Menyambangi Lokasi Liburan Sekolah Bagi Warga Medan
10:29, 23/06/2009
Musim liburan sekolah telah tiba. Itu artinya, lokasi wisata yang berada di sekitar Medan pun menjadi buruan warga metropolis. Lokasi mana saja yang menjadi incaran, dan apa saja aktivitas warga di sana?
Saat ini objek wisata yang cukup diminati warga Medan adalah pemandian alam Sembahe yang terletak di kaki pengunungan Sibayak. Suasana alam yang ramah, dan akses mudah ditambah biaya yang relatif murah membuat tempat ini jadi incaran saat musim libur.
Seperti Minggu (21/6) kemarin misalnya, sejumlah warga dari berbagai penjuru kota memadati tempat itu, selain keluarga, tempat itu dipadati remaja yang saat ini tengah menikmati liburannya setelah pengumuman Ujian Nasional dan pembagian rapor dilakukan.
Pantauan wartawan koran ini, sejak pagi sejumlah warga yang sebagaian besar berasal dari Medan, Brastagi, Binjai dan sekitarnya sudah memadati tempat itu. Pondok-pondok yang disediakan pengelola yang tak lain warga daerah setempat yang disewakan seharga Rp15 ribu pun habis terisi penuh.
Bahkan, karena padatnya, banyak warga yang tak mendapat pondok dan terpaksa meletakkan barang-barangnya di tepian sungai. Namun sejurus mata memandang ternyata banyak remaja yang menjadikan tempat itu sebagai tempat bermesraan.
Lihat saja, banyak kamar-kamar berukuran 1×2 meter jadi tempat dua sejoli yang masih remaja untuk memaduk kasih. Hampir seluruh kamar yang ada terisi penuh. Tak jelas apa yang dikerjakan mereka di dalam kamar yang diberi penerangan bohlamp pijar berukuran 10 watt yang disewakan seharga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu itu.
“Biasalah,namanya juga anak muda. Mereka rata-rata membawa pacarnya ke dalam. Di dalam kita nggak tahulah lagi pada ngapain,” ungkap Tarigan seorang penjaja pondok dan kamar di tempat itu. Dia mengatakan, awalnya kamar-kamar itu dibuat hanya sebagai penyimpanan barang pelancong, namun belakangan kamar itu dimintai untuk tempat memadu asmara, sejak saat itu kamar-kamar tersebut berubah fungsi.
Nurleli warga Binjai yang ditemui awak koran ini sedikit tersipu malu saat ditanya apa yang dilakukannya bersama Indra warga kota Binjai yang tak lain pacarnya. Wanita yang baru lulus SMA di salah satu SMA Negeri di kota Rambutan itu mengaku ia hanya mencari suasana yang romantis.
“Lagian kan lokasinya jauh dari tempat tinggal. Jadi kita nggak ada yang perhatiin,” ungkap wanita yang lulus dengan nilai 37 itu. Saat ditemui awak koran ini ia hanya mengenakan mainset dipadu tanktop putih, sementara Indra pria yang juga satu sekolah dengannya hanya diam dan malu-malu.
Di kamar lainnya juga terlihat aktivitas samar-samar, penutup kamar yang terbuat dari kain tak membuat mereka risih berada di ruangan yang lebih mirip kamar mandi itu. Selain Nurleli dan Indra ternyata banyak remaja lainnya yang juga bermesraan di tempat tersebut.
Sejumlah keluarga yang berkunjung ketempat itu mengaku cukup risih dengan kondisi tersebut, namun mereka hanya memilih cuek saja daripada memikirkan kelakuan remaja yang rata-rata masih duduk di bangku SMA itu. “Ya risihlah, kita di sini bawa anak-anak. Tapi namanya tempat umum kayak gini, mau apa lagi,” ungkap Suryani, warga Jalan Krakatau Medan.
Suryani bilang, dirinya terpaksa menikmati suasana tersebut, sebab untuk mencari tempat rekreasi murah meriah di alam terbuka saat ini sulit. “Mau kemana lagi,” katanya.
Begitupun, meski kawasan Brastagi dan sekitarnya di musim liburan seperti ini jadi tujuan rekreasi keluarga, namun tak terlihat kemacetan meski arus lalu lintas di sepanjang jalan lintas Medan-Brastagi. Padahal biasanya, saat akhir pekan di sepanjang kawasan itu terlihat antrean kendaraan.
Meski demikian di ruas jalan tepatnya di pintu masuk kawasan Hillpark terjadi kemacetan, sebab arus kendaraan yang tertahan di pintu masuk kawasan wisata buatan itu membuat antrean cukup panjang. (*)

