DBL Indonesia

Rambut Tumbuh, Minggu Depan Diserahkan ke Dinsos

10:20 | Wednesday, 4 November 2009
Rambut Tumbuh, Minggu Depan Diserahkan ke Dinsos, DIGENDONG: Keempat anak almarhum Dermawan boru Manurung digendong oleh perawat di RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (2/11). //ADELINA/Sumut PosDIGENDONG: Keempat anak almarhum Dermawan boru Manurung digendong oleh perawat di RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (2/11). //ADELINA/Sumut Pos

Melihat Kondisi Bayi Kembar Empat Asal Bagan Batu Riau

Sejak dirawat pada 29 September 2009 lalu di RSU dr Pirngadi Medan, kini usia si kembar empat milik Dermawan boru Manurung memasuki usia 37 hari. Keempatnya terlihat sehat. Para suster mengaku, bayi yang sedang diperebutkan hak asuhnya itu kini sangat kuat minum susu. Bagaimana cerita selanjutnya?

Adelina Savitri, Medan

Ketika wartawan koran ini, menyambangi ruang Neonanty, lantai V RSU dr Pirngadi Medan, empat bayi kembar asal Bagan Batu, Riau itu sedang diberi susu oleh perawat. Sebanyak empat perawat terliaht serius menangani si kembar empat tersebut.

Di ruang tersebut, terdapat sebanyak enam bayi yang dirawat disana. Kalau pada hari-hari biasa (Senin -  Sabtu) memang ruangan khusus bayi ini dapat tertangani dengan baik. Namun kalau pada hari-hari libur, seperti Minggu, sudah pasti perawat yang ada di ruangan ini kewalahan menjaga dan merawat si bayi kembar tersebut. “Soalnya kalau di hari libur, hanya ada beberapa perawat saja yang bertugas. Paling hanya satu dua saja. Sedangkan si kembar empat harus dilayani dengan baik kan. Ya, minimal, satu bayi dirawat oleh satu perawat,” kata seorang perawat yang bertugas di ruangan tersebut.

Inilah bayi yang disebut-sebut RSU dr. Pirngadi Medan memecahkan rekor bayi kembar tiga yang sebelumnya dilahirkan dan ditanganin
di rumah sakit milik Pemko Medan ini. Setidaknya bayi kembar empat ini disebut-sebut sebagai bayi spesial Pirngadi Medan. Wajar saja, untuk pertama kalinya, rumah sakit ini menerima kasus bayi kembar empat. Secara medis kondisi si kembar empat Dermawan  ini sudah lebih baik ketimbang pertama kali dirawat di rumah sakit ini. Dermawan I saja, berat badannya sudah mencapai 3,7 Kilogram (kg), begitupun dengan Dermawan II, berat badannya adalah 3,2 kg, sedangkan Dermawan III, berat badannya tercatat sudah mencapai 3,1 kg. Tak ketinggalan si bungsu, Dermawan IV memiliki berat badan 3,2 kg. Rambut si kembar empat pun sudah mulai tumbuh, pelan-pelan mulai menutupi plontosnya kepala mereka.

Sayang persoalan hak asuh si kembar empat Dermawan ini belum menemukan jalan sebagai titik temu dari masalah perseteruan antara Tumpa Siregar (Ayah si kembar empat) dengan Megawati (Nenek dari si kembar empat). “Saya tidak akan rela, tidak akan ikhlas kalau cucu-cucu Saya itu disuh oleh keluarga dia (Siregar),” kata Megawati kepada wartawan, Selasa (3/11) saat mengunjungi si kembar empat. Hari ini saja, Megawati bermaksud mengambil si kembar empat tersebut. Megawati bermaksud untuk membawa pulang si kembar empat ke kampung mereka, Bagan Batu, Riau. “Saya sudah membawa surat pernyataan yang bertanda tangan di atas materai demi upaya membawa cucu-cucu Saya ini. Ditandatangani oleh kepala kampung kami yang menyatakan bahwa kami yang berhak untuk merawat si kembar,” bilangnya.
Tapi, pihak RSU dr. Pirngadi Medan pun tak bisa begitu saja menuruti keinginananya. Pasalnya, pihak keluarga Siregar (ayah bayi kembar empat) sudah menempuh jalur hukum demi upaya mendapatkan hak pengasuhan atas si kembar empat tersebut. Dengan memberikan si kembar empat kepada neneknya, bukanlah keputusan yang bijaksana. Apalagi RSU dr. Pirngadi Medan juga terancam pasal 33 KUHP mengenai pasal penyanderaan pasien.

Sementara itu Humas RSU dr. Pirngadi Medan, drg. Susyanto mengungkapkan, “Kami tak bermaksud untuk menahan-nahan bayi kembar empat di rumah sakit ini. Tapi ya mau bagaimana lagi. Terlalu banyak kebohongan dalam persoalan ini,” katanya.

Dia membeberkan, pembohongan pertama yaitu, soal penipuan identitas dalam kartu Jamkesmas ibu si bayi kembar empat. Belakangan baru diketahui kalau nama ibunya adalah Nurraya Magdalena Manurung. Sementara saat itu, kartu Jamkesmas yang digunakan atas nama Dermawan. Kedua, suami Dermawan dikabarkan sudah meninggal. Mungkin saja memang benar. Namun suami Nurraya, apakah sudah meninggal atau belum? Belakangan Tupak Siregar mengaku sebagai ayah dari si bayi kembar empat. Berarti suami dari ibu si bayi kembar empat.

Oleh karena itu, sambung Susyanto pihaknya akan segera menyelesaikan masalah ini ke pihak Dinas Sosial. “Dengan kata lain, kami melepaskan diri dari persoalan perebutan hak asuh si kembar empat. Tampaknya ini sudah menjadi urusan Negara. Jadi biarkan Negara yang mengambil keputusan yang terbaik bagi warganya,” bilang Susyanto.

Bahkan, Susyanto juga menegaskan, dalam waktu seminggu ini bayi kembar empat Dermawan sudah diserahkan ke Dinas Sosial Medan. “Inilah cara yang paling bijaksana. Sesuai dengan procsdural hukum,” jelas Susyanto. Di lain sisi Megawati seakan tidak perduli dengan semua hal yang menghalanginya untuk mengasuh si kembar empat. “Kami tetap akan mengasuh si kembar empat,” pungkasnya.(*)

Tags: ,

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

3. Menurut Anda Apa Latar Belakang yang Cocok bagi Calon Wali Kota yang akan Memimpin Medan 5 Tahun Mendatang?

  • Profesional (45%, 73 Votes)
  • Akademisi (13%, 21 Votes)
  • Birokrat (11%, 18 Votes)
  • Politisi (11%, 18 Votes)
  • Pengusaha (11%, 17 Votes)
  • Lain-lain (9%, 14 Votes)

Total Voters: 161

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Metropolis" Lainnya

  • Pelatih Ayam Kinantan Mundur

    MEDAN-Kabar mengejutkan langsung datang dari kubu Ayam Kinantan begitu gagal memetik kemenangan atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Pelatih... Selengkapnya

  • Dari Mulut Keluarkan Darah

    Penderita DBD Asal Tanjung Balai Dirujuk ke Pirngadi MEDAN- Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) asal Kota Tanjung Balai, Siti Arfah (7,5), dirujuk ke RSU dr... Selengkapnya

  • Aku Minta Dia Dihukum Mati…

    Dilarang Makan, Adik Tikam Kakak Kandung MARELAN- Kerena dilarang memakan nasi lada atau nasi untuk orang melahirkan, Ibrahim Lubis (32) tega menikam kakak kandungnya... Selengkapnya

  • Tawarkan Empat Tipe Daging Kambing

    Rumah Aqiqah the Boutique, Layanan Terbaik dalam Satu Atap Kesempurnaan dalam pelayanan merupakan prioritas rumah aqiqah untuk terus eksis memaksimalkan layanan... Selengkapnya

  • Rudolf: Ini Belum Berakhir

    Massa Rudolf Tuding KPU Penipu MEDAN-Pasangan bakal calon Wali Kota Medan, Rudolf M Pardede-Afifuddin Lubis gagal ikut bertarung di pemilihan Wali Kota dan wakil... Selengkapnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com