Penggemar Puisi

09:41, 13/07/2009

MEDAN-Untuk menjadi seorang seniman, khususnya pembaca puisi, bukan hanya membutuhkan waktu untuk belajar dengan waktu yang cukup lama. Tetapi, juga didukung dengan adanya bakat, semangat dan kesungguhan yang ada.

Desti Novianti Nasution, siswa kelas XI IPA Al Kindi Madrasah Aliyah Negeri (MAN)1 Medan Jalan Pancing Medan ini juga mempunyai bakat untuk membacakan puisi sejak duduk dikelas 6 SD. “Saat itu ujian bahasa Indonesia, dan kami disuruh membacakan puisi. Ada perasaan lain dalam membacakan puisi saat itu, tetapi saat itu saya belum menyadarinya bahwa itu awal saya mencintai puisi dan membacakannya,” ujar gadis kelahiran Kerinci 22 Nopember 1991 ini kepada wartawan.

Dengan semua kebiasaannya membaca puisi, warga Jalan M Nawi Harahap No 29 C ini ingin melanjutkannya dengan menjadi Sastrawati yang eksis di Kota Medan. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ahmad Arifin dan Rahmawati ini telah menorehkan banyak prestasi dibidang baca puisi. Diantaranya Juara 3 Baca Puisi dalam Gebyar Bahasa se-Kota Medan yang diselenggarakan oleh siswa-siswa Ilmu Pengetahuan Bahasa MAN 1 Medan pada Nopember 2008. Pada Hari Amal Bakti Departemen Agama, Kepala Kantor Departemen Agama memberikan  uang stimulan kepada Desti sebagai penghargaan dalam pembacaan puisinya pada 2008 kemarin. Dan Juara 3 Baca dan Cipta Puisi tingkat SMP dan SMA dalam Gebyar Kreatifitas Siswa (Gartasis) X se-Sumut pada 2007 lalu.

Semua hal tersebut berkat dukungan penuh dari orangtua, sekolah khususnya kepala sekolah, dan seluruh teman yang memberikan motivasi kepadanya. “Dengan semua ini saya berterima kasih kepada Allah SWT, orangtua saya yang terus memberikan semangat dan motivasi untuk berprestasi kepada saya, kepala sekolah yang cukup respek dalam even-even yang saya ikuti, dan semua teman-teman yang memberikan dukungan,” ungkap Desti. Dan Desti juga mengungkapkan bahwa ‘Hasil itu akan sesuai dengan ikhtiar yang dilakukan’. (saz)

Comments (1)

  1. ade says:

    saya merasa pmbangunan kota medan masih belum optimal.saya juga berpesan kepada pemeintah provisi sumut agar lebih memperhatikan keadaan danau toba yg skrng ini sudah tercemar oleh oknum2 tdk bertanggung jawab.

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar