DBL Indonesia

Buyung: Tak Mau Diadu Domba

11:19 | Monday, 8 February 2010

JAKARTA-Bekas anggota Wantimpres, Adnan Buyung Nasution, tidak mau diadu domba dengan mantan Mensos Bachtiar Chamsayah, perihal dugaan keterlibatan anaknya, Iken Nasution, dalam kasus dugaan impor sapi fiktif di Depsos tahun 2004-2006. “Saya menghormati Bachtiar Chamsyah. Dia pemimpin umat yang jujur, bersih, dan banyak menolong. Saya tidak mau diadu domba siapapun dengan Bachtiar Chamsyah. Saya tidak mau kasus anak saya dipakai untuk mengadu domba saya dengan Bachtiar,” kata Buyung.

Hal itu dikatakan Buyung menjawab pertanyaan wartawan usai acara diskusi, di Rumah Perubahan, Jalan Panglima Polim, Jaksel, Minggu (7/2). Iken Nasution disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus itu lantaran saat itu ia menjabat Komisaris PT Atmadhira Karya, sebagai perusahaan rekanan yang ditunjuk langsung oleh Departemen Sosial.

Ditanya apakah ada unsur politis dalam kasus impor sapi ini, Buyung tidak mau menduga terlalu jauh. “Saya tidak mau cari sejauh itu. Tidak fair juga, saya belum apa-apa sudah mencari motif politik di balik kasus KPK ini. Kasusnya kan sudah dari 2005. Memang orang bertanya-tanya, kenapa baru sekarang diangkat? Kan begitu kan?” ucap dia.

Buyung mengaku telah berbicara khusus soal masalah dugaan korupsi impor sapi kepada anaknya, Iken Nasution.
“Dia sudah saya katakan, kau harus dewasa, kau harus sportif, berjiwa ksatria. Dan kalau terbukti bersalah, kau dihukum, harus menjalankan hukuman itu,” kata Buyung menirukan nasihat kepada anaknya.

Advokat senior ini juga mengatakan nantinya tidak akan menyusun tim pembela untuk anaknya. “Saya tidak mau. Secara etika profesi, advokat maupun dokter tidak boleh menghadapi anak dan istri sendiri. Saya juga begitu,” jelasnya.
Sementaar itu, Wakil Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy menilai belum ada unsur politis dalam penetapan status tersangka terhadap Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah. 

“DPP tidak menilai ada unsur politis sampai saat ini. Hanya memang kebetulan-kebetulan atau koinsidensinya terlalu beruntun,” ungkapnya di Kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu (7/2).

Romahurmuziy mengatakan DPP PPP sudah menyiapkan bantuan hukum untuk menangani kasus yang menimpa Bachtiar. “Kita sudah menyiapkan sejumlah pengacara, di bawah LBH DPP di samping Pak Bachtiar sendiri menyiapkan pengacaranya,” ungkapnya.
Kendati demikian dia menambahkan, “Ada kebetulan-kebetulan yang tidak memihak kepada PPP, tapi kita coba menepis itu dan mencoba ini murni profesionalitas penegak hukum.”

Bagaimana dengan sikap partai atas kasus Bachtiar? “Saya kira bulat, DPP PPP menyampaikan keprihatinannya yang mendalam, keterkejutan, dan kesedihan atas penetapan (Bachtiar) sebagai tersangka,” tutur anggota Pansus Century itu.

Selama ini, kata Romahurmuziy, Bachtiar dikenal lurus dan bersahaja. “Ada ungkapan-ungkapan mungkin ini terlalu percaya pada bawahan karena memang menteri tidak mungkin menyiapkan berkas-berkas penunjukan langsung ini sendirian, pasti dari bawah,” terang dia.
“Kita hadapi saja sebagai proses hukum. Soal kecewa atau tidak itu relatif saja, yang pasti kita terkejut dan sedih,” sambungnya.
Namun bila kemudian hari ditemukan unsur politis di balik kasus korupsi impor sapi dan mesin jahit, PPP mengancam akan keluar dari koalisi pemerintahan SBY.

“Jika ada unsur politisnya nyata, penarikan koalisi dimungkinkan,” kata Romahurmuziy.
Romahurmuziy menegaskan, sejauh ini PPP masih berpegang pada azas praduga tidak bersalah dalam kasus mantan menteri sosial itu. Desakan keluar dari koalisi, jelas Romi, baru disuarakan Parmusi. DPP PPP belum memberikan sikap. “Itu kan usulan Parmusi. Sejauh ini masih kondisonalitas, kebetulan-kebetulan saja,” tandasnya. (net/jpnn)

Tags: ,

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

1. Apakah Anda Yakin Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sumut akan Efektif Menekan Potensi Korupsi Pejabat Publik?

  • Tidak Yakin (61%, 118 Votes)
  • Yakin (34%, 65 Votes)
  • Tidak Tahu (5%, 10 Votes)

Total Voters: 193

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Nasional" Lainnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com