Flu Babi Masuk Medan
11:48 | Thursday, 2 July 2009MEDAN-Kekhawatiran masuknya flu babi ke Kota Me dan melalui Bandara Polonia Medan terbukti. Kemarin (1/7), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan merawat lima warga Kota Medan diduga kuat terinfeksi virus H1N1 (flu babi), setelah pulang liburan dari Thailand.
Kelima warga yang masuk ke RSUP Adam Malik pukul 14.30 WIB masing-masing Er (36), Wil (9), Cal (17), Cel (14) dan Vin (20). Kelimanya berasal dari satu keluarga tinggal di Jalan Keris Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan.
Er, sang ibu yang sempat keluar dari ruang isolasi tampak panik dan sibuk. Perempuan bertubuh tinggi itu enggan berbicara. Ia menghindari menjawab pertanyaan wartawan. Dalam hitungan menit, perempuan berkulit putih itu pun buru-buru kembali ke ruangan isolasi, yang biasa dipakai untuk pasien flu burung.
Dari jendela kaca ruangan isolasi, terlihat Er bersama keempat anaknya. Tatkala para wartawan membidik kelima pasien ini, perempuan berambut pendek ini lantas menghampiri jendela dan menutupnya de ngan tirain
Menurut dr Azwar, ahli medis RSUP Adam Malik Medan, status korban suspect A1 atau diduga kuat terkena swine flu (flu babi). “Menurut ibunya (Erniwati, Red), mereka baru saja pulang berlibur dari Bangkok, Thailand. Ibunya enggan berbicara,” bilang Azwar.
Berdasarkan informasi, kelimanya berangkat pada 24 Juni 2009 lalu dengan tujuan Bangkok, Thailand. Di sana mereka menginap selama empat hari di sebuah hotel. Usai berlibur empat hari di Bangkok, kelimanya pun berangkat menuju Kuala Lumpur selama tiga hari. Rupanya, naas, ketika sampai di Bandara Kuala Lumpur, mereka dideteksi suspect flu babi. Hal ini dikarenakan di dalam pesawat yang mereka tumpangi ternyata terdapat satu penderita flu babi dan harus dirawat di sana. Di sana, Erniwati diingatkan pihak rumah sakit, bila nantinya mengalami demam maka mereka harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.
Kelimanya pun pulang ke Medan, dengan menggunakan pesawat komersil AirAsia dengan nomor penerbangan AK 456 yang mengangkut sebanyak 164 penumpang. Mereka tiba di Bandara Polonia. Dua hari di rumah mereka di Jalan Keris, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Wil mengalami panas dengan suhu 38 derajat celcius. Sang ibu panik ketika melihat anaknya mengalami gejala flu yang serupa dengan flu babi. Apalagi dia teringat pesan pihak kesehatan saat berlibur ke Kuala Lumpur tersebut. Erniwati lekas membawa anaknya ke RSUP Adam Malik Medan.
Selain ini, seperti yang diceritakan Er kepada dr Azwar, jumlah rombongan yang berangkat ke Thailand sebanyak 30 orang dan semuanya adalah warga Medan. Lima orang dari rombongan tersebut, kini tengah dirawat di ruang isolasi satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan 20 orang lagi masih menikmati liburannya di Bangkok.
Azwar sempat bertanya kepada Er perihal 20 warga Medan dalam rombongan ke Bangkok, untuk segera dihubungi agar diketahui kondisinya. “Setidaknya dari hubungan komunikasi tersebut, kita bisa mendapatkan kondisi 20 warga Medan lain yang masih berada di sana,” bilang Azwar.
Humas RSUP Adam Malik, dr Atmawijaya mengatakan status kelima orang yang diisolasi belum diketaui positif atau negatif kena flu babi. Kelimanya sudah di-scan foto tubuh. Pemeriksaan intensif meliputi pemeriksaan foto thorax, urine, darah, analisa gas darah sertaa swab (pemeriksaan terhadap lendir tenggorokan).
“Apakah itu positif atau negatif, pihak rumah sakit belum bisa memberitahu. Sampel darah, swab dan pemeriksaan lainnya telah dikirim ke Jakarta. Hasilnya dapat diketahui tiga atau empat hari ke depan,” katanya.
Atmawijaya mengatakan, ini kasus pertama yang diduga kuat terifeksi flu babi di Medan. Untuk menangani kelima pasien, RSUP Adam Malik menyiapkan tim dokter khusus yakni dokter anak, dokter paru, dokter radiologi dan dokter patologi klinik. Pasien anak ditangani dr Yusman, spesialis anak dan pasien dewasa ditangani dr Luhur.
Lolos dari Sensor Suhu Tubuh
Menurut Kepala Kantor Balai Kesehatan Pelabuhan Kelas I A Medan, Syahril Aritonang mengatakan, lima penumpang pesawat AirAsia dengan nomor flight (penerbangan) AK 456 dari Kuala Lumpur yang tiba di Medan, Selasa (30/6) pukul 21.15 WIB, mengalami demam setelah sehari berada di kediaman mereka.
“Warga tersebut suspect (dicurigai) flu H1N1 ketika sehari berada di rumah. Jadi, pada saat mereka tiba di terminal kedatangan internasional, mereka belum mengalami demam. Makanya, saat mereka melewati thermo scanner memang tidak terdeteksi adanya suhu tubuh yang tinggi,” kata Syahrial yang dihubungi wartawan koran ini melalui telepon selulernya.
Makanya, lanjut Syahril, petugas Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan tidak melakukan sterilisasi (pembersihan) terhadap pesawat yang ditumpangi lima warga Medan yang dicurigai terjangkit flu babi tersebut. “Tapi, kalau pada saat itu penumpang suspect flu babi itu mengalami demam tinggi saat masuk ke Bandara Polonia, pasti kita lakukan antisipasi pencegahan sesuai prosedur dengan mensterilkan pesawat,” tambahnya.
Dikatakannya, penumpang yang dicurigai tersebut telah memiliki alert card (kartu kewaspadaan) yang dibagikan petugas Balai Kesehatan Bandara Polonia Medan kepada semua penumpang yang tiba di Medan. Kelimanya juga sebelumnya membawa kartu alert card dari Kuala Lumpur. Namun, setelah tiba di Medan ciri-ciri terinfeksi flu babi tidak ditemukan. “Keluarga ini sudah menunjukkan kartu kewaspadaan yang dibawa dari Kuala Lumpur. Kartu itu berisikan data-data pengenal penumpang dan kota tujuan bepergian,” ujarnya.
Kemudian, kelimanya sudah melakukan semua prosedur pengamanan. Sejak mulai masuk ke terminal kedatangan internasional dan melewati thermo scanner memang tidak terdeteksi adanya suhu tubuh yang tinggi. Kemudian, penumpang juga melewati body cleaner.
Sementara, Kepala Administrator Bandara (Adbandara) Medan, Razali Abubakar mengatakan, jika ada kasus penumpang yang langsung terindikasi suspect flu babi saat tiba di Bandara Polonia, maka sterilisasi pesawat dilakukan pihak Karantina. “Kalau ada permintaan dari pihak Karantina kepada Adban untuk menahan sementara pesawat agar tidak berangkat, tentunya akan kita lakukan demi keamanan,” ujarnya.
Masuk Perumahan Elit
Di Jakarta virus flu babi (H1N1) menyerang warga perumahan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan. Penderitanya seorang perempuan berinisial AM dan kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. “Sudah positif flu babi,” kata Kepala Sub Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pemko Jakarta Selatan Togi Hasman, saat dihubungi wartawan kemarin.
AM merupakan warga Pondok Indah yang kuliah di Australia. Dia pulang ke Indonesia pada 24 Juni melalui Bandara Soekarno-Hatta. Pada saat di bandara, AM tak menunjukkan gejala flu babi. “Pada 25 Juni mengalami panas badan,” ujarnya.
AM kemudian dilarikan ke RS Pondok Indah pada 26 Juni 2009. Hasilnya mengarah ke flu babi. Akhirnya pada hari itu juga langsung dibawa ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara untuk dirawat intensif. “Sekarang sudah di ruang isolasi,” kata Togi.
Warga Pondok Indah gempar mengetahui salah seorang warganya diduga terpapar virus flu babi. Masyarakat mengaku resah dengan temuan pasien dari lingkungan elite tersebut.
Adapun Ketua RT 8, Eis Edi, mengaku sangat kaget. Warga sekitar juga mengaku baru tahu setelah dimintai konfirmasi oleh wartawan. Dirinya juga tak tahu inisial AM (22), warga Jalan Alam Asri IV yang baru pulang dari kuliah di Australia pada 24 Juni lalu. “Kok belum ada laporan ya. Kan itu penyakit berbahaya,” ujar Eis.
AM masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 24 Juni dan mengalami demam selama dua hari. Pada 26 Juni, AM dilarikan ke RS Pondok Indah dan diteruskan ke RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso karena kondisi memburuk.
Sedangkan Dirut RS Sulianti Saroso, Sardikin, menyatakan bahwa hasil tes AM belum keluar. Kondisi AM di ruang isolasi juga stabil. (del/ril/sya/ila/net)
Imbau Warga Jangan ke Luar Negeri
Er dan empat anaknya diisolasi di rumah sakit karena diduga terkena flu babi. Tetangganya di Jalan Keris Kelurahan Pahlawan, Medan Perjuangan, tidak mengetahuinya. Warga di Jalan Keris mengaku mengenal sosok Er dengan nama Ah. Namun menurut warga, Ah sedikit tertutup.
“Kami nggak tahu bang, memang kemarin ada warga yang berlibur. Tapi namanya Ah,” kata Erna, seorang warga Jalan Keris.
Erna menyebutkan, jika Ah dan anaknya Wil baru pulang berliburn
Namun dia mengaku tak tahu kemana liburan keluarga Ah yang kerap menggunakan mobil Kijang BK 188 itu. Disebutkannya, Ah selama ini dikenal tertutup dan jarang keluar rumah.
Disebutkannya, Ah sendiri selama ini bekerja sebagai toke besi bekas. Sementara suaminya menderita lumpuh sehingga usahanya dijalankannya bersama anaknya. “Dia itu toke besi. Dan agak tertutup,” tandasnya.
Warga di sana risau jika flu babi sampai menyebar. Mereka berharap, Pemko Medan segera mengurusnya. Ahmad, Rusli, dan Amir warga setempat yang ketiganya ditemui awak koran ini di Poskamling di jalan tersebut juga mengaku tak tahu mengenai warga yang masuk RSUP Adam Malik itu. “Ini harus cepatlah diurus sama Pemko,” kata Ahmad.
Ismail, Kepling setempat mengakui memang ada warganya bernama Er dan anaknya Wil tinggal di tempat itu. Namun mengenai Cal, Cel dan Vin ia mengaku tidak mengenal. “Warga saya cuma Er dan anaknya Wil,” ujarnya.
Namun, Ismail sendiri mengaku tak tahu jika warga yang tinggal di Jalan Keris No 43 itu diduga terkena flu babi. “Memang warga di situ sering ke luar negeri,” katanya.
Pantauan wartawan koran ini, rumah milik keluarga Er terlihat lengang meski seluruh lampu rumah yang terletak sebelum tikungan itu terlihat menyala. Warga yang berada di sekitar tempat itu mengaku tak tahu kemana perginya penghuni rumah tersebut.
Sementara itu, tadi malam Pj Walikota Medan melalui Sekda Medan Drs Dzulmi Eldin mengatakan, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk waspada. Pihak kecamatan dan dinas kesehatan telah diperintahkan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi. Tak cuma itu, pihaknya juga segera berkordinasi dengan pihak imigrasi dan Bandara Polonia, mengingat masih ada lima warga Medan lainnya yang diisolasi di rumah sakit di Kuala Lumpur. “Besok pagi (hari ini, Red) kita akan menggelar rapat dengan melibatkan dinkes, imigrasi, rumah sakit dan semua pihak yang berkompeten agar kasus ini bisa dengan cepat dan tepat diatasi,” katanya.
Pemko Medan dan Pemprovsu juga telah mengimbau warga Medan untuk menunda berpergian ke Singapura, Malaysia atau negara-negara penyebaran kasus flu babi. Kabag Humas Pemko Medan, Rusdy Siregar mengimbau kepada masyarakat Kota Medan untuk mengurangi berpergian ke luar negeri. Kemudian, tetap menjaga kondisi kesehatan serta memakai masker bila dalam keadan kurang sehat. “Sebaiknya di saat liburan ini warga Kota Medan menghindari berpergian ke wilayah endemis atau tersebarnya virus H1N1, kemudian tunda berpergian bila suhu tubuh kurang sehat atau terserang flu, demam dan batuk-batuk,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pemprovsu, dr Chandra Syafei Sp OG mengatakan, memang benar ada warga Kota Medan dinyatakan susfect flu babi. Hal ini menunjukkan, warga yang tertular hanya dari luar negeri, sehingga wilayah Sumut belum menjadi penyebar virus. “Inikan tertular dari luar negeri, sehingga kita tetap antisipasi penyebaran dan tetap memberikan ruangan khusus,” katanya
Ia meminta warga jangan cemas karena belum tentu kelima orang itu positif kena flu babi. Angka kematian karena flu babi juga kecil. Ia mengajak warga hidup bersih, cuci tangan sebelum makan. Jika flu, pakai masker, batuk atau bersin dengan sopan dengan memalingkan muka dari orang lain. “Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi lebih baik menunda dan tetap antisipasi sejak dini yakni tetap memeriksakan diri bila flu, demam dan batuk seusai kontak dengan hewan babi,” ucapnya. (ril/sya/del/net)
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311

