Ditemukan Flu Babi Kebal Tamiflu

11:25, 03/07/2009

Para ilmuwan telah menemukan sebuah kasus virus flu babi A-H1N1 yang kebal terhadap satu dari dua obat utama yang digunakan untuk mencegah penyebaran virus itu. Para pejabat Denmark dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika mengatakan, Senin lalu seorang warga Denmark yang terserang jenis flu babi yang kebal terhadap obat Tamiflu itu sekarang sudah sembuh.

Seperti dikutip dari voice of america (VOA), Kamis (2/7), para ilmuwan itu mengatakan, sejauh ini, jenis baru virus tersebut tampaknya merupakan kasus tersendiri. Tetapi virus influenza sering bermutasi dan para ahli lain mengatakan mereka sudah memperkirakan virus tersebut akan mengembangkan kekebalan.
Para pejabat di perusahaan yang membuat Tamiflu mengatakan kira-kira setengah persen dari semua kasus flu kebal terhadap obat itu. Organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan kasus flu babi yang pertama di Irak, Pantai Gading, Cape Verde, Indonesia dan Kamboja. Kata WHO keenam orang yang terkena virus H1N1 di Irak itu adalah pemain bola basket yang baru kembali dari Amerika.

Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari mengatakan, seorang pilot dan turis dari Australia juga dinyatakan positif terkena flu babi. Pejabat kesehatan di Kamboja mengatakan, kasus flu babi yang pertama adalah seorang siswa Amerika berumur 16 tahun yang tiba di negara itu minggu lalu. WHO telah menyatakan adanya pandemi influenza di dunia. Ini adalah pertama kalinya keadaan itu diberlakukan dalam 40 tahun terakhir.
Sementara itu, warga asing suspect flu babi terus berdatangan ke RSUP Sanglah, Denpasar. Kini, giliran seorang warga asing asal Denmark yant dirujuk ke rumah sakit ini.

Pasien terbaru ini adalah seorang kakek Troels Munk (84). Ia tiba di RSUP Sanglah sekitar pukul 13.15 Wita, Kamis (2/7) dirujuk dari RS Kasih Ibu, Denpasar. Troels merupakan pasien ke tujuh yang kini dirawat di ruang isolasi Nusa Indah, RSUP Sanglah, Denpasar, dua di antaranya berstatus positif terjangkit.

“Pasien dirujuk ke Sanglah setelah menunjukkan gejala ILI (influenza like illness), seperti demam, pilek dan batuk serta berasal dari daerah terjangkit sehingga langsung dirawat di ruang isolasi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah, dr Gusti Lanang Suartana.

Namun belum diketahui riwayat pasien, seperti data lengkap  dan terbaru, di mana tinggal dan kapan dia datang ke Bali. “Sesuai prosedur, pasien langsung diberi obat oseltamivir serta diambil cairan tenggorokannya untuk segera dikirim ke Litbangkes,” kata Suartana.

Saat ini, RSUP Sanglah masih menunggu hasil konfirmasi ulang pemeriksaan laboratorium atas dua pasien positif asal Australia, masing-masing Tayla Marlo (14) dan James Antonuccio (8). Konfirmasi laboratorium empat pasien dengan status terduga, yaitu Ryan wood (23) dan Arron Michael (24), yang juga asal Australia, Gerry Brian (43) asal Jerman, dan Brian Ariel Schargorodsky (22) asal Argentina belum diperoleh pihak RSUP Sanglah. (net/jpnn)

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar