Dia Sangat Berbakat, Akan Jadi GM Berikutnya
10:22 | Friday, 3 July 2009Reputasi Grand Master (GM) Utut Adyanto tidak diragukan lagi. Pecatur-pecatur mancanegara sudah pernah mencicipi kekalahan darinya. Namun GM kebanggaan Indonesia itu mampu ditahan remis bocah berusia tujuh tahun yang masih kurang jam terbang.
INDRA JULI, Medan
Peristiwa mengharukan itu terjadi di kota Medan. Muhammad Rafly Fathin tampil sebagai pecatur termuda dalam catur simultan antara 51 pecatur Sumut menghadapi GM Utut Adyanto dan GM Susanto Megaranto di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (1/7) lalu.
Rafly mampu menahan Utut dalam lebih dari 30 langkah bertahan. “Dia sangat berbakat. Jika terus diasah bukan tidak mungkin akan menjadi GM berikutnya,” ucap Utut salut.
Pecatur kelahiran 17 Maret 2002 ini memberikan kebanggaan luar biasa bagi sang ayah, Abdul Rani yang juga turut ambil bagian dalam pertandingan. “Sangat luar biasa bangganya saya sebagai orangtua. Sangat mengherankan untuk anak seusianya mampu menahan pecatur sekelas Utut Adyanto. Bermain bersamanya saja sudah menjadi kebanggaan apalagi bisa remis,” ujar Abdul terharu.
Rafly memang belia. Namun kelihaiannya memindahkan bidak catur jangan diremehkan. “Menyenangkan,” ujarnya malu-malu saat ditanya alasannya menggemari catur.
Menurut Abdul, Rafly mengenal catur saat berusia dua tahun. “Rafly sering mengganggu saya bermain catur dengan memindah-mindahkan bidaknya. Saya biarkan saja dan di umur tiga tahun dia sudah paham aturan teknis bermain. Sekarang saya sulit menang jika dia bermain serius,” jelas Abdul.
Seiring dengan pertumbuhannya, kemampuan Rafly terus meningkat. Menginjak usia 4,5 tahun, ia ikut bertanding di kejuaraan catur tingkat SD yang diselenggarakan Mikroskill. “Dia meraih peringkat 10 besar dan unggul dari 52 peserta yang ikut. Padahal dia belum memasuki bangku SD ketika itu,” kata Abdul.
Bakat Rafly mulai tercium oleh Sekolah Catur Mikroskill. “Awalnya saya bertemu Ferry Iskandar (pengurus Pengprov Percasi Sumut). Dan ia mengenalkan saya ke Pak Satiman dari Mikroskill. Setelah dites, Mikroskill memutuskan untuk mengikutsertakannya dalam sekolah caturnya,” kenang Abdul.
Ke depan, Abdul berharap Rafly dapat memberikan kebanggaan-kebanggaan lainnya. “Siapa yang tidak ingin anaknya berhasil. Saya tentunya akan mendukung terus Rafly dalam menekuni catur bahkan kalau bisa mengikuti jejak GM Utut dan GM Susanto untuk berprestasi di tingkat internasional. Tentunya dengan latihan yang tekun dan menambah jam terbang,” ujar Abdul. (*)
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311

