DBL Indonesia

JK Pasang Jurus Serang

21:56 | Thursday, 2 July 2009

JAKARTA- Adu kejelian dan kepintaran antara Jusuf Kalla dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak dalam debat capres putaran terakhir yang digelar di Jakarta, Kamis (2/7) malam tadi. JK memanfaatkan sesi pemaparan visi misi untuk langsung menyerang SBY dengan persoalan iklan pilpres satu putaran.

Dengan tegas, meski didahului kata maaf kepada SBY, JK menyatakan iklan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Pentingnya pilpres satu putaran dengan alasan demi menghemat uang Rp4 triliun juga ditentang JK.

”Maaf Pak SBY, iklan Bapak pemilihan satu putaran, dengan alasan hemat Rp4 triliun itu artinya demokrasi dipandang dalam uang,” tandas JK sembari memandang SBY. Pernyataan JK itu langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin. SBY sendiri tampak kaget, namun tetap tersenyum.

JK melanjutkan, sejak awal dirinya berupaya agar anggaran untuk pemilu ditekan sehemat mungkin. Dari usulan KPU yang Rp45 triliun, akhirnya bisa ditekan hanya menjadi Rp25 triliun. Karena itu, menurut JK, angka Rp4 triliun untuk sebuah putaran pilpres adalah angka wajar.

Serangan lebih tajam dilanjutkan JK. Dia mengatakan, kalau proses demokrasi hanya diukur dengan uang, dirinya takut pada 2014 mendatang tidak ada lagi pilpres hanya untuk tujuan menghemat uang negara. ”Saya mohon maaf, saya takut pada tahun 2014 nanti ada iklan (dengan bunyi, Red) ‘lanjutkan terus’, tanpa pilpres demi menghemat Rp20 triliun. Mari jalankan demokrasi dengan cara-cara demokratis,” ucapnya, lagi-lagi disambut tepuk tangan hadirin. SBY sendiri ikut tepuk tangan, tapi tampak tidak bersemangat.

Moderator debat, Dekan Fisipol UGM Prof Dr Pratikno, terpancing mengomentari penampilan JK. ”Menarik, sudah ada perdebatan. Belum masuk sesi debat, sudah ada perdebatan,” ujar Pratikno. Sepertinya, SBY sudah tidak sabar secepatnya menangkis serangan JK. SBY tak kalah jeli. Dia memanfaatkan sesi pembahasan mengenai politisasi birokrasi untuk memberikan klarifikasi.

SBY mencuri waktu sesi itu untuk memberikan penjelasan. ”Masih ada 30 detik, saya ingin menjawab yang soal iklan tadi,” kata SBY mengawali kalimatnya. ”Iklan yang Bapak (Jusuf Kalla) maksud, bukan iklan SBY,” ujar SBY.

Begitu JK mendapat giliran bicara, dia langsung memberikan respon balik. Lagi-lagi, kepintaran JK terlihat di sini. Jawaban SBY dijadikan alasan JK untuk menyebut iklan satu putaran yang dikeluarkan Lembaga Studi Demokrasi (LSD) itu ilegal.

”Saya berterima kasih kepada Pak SBY yang mengatakan iklan itu bukan iklan Pak SBY. Jadi iklan itu ilegal. Memang, yang boleh beriklan harusnya peserta (pilpres, Red). Kalau begitu iklannya ilegal,” ujar JK mengulang. (sam/JPNN)

Tags: , , , ,

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?

  • Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
  • Yakin (34%, 65 Votes)
  • Tidak Tahu (5%, 10 Votes)

Total Voters: 193

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Nasional" Lainnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6632.10 Beli: 6501.10 » HKD Jual: 1193.30 Beli: 1172.00 » CHF Jual: 8734.25 Beli: 8569.25 » GBP Jual: 13990.50 Beli: 13709.50 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com