Mudahnya Menanam Anggrek
09:15, 13/01/2010UNTUK mendapatkan anggrek yang indah, anda tak harus profesional. Jadi jangan berfikir kalau mengurus dan mengembangkan anggrek itu sulit, sebab anggrek termasuk tanaman yang dapat hidup dalam keadaan apapun.
Namun satu hal yang harus diperhatikan, yakni media tanam dan kedekatan antara pemilik dan anggrek itu sendiri. Inilah yang di ungkapkan Ir Yusman, pemilik Yusra Floris yang berada di Jalan Adam Malik,kemarin (12/1).
“Dalam mengembangkan atau mera-wat anggrek, sangatlah sederhana. Pertama yang terpenting adalah ketekunan, kemudian lihat habitat yang tepat untuk jenis anggreknya. Karena anggrek ini tidak sama habitatnya, an-tara jenis yang satu dengan yang lainnya. dan yang terakhir ada-lah kasih saying terhadap anggrek, percuma saja kita memiliki anggrek kalau tidak sayang, maka akan mati begitu saja anggreknya,” jelas Yusman.
Jika ingin mengembangkan tanaman anggrek tidak lah susah, kalau tidak memiliki lahan, anda cukup menggunakan pot. Dengan lahan satu hektar saja anda bisa mengembangkan 50 ribu-an anggrek.
Disamping itu, perawatannya juga tak sulit. Di toko Yusman misalnya, hanya dengan media 10×30 meter dia bisa merawat ribuan tanaman anggrek dari 10 jenis tanaman anggrek, dan beberapa diantaranya di kembangkan di tokonya, untuk mengantisipasi kehabisan stok. Dan semua ini di lakukan tanpa memakai lahan tanam, karena semua di letakkan dalam pot.
“Terkadang kami sering kehabisan stok, dan itu karena barang di pemasok memang tidak ada,” tambahnya. Disebutkannya, anggrek termasuk bandel, karena juga peluang perkembangannya mencapai 90 per-sen.
Media yang digunakan untuk perawatan juga mudah di dapat, apalagi di Medan merupakan surga memperoleh media perawatan tanaman hias. Dalam satu pot berukuran 15 Cm de-ngan kedalaman 10 Cm, hanya butuh media arang dan tenggiang, dengan harga Rp1000.
“Jadi semua itu tergantung kemauan dan kemampuan kita, kalau kita ha-nya mampu merawatnya di pot, maka harganya lebih murah dan gampang dari perawatan tanam. Dan kalau mau indah lagi, letakkan pada batang tenggiangnya,” terangnyan lagi.
Yusman menyebutkan, untuk tanaman anggrek yang ingin di rawat dan di kembangkan dalam pot. Lebih baik menggunakan pot yang berasal dari tanah, karena daya serap airnya juga lebih meresap. Disamping itu harga pot tanah juga lebih murah, hanya Rp2500 untuk ukuran 15cm. “Anggrek jangan sampai mengalami genangan air, kalau bisa begitu di siram, air itu langsung menguap ke semua bagian bunga dan potnya. Tidak boleh juga kering,” jelasnya.
Dan untuk anggrek jenis Ebifhit, hanya perlu di gantung atau di letakkan diatas meja. Tidak perlu lahan khusus untuk perawatannya. Dan waktu berbunga memiliki waktu tertentu, dari remaja hingga masa berbunga hanya memerlukan waktu 1,5 bulan perawatan. Pengembangan mulai dari sidling atau tunas, memakan waktu 8 bulan untuk berbunga, sementara kalau melalui biji 1 tahun 2 bulan. (ika)

