Sumut Perlu Souvenir Centre
10:17 | Wednesday, 17 June 2009Medan-Dalam mendukung Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) industri pariwisata di Sumut, dibutuhkan suatu terobosan. Salah satunya, membuat Souvenir Centre (pusat Cendramata).
“Dengan begitu, kita akan bisa mengarahkan wisatawan. Souvenir centre tersebut paling cocok dibuat di Medan. Sebab, Medan merupakan miniatur Sumatera Utara,” ujar Ketua DPD ASITA Sumut, Solahuddin Nasution SE MSP dihadapan pelaku UMKM dalam acara temu mitra antara UMKM dengan industri pariwisata, di Hotel Dharma Deli, Senin (15/6).
Dikatakan Solahuddin, Souvenir Centre juga harus ditinjau dari beberapa aspek, diantaranya lokasi yang strategis, mudah dijangkau, lokasi parkir, keseragaman harga dan nyaman.
“Sehingga dengan demikian akan memudahkan biro-biro perjalanan untuk mengarahkan wisatawan mengunjungi tempat tersebut dengan memasukkannya dalam jadwal perjalanan,” kata Solahuddin.
Saat ini, Sumatera Utara belum memiliki pusat cendramata. Padahal, kata dia, jika dilihat hal itu akan meningkatkan PAD, devisa negara, menyerap tenaga kerja atau mengurangi pengangguran serta menciptakan kesempatan berusaha. “Makanya kita harapkan Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mampu mewujudkannya. Sebab, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Demikian pula bagi pelaku UMKM yang terkadang kesulitan mendapatkan modal. Diharapkan pemerintah memberikan stimulus dan kemudahan prosedural maupun pinjaman.
Karena, jika mengharapkan bank, tentunya akan menemui hambatan diantaranya bank menganut azas kehati-hatian mengeluarkan pinjaman.
“Peran dan dukungan pemerintah dan semua pihak sangat dibutuhkan. Promosi dan pemasaran serta analisa data, pemberian kemudahan dalam kredit berupa pinjaman lunak, bunga ringan,” ujarnya.
Selain itu, keramahtamahan dan kenangan sangat erat dengan UMKM. Artinya hal itu akan meningkatkan waktu yang lama wisatawan untuk menetap sehingga meningkatkan pengeluaran wisatawan tersebut.
Ditambahkan, peluang strategis UMKM di objek wisata sangat besar dengan menampilkan cendramata khas daerah yang mengikuti selera pasar. Bahkan, peluang tersebut bagaimana wisatawan bisa melihat, melakukan dan membeli produk yang ditawarkan.
“Kita harus bisa menawarkan produknya yang unik, berkualitas, memperhatikan bahan, bentuk, berat dan ukuran. Untuk makanan maupun minuman harus higenis, kemasan yang menarik dan harga yang terjangkau,” katanya.
ASITA sendiri, katanya, ikut mendukung kegiatan UMKM mengembangkan sektor pariwisata. “Kita akan bersama-sama mengembangkan pariwisata Sumut,” pungkasnya. (ila)
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311

