Siswa Diculik Tebusannya Rp150 Juta
08:49 | Saturday, 23 January 2010MEDAN- Penculikan anak-anak dengan dalih meminta tebusan kepada orangtuanya kembali terjadi di Medan. Kali ini korbannya Steven (14), siswi SMP Wiyatha Dharma Medan. Peristiwa itu terjadi Kamis (21/1) setelah korban pulang sekolah. Sehari setelah penculikan itu, orangtua korban dikejutkan dengan telepon dari orang tak dikenal yang meminta tebusan sebesar Rp150 juta.
Ayah korban Aguan (40), warga Jalan Sei Kera Gang Rezeki No 9 Kelurahan Sei Kera Medan ini pun langsung mendatangi Mapoltabes Medan untuk membuat pengaduan Sayangnya, usai membuat pengaduan Aguan pun langsung pergi meninggalkan Mapoltabes Medan.
Untuk menelusuri kasus itu, wartawan koran ini menyambangi kediamannya di Jalan Sei Kera. Saat itu Aguan tak berada di rumah. Namun Mei Lan ibu korban dan sanak keluarganya tengah berkumpul di rumah toko berlantai dua itu.
Kepada wartawan Mei Len menuturkan, seperti biasa, Kamis (21/1) pagi Steven berangkat ke sekolahnya di SMP Wiyata Dharma di Jalan Wahidin Medan. Sementara Aguan suaminya pergi ke pasar Cemara. Karena sehari-hari Aguan bekerja menjual ikan di tempat itu. “Suami saya sehari-hari jual ikan,” katanya.
Namun setelah pukul 14.00 WIB, Steven tak kunjung pulang. Padahal biasanya remaja berkulit putih berbadan tinggi itu selalu pulang tepat waktu. Namun dia pun belum manaruh curiga. “Biasalah namanya anak-anak. Mungkin dia main di rumah kawannya,” imbuhnya.
Setelah ditunggu hingga malam, ternyata Steven tak juga pulang. Kondisi itu membuatnya dan keluarga mulai resah. Pencarian pun mulai dilakukan dengan menghubungi teman-teman Steven. Namun semua teman yang dihubungi mengaku jika Steven memang masuk sekolah dan hingga selesai jam belajar masih terlihat di sekolah tersebut. “Namun nggak ada yang tahu kemana Stevan setelah pulang sekolah,” tuturnya.
Jumat (22/1) dinihari mereka dikejutkan dengan adanya penelpon gelap minta uang tebusan Rp150 juta dengan ancaman Steven akan dihabisi jika uang itu tak diberikan. “Karena nggak ada duit nggak saya penuhi,” imbuhnya. Setelah berkoordinasi dengan keluarganya, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat pengaduan ke Mapoltabes Medan.
Dia berharap agar penculik anaknya itu segera ditangkap polisi dan anaknya diselamatkan. Sementara mengenai tebusan itu kata dia, keluarganya tak sanggup memenuhi karena jumlahnya terlalu besar. “Suami saya cuma jual ikan mana ada uang kami segitu,” tandasnya.Namun mereka menduga, penculik anaknya itu memang orang yang dikenal. Sebab selama ini Steven kerap diantar temannya pulang ke rumah. “Mungkin saat itu penculiknya pura-pura mengantar,” cetusnya.
Berdasarkan upaya mereka menggunakan supranatural, orang pintar itu mengatakan jika Steven telah dibawa oleh empat orang dan disekap di daerah Jalan Jermal Medan. Paranormal itu juga mengaku jika siang itu Steven dibawa menggunakan mobil Kijang Kapsul berwarna biru. “Supranatural pun udah kami jalaninya, hasilnya masih nihil cuma kami udah dapat gambaran kemana dia dibawa,” beber Mei Lan.
Kasat Reskrim Poltabes Medan, Kompol Gidion Arif Setyawan yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan, namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Sebab, ada dua dugaan terkait kasus ini, yakni benar-benar diculik atau memang rekayasa si Steven untuk meminta uang dari orangtuanya. “Hingga sekarang kasusnya masih kami selidiki,” tandas Gidion.(sya)
Tags: medan, penculikan
Beri komentar
1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?
- Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
- Yakin (34%, 65 Votes)
- Tidak Tahu (5%, 10 Votes)
Total Voters: 193

