Susno Diintai Pria Bersenjata
11:46 | Tuesday, 12 January 2010Dapat SMS Diancam Dibunuh
JAKARTA-Nyali mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji diuji. Keberaniannya tampil sebagai saksi dan membeber sejumlah fakta di persidangan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar berbuah teror.
Melalu pesan singkat (SMS), jenderal polisi berbintang tiga yang tak diberi tugas oleh Mabes Polri tersebut diminta bungkam, tidak boleh berbicara dan membuat pernyataan kepada publik melalui media massa. Kalau tidak diindahkan, Susno dan seorang cucu kesayangannya akan dihabisi.
SMS teror itu mulai masuk ke telepon pribadinya sejak Minggu sore. Beberapa SMS sejenis menyusul masuk setelahnya. ”Saya hanya mengungkapkan kebenaran,” terang Susno menanggapi ancaman tersebut di Jakarta.
Dia menegaskan tidak akan terpengaruh dengan pesan berisi ancaman tersebut. ”Saya tidak akan mundur dengan ancaman ini. Saya pasrah kepada Allah,” katanya Minggu (10/1) lalu
SMS yang dikirimkan dari nomor 087883040055 tidak terdaftar di ponsel Susno. “Saya tidak tahu siapa yang mengirimkan,” imbuhnya.
Selain terror lewat pesan singkat, di sekitar kediaman Susno kerap berkeliaran sejumlah pria tak dikenal. “Saya tahu mereka bersenjata. Saya ini reserse, tahu cara teror seperti ini,” terangnya. Dia mengaku, teror seperti ini bagaimanapun mengganggu ketenangan hidup keluarganya. “Yang saya khawatirkan keluarga saya. Kami mesti hidup berpindah-pindah untuk keamanan,” tuturnya.
Kekhawatiran memang tengah menyelimuti keluarga besar Susno. Apalagi orang-orang yang berkeliaran di seputar tempat tinggal Susno di Cinere, Depok, Jawa Barat kerap mendatangi rumah dan menanyakan keberadaan Susno.
“Beberapa hari ini ada yang datang ke rumah, kami tidak tahu kapasitasnya sebagai apa. Untuk itu kami minta perlindungan,” kata kakak sepupu Susno, Husni Maderi dalam jumpa pers di kediaman Susno di Cinere, Senin (11/1) kemarin.
Dilanjutkannya, keluarga Susno mencoba tidak berprasangka buruk kepada para pria yang berjumlah 2-3 orang tersebut yang mendatangi rumahnya. “Mungkin itu pengawalan, bisa saja itu dikirim untuk mengetahui Pak Susno ada di mana dan sedang apa,” terangnya.
Menurut Husni, Susno bersikap biasa saja meski diteror. Hanya keluarga saja yang mengalami tekanan. “Mentalnya sudah teruji. Cuma yang kasihan ya kita-kita ini,” tuturnya. Melalui Husni, Susno akan meminta perlindungan polri. “Kami (akan) minta pengamanan polisi,” ujar Husni.
Husni sempat mempertanyakan, mengapa Susno yang merupakan perwira tinggi (pati) di Mabes Polri tidak mendapat perlindungan dari Mabes. “Kan dia ini pati bintang tiga, seharusnya polisi tanpa diminta pun tugasnya melindungi warga negara,” tegas Husni.
Husni mengaku, keluarga besarnya mengadakan rapat besar untuk menyikapi ancaman pembunuhan terhadap Susno. Dalam rapat itu, Susno sempat mencurahkan isi hatinya kepada keluarga.
“Dia bilang, saya serba salah posisinya. Saya tidak ladeni pers, saya diginikan. Terus terang kami dilema,” kata Husni.
Husni menambahkan, cucu kesayangan Susno yang diincar sang peneror, kini telah ’diamankan’. “Cucunya itu sudah dipisahkan dari sini. Dialihkan ke tempat yang lebih aman, sudah dua hari ini,” tandas Husni.
Saat konferensi pers, Husni didampingi dua saudara kandung Susno Duaji. Menurut Husni, saat itu Susno sedang berada di dalam rumah dan memilih tidak ikut konferensi pers. “Susno masih di rumah,” katanya.
Tak lama kemudian, Susno keluar rumah dan menyapa wartawan yang sejak tadi menungguinya. “Halo…,” sapa Susno dengan wajah cerah. Namun ia hanya berdiri di depan pintu sambil diapit oleh kerabatnya. Ia mengaku tak gentar dengan ancaman yang diterimanya.
“Ah biasa saja, paling itu pesan supaya saya tidak tidur cepat,” kelakar Susno. Tak lama ia berada di luar rumah, hanya sekitar 2 menit, Susno pun kembali masuk. “Saya tidak bohong kan, nanti dikira saya mau tampil saja,” kata kakak sepupu Susno, Husni Maderi.
Namun Husni enggan memfasilitasi wartawan bertanya seputar isu terkini kepada Susno. Mulai seputar sidang kode etik hingga cabutan gugatan terhadap Bambang Widodo Umar.
“Kalau yang itu nanti saja yah, kita mau fokus ke ini dulu,” jelas Husni. Yang dimaksudnya adalah ancaman pembunuhan pada Susno.
Menanggapi teror yang dialamatkan kepada Komjen Pol Susno Duadji, yang bersangkutan diimbau membuat laporan pengaduan ke polisi dan meminta perlindungan ke divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
“Kalau memang diancam, dia harus melapor ke Polsek. Dan dia sebagai bintang tiga, bisa ke bidang Propam. Dia pasti mendapat pengamanan,” terang anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Novel Ali di Jakarta, kemarin.
Susno, lanjut Novel, harus menggunakan kesempatan dengan menggunakan bantuan polisi terdekat. “Dan tidak ada alasan polisi untuk menolak memberikan pengamanan,” terangnya. Bila memang kemudian kepolisian menolak memberikan pengamanan, Susno dipersilakan melapor ke Kompolnas.
Bagaimana dengan sidang kode etik bagi Susno yang dilakukan Polri? “Itu mekanisme internal, biar berlangsung dahulu,” ujar Novel mengunci percakapan.
Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Oegroseno juga mengusulkan hal yang sama. “Kalau yang mengancam, misalnya polisi, ya lapor ke Propam,” kata Irjen Pol Oegroseno di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, kemarin.
Dia menegaskan, bahwa sebagai seorang warga negara maka Susno punya hak yang sama dalam bidang hukum. Bahwa siapa saya yang mendapatkan ancaman dan merasa keselamatan jiwanya berada di dalam bahaya, dapat melaporkannya ke polisi.
Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak menegaskan, pihaknya akan mengusut pengancaman terhadap Susno Duadji bila jika ada laporan resmi.
“Kita akan mengusut kalau ada laporan resminya,” ujar Sulistyo Ishak.
Menurut Sulistyo, dengan adanya ancaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak terbawa isu-isu yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Kita tidak tahu (pelaku). Kita berharap kita tidak terbawa dengan kemunculan SMS itu. Kan sumbernya kita tidak tahu,” ungkapnya.
Terkait pemeriksaan Susno terkait kehadirannya dalam sidang Antasari Azhar, Sulistyo mengungkapkan penyidik masih memeriksa saksi-saksi.
“Sekarang agendanya dari internal, kita masih minta keterangan dari saksi terkait dalam masalah ini,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak, Senin (11/1).
Namun Sulistyo enggan menyebutkan saksi-saksi yang tengah diperiksa penyidik. Bahkan Mabes Polri belum mengetahui apakah akan memeriksa pengacara Antasari atau tidak.
“Kita belum bisa mengatakan siapa saja. Kita baru nge-list. Dalam proses pengadilan kan ada mekanismenya dan mekanisme itu kita ingin tahu seperti apa,” ungkapnya.
Pihaknya masih menunggu agenda dari tim untuk memeriksa Susno. “Kita masih menunggu agenda dari tim yang ditunjuk untuk menangani itu,” tandasnya.
Kian memanasnya perseteruan Komjen Pol Susno Duadji dengan jajaran Mabes Polri mendapat tanggapan miris Ketua MPR RI Taufiq Kiemas. Suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu meminta kedua pihak berdamai. “Mudah-mudahan dua-duanya sadar, masa merusak institusi sendiri,” kata kata Taufiq di Gedung DPR, kemarin.
Taufiq mencontohkan, jika misalnya dia berantem dengan DPD, itu sama saja dengan merusak keduanya. Karena itu, damai adalah langkah terbaik. “Biar keadaan damai, kasihan 400 ribu anggota di dalamnya. Mudah-mudahan pada insyaf,” imbaunya.
Politikus Senayan lain, Pramono Anung, meminta Polri tidak membiarkan perseteruan di tubuh lembaga itu. Politisi PDIP ini menambahkan, jangan sampai energi dibuang-buang untuk urusan yang tidak produktif. “Saya harap ini bisa diselesaikan. Secara bersama-sama Polri secara kelembagaan bisa menghadapi musuh utama Polri yaitu terorisme,” ujar anggota DPR dari PDIP itu.
Pram mengingatkan tugas Polri belum selesai. “Bagaimana mengayomi masyarakat, menciptakan perlindungan masyarakat dan persoalan terorisme belum selesai. Ini harus jadi prioritas utama,” pintanya. (bbs/net/jpnn)
Tags: Jakarta, polri, susno duadji
Satu komentar untuk “Susno Diintai Pria Bersenjata”
Beri komentar
3. Menurut Anda Apa Latar Belakang yang Cocok bagi Calon Wali Kota yang akan Memimpin Medan 5 Tahun Mendatang?
- Profesional (45%, 73 Votes)
- Akademisi (13%, 21 Votes)
- Birokrat (11%, 18 Votes)
- Politisi (11%, 18 Votes)
- Pengusaha (11%, 17 Votes)
- Lain-lain (9%, 14 Votes)
Total Voters: 161


Kira-kira jadi gak ya, “sang pemangsa” keluar sarang?