Jalinlah Rasa Simpati dan Saling Pengertian
08:44 | Saturday, 23 January 2010Membangun Jembatan Emosi Antara Pengajar dan Siswa (2)
Untuk menjalin ikatan emosional, guru harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Membangun hubungan dan kenyamanan belajar membutuhkan niat dan kasih sayang.
Komunikasi terbuka akan membuat Anda dapat berbicara lebih jujur dan penuh kasih atas pengamatan Anda tanpa membuat siswa merasa defensif. Dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian, siswa akan memiliki kehidupan yang penuh gairah, mendapatkan jalan memasuki dunia baru, mengetahui minat, dan berbicara dengan bahasa hati mereka.
Ciptakanlah Kegembiraan
Kegembiraan membuat siswa siap belajar dengan lebih mudah, dan kegembiraan dapat mengubah sikap negatif. Jangan putuskan rasa riang dalam proses belajar mengajar, sehingga belajar lepas dari pengalaman yang datar.
Dalam sekolah yang konvensional sering terjadi siswa memulai kegiatan belajarnya dengan beban akan melakukan kerja keras, akan diperintah dengan otoriter. Ini sangat berlawanan dengan belajar yang sebenarnya, ketakjuban, penemuan, permainan, menanyakan sejuta pertanyaan, merasa terlibat, dan merasakan kegembiraan.
Sugesti Positif
Asumsi sering mewarnai -dan bahkan menciptakan- pengalaman. Asumsi negatif cenderung menciptakan pengalaman negatif dan asumsi positif cenderung menciptakan pengalaman positif. Kadang-kadang pengajar secara tidak bijaksana merusak belajar dengan memasukkan sugesti negatif.
Bahasa sugesti positif akan dipahami secara sadar maupun tidak sadar dan karenanya berpengaruh besar pada hasil belajar. Contohnya, setelah menguasai materi ini, kalian akan mampu. Hal ini akan sangat berarti dan penting bagi kalian. Mempelajari hal ini mah gampang banget! Saya tahu, kalian pasti berhasil mempelajari topik ini.
Sugesti jangan sampai menempatkan siswa Anda sebagai seorang anak yang bodoh. Ketika Anda membantu orang lain menggantikan asumsi negatif mereka dengan yang positif, rasa gembira dan lega akan mengalir masuk ke dalam hati siswa dan sangat membantu mereka mempercepat pelajaran.
Jelaskan Apa Manfaatnya
Tujuan cenderung dikaitkan dengan apa, sedangkan manfaat dikaitkan dengan MENGAPA. Siswa akan belajar dengan baik jika mereka mengetahui MENGAPA mereka belajar, dan mengetahui pula relevansinya terhadap diri mereka secara pribadi. Adalah pen-ting sejak awal menggunakan manfaat agar siswa merasa terkait dengan topik pelajaran secara positif.
Guru menanamkan kepada siswa agar memahami manfaat yang akan diperolehnya dari sesuatu yang sedang atau yang akan dilakukan/dikerjakannya. Ketika siswa sudah menemukan manfaatnya, mereka dapat menciptakan minat dan sesuatu yang menarik. Paling tidak, mereka sudah termotivasi mempelajari sesuatu informasi untuk beberapa alasan. Setelah siswa dapat menciptakan minat, maka mereka sudah menemukan kiat untuk memberikan cara yang sangat baik bagi diri mereka untuk mencapai tujuannya.
Berilah Pengakuan
Semua orang senang mendapat pengakuan. Menerima pengakuan membuat siswa merasa bangga, percaya diri, dan bahagia. Memberi pengakuan atas peningkatan kemampuan, keberhasilan, atau prestasi siswa juga merupakan prinsip dasar Quantum Method.
Berilah Keteladanan
Semua aspek-aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran belajar yang diciptakannya. Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh kuat pada proses belajar. Keteladanan adalah kesesuaian antara kata-kata dan tindakan. Memberikan keteladanan kepada siswa merupakan salah satu cara ampuh untuk mengait mereka ke dalam proses belajar. Dus, keteladanan akan menambahkan kekuatan ke dalam pengajaran. (*/habis)
Tags: ruang guru
Beri komentar
1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?
- Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
- Yakin (34%, 65 Votes)
- Tidak Tahu (5%, 10 Votes)
Total Voters: 193

