Tiga Peserta SNMPTN Curang
10:09 | Friday, 3 July 2009MEDAN- Pada penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri (Unimed) Medan, kemarin (2/7), ditemukan kecurangan. Dua peserta ujian yang tertangkap tangan mendapatkan jawaban melalui pesan singkat.
Kedua peserta ujian itu berinisial IFL dan NN. “Keduanya mengambil program IPA. IFL mengambil jurusan Matematika dan Ilmu Olahraga di Unimed, sementara NN mengambil jurusan Kedokteran di USU dan Unpad. Kasus ini kini diserahkan Unimed kepada pihak kepolisian,” ungkap Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syawal Gultom MPd, didampingi Pembantu Rektor II, Chairul Azmi dan Koordinator Sektor IPC, Prof Dr Khairil Ansari MPd, meninjau proses ujian seorang peserta yang diopname di Rumah Sakit Herna, Juwita Sitorus, kemarin (2/7). Selain itu, dari hasil pengembangan pihaknya, juga terdapat seorang peserta lagi yang akan turut diperiksa yakni berinisial MI yang berlokasi ujian di SMA Negeri 3 Medan.
Dalam kunjungannya ke peserta SNMPTN Unimed yang dirawat di rumah sakit, Syawal bilang kunjugan itu untuk memberikan dukungan moril kepada peserta dan menunjukkan empati, bahwa dia mampu mengikuti ujian ini meskipun dalam keadaan sakit “Meskipun demikian tidak ada jaminan maupun dispensasi kepada Juwita untuk lulus dan diterima masuk perguruan tinggi negeri begitu saja. Karena semua seleksi yang dilakukan sama dengan yang lainnya, baik dari waktu, naskah soal, hingga pengawasan,” katanya.
Mengenai adanya keluhan dari calon peserta ujian, tentang terlalu cepatnya waktu yang diberikan dalam pelaksanaan ujian tersebut, Syawal mengatakan, sebenarnya dalam pembuatan soal tersebut sudah dilakukan pengujian dari pihak panitia pusat, sehingga sudah ditentukan waktu yang cocok untuk mengerjakan soal-soal tersebut. “Dalam ujian SNMPTN ini para peserta dituntut ketepatan, ketelitian dan kecepatannya untuk menyelesaikan soal-soal yang diujikan. Hal ini sesuai dengan tes potensi akademik, yang diperuntukkan menjaring mahasiswa yang nantinya jika diterima di perguruan tinggi negeri bisa dipandang cakap dan mampu Menyelesaikan studinya,” ujar Syawal.
Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU), berdasarkan laporan panitia lokal, sebanyak 1.384 orang yang sudah terdaftar sebagai peserta SNMPTN 2009, tidak hadir mengikuti ujian baik pada hari pertama maupun hari kedua.
Penanggung jawab informasi SNMPTN USU, Bisru Hafi SSos MSi, mengatakan, dari sejumlah 19.560 orang yang resmi sebagai peserta, hanya 18.176 peserta yang mengikuti ujian dengan rincian kelompok IPC 5.952, IPA 6.730, IPS 5.494. “Sedangkan yang tidak hadir 1.384 dengan rincian IPC 384, IPA 604 dan IPS 396,” katanya.
Lebih lanjut Bisru mengatakan, tidak ada informasi tentang penyebab peserta tersebut tidak mengikuti ujian, namun diperkirakan, kemungkinan peserta yang tidak hadir tersebut sebagian sudah lulus seleksi Ujian Masuk Bersama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (UMB-SPMB) dan diterima sebagai mahasiswa di tujuh perguruan tinggi negeri sebagai pelaksananya termasuk USU. (saz)
Beri komentar
3. Menurut Anda Apa Latar Belakang yang Cocok bagi Calon Wali Kota yang akan Memimpin Medan 5 Tahun Mendatang?
- Profesional (45%, 73 Votes)
- Akademisi (13%, 21 Votes)
- Birokrat (11%, 18 Votes)
- Politisi (11%, 18 Votes)
- Pengusaha (11%, 17 Votes)
- Lain-lain (9%, 14 Votes)
Total Voters: 161

