DBL Indonesia

Pentingnya Media dalam Pembelajaran (2-Habis)

08:20 | Saturday, 16 January 2010

Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melakukan perjalanan/liburan, dan sebagainya. 

Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena obyek terlalu besar, obyek terlalu kecil, obyek yang bergerak terlalu lambat, obyek yang bergerak terlalu cepat, obyek yang terlalu kompleks, obyek yang bunyinya terlalu halus, obyek mengandung bahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya, media juga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan, menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis, membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar, memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak

Selain itu, media juga terbagi atas beberapa jenis yaitu, media visual, audial, projected still media, dan  projected motion media. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media adalah bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.  Contoh bila tujuan atau kompetensi peserta didik yang hendak dicapai bersifat menghafalkan kata-kata, tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetaklah yang lebih tepat untuk digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka guru dapat menggunakan media film dan video.

Setelah mengetahui kegunaan sebuah media, kini saatnya kita menentukan media yang tepat guna bagi pembelajaran kita. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita memang membutuhkan media dalam mengajar supaya tercapai hasil yang maksimal. Pertimbangkanlah semua aspek yang ada dalam menentukan pemakaian sebuah media, termasuk aspek biaya. Alangkah kreatifnya seorang guru itu, jika dapat membuat sebuah media dari bahan sederhana dan dengan biaya yang sangat murah. (*)

Tags:

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?

  • Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
  • Yakin (34%, 65 Votes)
  • Tidak Tahu (5%, 10 Votes)

Total Voters: 193

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Pendidikan" Lainnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6637.80 Beli: 6506.80 » HKD Jual: 1192.95 Beli: 1171.65 » CHF Jual: 8685.10 Beli: 8521.10 » GBP Jual: 13961.90 Beli: 13680.90 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com