Kejari Soroti Dana Kesbanglinmas
09:42 | Friday, 3 July 2009STABAT– Penyidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial di Kantor Departemen Agama (Kandepag) Langkat senilai Rp3,4 miliar masih stagnan. Namun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat kini mulai menyoroti dugaan korupsi dana Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Langkat, senilai Rp2 miliar dari pagu anggaran yang sama.
Penyidik Kejari Stabat telah melakukan pemeriksaan terhadap para camat dan mantan camat se-Kabupaten Langkat untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti tentang dugaan korupsi dana tersebut. Menurut keterangan mantan Camat Pangkalan Susu, Supriyanto, ketika ditemui wartawan membenarkan penerimaan bantuan itu. Namun dirinya mengaku lupa jumlah dana yang diterimanya saat itu.
“Umumnya, setiap camat menerima bantuan untuk menjaga kekondusifan wilayah, tetapi saya lupa jumlahnya berapa, saat itu saya hanya diwajibkan menandatangani bukti penerimaaan tanpa tahu jumlahnya,’’ kata Supriyanto yang enggan menerangkan lebih jauh soal bantuan tersebut.
Menyikapi hal itu, Kasi Intel Kejari Stabat, Gloria Sinuhaji, ketika ditemui di sela-sela persidangan kasus dugaan korupsi Dinas P dan P Langkat, Rabu (1/7) menyebutkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukannya, terdapat adanya dugaan korupsi.
“Memang pada dana bantuan itu ada indikasi pemotongan. Contohnya, jika setiap camat mendapatkan Rp10 juta, namun yang sampai hanya Rp3 juta, berarti ada ditemukan kerugian negara,” bebernya. Lebih jauh dikatakan Sinuhaji, untuk saat ini pihaknya belum menetapkan satu tersangkapun dalam kasus ini. “Inikan masih penyelidikan, jika bukti-bukti sudah kuat dan hasil audit BPKP sudah kita terima, maka kita akan tetapkan tersangka. Ssabar dulu lah., Inikan masih penyelidikan,” kilahnya.
Sejauh ini, Kejari Stabat masih menetapkan satu tersangka dalam kasus dana bantuan sosial senilai Rp30 miliar yaitu Kakan Depag Langkat Ilyas Lubis. Sementara saksi yang sudah dimintai keterangan mencapai 1.200 orang, sebagian besar adalah guru. (ndi)
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311

