menyakitiku dan selingkuh. Aku benar-benar terpukul saat itu. Di saat hatiku hancur, aku berkenalan dengan seorang lesbian berasal dari Thailand. Mulai dari saat itulah aku jadi lesbi hingga sekarang,” papar Jeni.

Sedang Imel mengaku awalnya penasaran dan coba-coba. “Saya baca di salah satu majalah. Di situ disebutkan kalau ada cewek yang mau kenalan dengan cewek. Penasaran aja, apa enaknya cewek sama cewek. Saya sms-sms-an dan kenal sama cewek-cewek lesbian dan akhirnya ketemu dengan kak Jeni,”kata mahasiswi fakultas hukum di salah satu perguruan swasta di Medan ini.

Jeni juga mengaku jarang kumpul dengan komunitas lesbian di Medan. “Jaranglah, enggak asyik aja. Apalagi kalau ketemu butchy-butchy. Mereka tuh gak sportif. Mau di depan kita ganggu-ganggu femme (cewek) kita, jadi aku malas aja. Paling kalau mau ngobrol melalui chattinglah,” beber Jeni sembari menyebutkan biasanya cewek-cewek lesbian chatting melalui YM atau MIRC.

Kalau melalui MIRC, room yang sering digunakan adalah bluemoon, Starlight, Indoless, ataupun Klit. “Dengan chatting kita bisa saling kenal, cari pasangan. Dan biasanya di dunia belok nick name di chatting itu adalah nama kita di dunia belok. Seperti aku Jeni. Namaku di room itu Jenifer Lapar, begitu juga dengan Ega dan April. Selain itu, cewek belok biasanya menggunakan ponsel…(operator selular tertentu,Red). Sebab, bisa berkomunikasi antar komunitas dengan harga yang murah,” sebut mantan karyawan perusahaan eksportir kopi ini.

Sementara April, cewek lesbian berlabel Andro ini berhasil saya temui di akhir Mei lalu di kostnya di kawasan Padang Bulan Pasar I Medan. April berambut panjang, bertubuh kurus.

Ketika ditemui mengenakan kaos oblong dan celana pendek. Bungsu dari sembilan bersaudara ini mengaku terjun ke dunia belok karena merasa rindu kasih sayang ibu. “Aku anak paling kecil, ibarat rumput liar, aku tumbuh dan besar dengan sendirinya. Emakku udah lelah mengurus kami yang sembilan orang ini terutama mengurusku si bontot. Sehingga memang dari kecil aku udah jatuh cinta sama perempuan,”sebut mahasiswi ekonomi manajemen di satu perguruan swasta di Medan ini dengan lugas. (bersambung)

Tags: ,

Beri Komentar

10 komentar untuk “Lebih Dekat dengan Kehidupan Lesbian di Medan (1)”

  1. Nila Adriani says:

    Disini bisa kita liat bahwa kehidupan lesbian,gay sama saja dengan kehidupan heterosexual. Ada yang memiliki sisi gelap ada juga yang berkarier cukup mapan. Sehingga tidak perlu membedakan atau memberikan padangan yang negatif kepada kaum lesbian dan Gay hanya karena minoritas.
    Medan sekarang merupakan kota yang cukup berkembang sehingga akses untuk menemukan pasangan sesama jenis sangatlah mudah.

    Diharapkan pembaca bisa bijak menyikapi statement teman-teman lesbian yang cukup terbuka dalam masalah ini.

    Salam

  2. Egi says:

    jngan pndang orang2 lesbian dengan sebelah mta pandanglah mereka dengan dua mata,,agar kamu mengerti apa yang mereka rasakan……
    mungkin kebanyakan orang memandang orang yang seperti itu negatif,tapi tidak semuanya begitu.
    mungkin mereka tidak menginginkan itu tapi mungkin itu udah jalan hidupnya……
    bagi orang2 yang kurang suka jangan suka ikut campur,selesaikan msalah masing2 uKke……!!!!!!!
    Thank………..

  3. NdRiey ZaChaRy says:

    Q adlh seorang yang sama seperti kalian…Q terlahir dgn kodrat wanita tapi jiwaku mayoritas sperti lelaki. dari kecil Q sudah seperti ini. Q masuk kedunia belok yg berlabel butchy bukan karna pengalaman d’sakiti lelaki atau apalah.Q merasa Q nyaman seperti ini…walau Q mencoba untuk pacaran dengan lelaki tapi tetap aja Q ga bisa mnghilangkan perasaan aneh ini. buatku ini sesuatu yg ga perlu kuhindari lagi. karna menurutku ini anugrah yg telah d’berikan Tuhan kepadaku. dan Q harus menjalaninya dan spenuh hatiku. kalian yg merasa normal jangan pernah usik hidup kami!!!

  4. vhie Nisya says:

    w vhiE.
    w L…..

    dh 4 bLn…w enjoy ngejalaninya…

    hub w d 085648992399

  5. avril says:

    bagi les surabaya quw avril hub quw di 085755491149

  6. xiz says:

    tentu..
    gga smua ce les itu negatif..
    informasi yang tadi itu hanya dasarnya saja.
    anda belum mengenal seluk beluk dunia belok lebih dalam..
    banyak kisah yang sama sekali tidak terduga,
    dan lainnya yang istimewa..

    tapi artikel itu cukup jelas buat anda pembaca yang lurus, agar mmm,bisa sedikit memahami apa yang dimaksudkan..
    thanks..

  7. Anne says:

    Buat cew belok. Aq ingin tau lbih dlam lg donk

  8. bian says:

    wat yg lurus2 aj…jgn anggp yg belok itu slalu ngatif,,kami jg pny kbbasn spt Xan….key…

  9. wulan says:

    ku juga lesbi kok?
    tapi khusus medan ja ya 085761191163

  10. ade says:

    pengen tau tteg klen mua??klo bole email ade y di ade_231110@yahoo.com

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?

  • Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
  • Yakin (34%, 65 Votes)
  • Tidak Tahu (5%, 10 Votes)

Total Voters: 193

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Metropolis" Lainnya

  • Pelatih Ayam Kinantan Mundur

    MEDAN-Kabar mengejutkan langsung datang dari kubu Ayam Kinantan begitu gagal memetik kemenangan atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Pelatih... Selengkapnya

  • Dari Mulut Keluarkan Darah

    Penderita DBD Asal Tanjung Balai Dirujuk ke Pirngadi MEDAN- Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) asal Kota Tanjung Balai, Siti Arfah (7,5), dirujuk ke RSU dr... Selengkapnya

  • Aku Minta Dia Dihukum Mati…

    Dilarang Makan, Adik Tikam Kakak Kandung MARELAN- Kerena dilarang memakan nasi lada atau nasi untuk orang melahirkan, Ibrahim Lubis (32) tega menikam kakak kandungnya... Selengkapnya

  • Tawarkan Empat Tipe Daging Kambing

    Rumah Aqiqah the Boutique, Layanan Terbaik dalam Satu Atap Kesempurnaan dalam pelayanan merupakan prioritas rumah aqiqah untuk terus eksis memaksimalkan layanan... Selengkapnya

  • Rudolf: Ini Belum Berakhir

    Massa Rudolf Tuding KPU Penipu MEDAN-Pasangan bakal calon Wali Kota Medan, Rudolf M Pardede-Afifuddin Lubis gagal ikut bertarung di pemilihan Wali Kota dan wakil... Selengkapnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com