DBL Indonesia

AFTA tak Pengaruhi Bisnis Anggrek

09:17 | Wednesday, 13 January 2010
AFTA tak Pengaruhi Bisnis Anggrek, BERTAHAN: Di tengah kekhawatiran dunia usaha nasional akibat diberlakukannya AFTA 2010, bisnis anggrek diyakini tak terkena imbas. Bahkan bisnis ini mampu bertahan. // BERTAHAN: Di tengah kekhawatiran dunia usaha nasional akibat diberlakukannya AFTA 2010, bisnis anggrek diyakini tak terkena imbas. Bahkan bisnis ini mampu bertahan. //

MEDAN- Tahun 2010 ini mulai diberlakukan era perdagangan bebas di Indonesia, hal ini tentu mempengaruhi beberapa bisnis yang ada dan membuat resah sejumlah pengusaha di negeri ini termasuk Medan.

Sebab kebijakan itu dapat berdampak yang tidak baik bagi perkembangan pebisnis di Indonesia. Namun tidak demikian dengan pebisnis anggrek. Meski pintu perdagangan bebas terbuka, justru peluang usaha anggrek lebih bebas mengembangkan sayapnya.
“Kebijakan ini tidak memberikan dampak bagi bisnis tanaman hias, te-rutama anggrek. Sejauh ini kami tak merasa khawatir dengan itu,” kata Yusman seorang pengrajin dan petani anggrek di Medan saat disambangi wartawan Koran ini di sanggar Yusra Floris miliknya, di Jalan Adam Malik, Medan (12/1)kemarin.

Untuk saat ini lanjutnya, penjualan anggrek jenis panda saja sudah mencapai 120 pot setiap bulannya. “Karena memang untuk jenis panda saat ini produknya sedang mengalami kebanjiran, atau banyak stoknya. Selain itu konsumennya juga semakin bertambah, karena memang anggrek panda ini tidak kalah indahnya dengan anggrek-anggrek lainnya,” bilang Yusman.

Dari penjualan satu jenis anggrek saja sudah menunjukkan jika AFTA tak banyak berpengaruh pada bisnis ta-naman hias. “Kita bersyukur juga kalau AFTA tersebut tidak memiliki dampak terhadap bisnis tanaman hias. Tapi, kita tidak tahu kedepannya bagaimana, siapa tahu semua produk tanaman hias didatangkan dari Cina. Itu kalau di sini sudah memang tidak ada lagi produksi  sendiri,” tambah Yusman.
Ia mengatakan, harga anggrek sendiri tidak dipengaruhi oleh apapun. Walau untuk jenis Panda mengalami penurunana harga dari Rp150 ribu per potnya, kini menjadi Rp135 ribu. “Penurunan harga ini tidak ada pengaruh dengan apapun, mengenai harga turun, ini bukan faktor musiman atau lainnya,” terang Yusman. (ika)

Tags:

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

3. Menurut Anda Apa Latar Belakang yang Cocok bagi Calon Wali Kota yang akan Memimpin Medan 5 Tahun Mendatang?

  • Profesional (45%, 73 Votes)
  • Akademisi (13%, 21 Votes)
  • Birokrat (11%, 18 Votes)
  • Politisi (11%, 18 Votes)
  • Pengusaha (11%, 17 Votes)
  • Lain-lain (9%, 14 Votes)

Total Voters: 161

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Ekonomi" Lainnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com