Pendukung Dhani Terus Bertambah
10:57 | Monday, 8 February 2010BINJAI-Pasangan Dhani Setiawan Isma-Mutia Hafidz, bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai periode 2010-2015, rencananya dideklarasikan pada Jumat (12/2) nanti. Namun, dukungan masyarakat untuk pasangan ini terus bertambah selain dari partai politik.
Dukungan terbaru datang dari Konsorsium Mahasiswa Pemuda Pelajar Binjai (KOMP2B). Ketua KOMP2B Yudhi, Jumat (5/2) mengatakan, pihaknya siap mendukung dan memenangkan pasangan Dhani-Mutia. “Kenapa kami (KOMP2B) siap mendukung dan memenangkan pasangan Dhani-Mutia, sebab pasangan ini sangat cocok. Seperti Ibu Mutia, dia seorang perempuan yang bisa memperhatikan kaum perempuan di Binjai ini,” ujar Yudhi, di posko pemenangan Dhani, Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Binjai Timur.
Yudhi juga mengatakan, Mutia orang yang berwawasan luas. Jadi, jika pasangan ini terpilih, kata Yudhi, Kota Binjai akan mengalami perubahan seperti motto Dhani “Satukan Hati Menuju Perubahan”. “Masyarakat ikut berpastisipasi melakukan perubahan dan dibantu wali kota yang berwawasan luas dan bijaksana,” pujinya.
Selain dari masyarakat, pasangan Dhani-Mutia telah mendapat dukungan dari Partai Demokrat, P3I, Patriot, PDS, Hanura, PAN dan 16 partai non kursi. Dari dukungan parpol itu, syarat pencalonan sudah lebih dari cukup.
Dhani Setiawan Isma SSos mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh pendukungnya, baik parpol, masyarakat mapun mahasiswa. “Dengan dukungan yang diberikan segenap pendukung saya, mudah-mudahan saya terpilih menjadi Wali Kota Binjai. Jika benar saya terpilih, insya Allah saya akan bekerja maksimal melayani masyarakat,” katanya. (mag-4)
Satu komentar untuk “Pendukung Dhani Terus Bertambah”
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311


Pengalaman masyarakat selama ini segudang janji bahkan komitmen para calon kepala daerah penuh menjejali pikiran masyarakat sewaktu mereka belum jadi, nah setelah mereka jadi..apa khabar…? perlahan-lahan arah janji dan komitmenpun bengkok kearah kepentingan pribadi dan kelompok. Artinya saat ini sulit mencari calon kepala daerah yang kredibel dan memiliki sense of crysis, mengapa..? masyarakat selalu disuguhkan para calon yang baik diantara yang buruk…memang..mencalonkan diri merupakan hak azasi..tapi..disetiap rumah kita pasti punya cermin….apakah sudah pantas dan patut…jadi pemimpin..sementara ybs belum teruji keberhasilannya memimpin keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya..dan lantas mau memimpin sekian ratus ribu bahkan jutaan masyarakat…niscaya…yang terjadi lagu lama arransemen baru. Ada beberapa pepatah melayu mengatakan “Muka Buruk Cermin diBelah” “Hidung tak mancung pipi tersorong-sorong”…jangan memaksakan diri seolah-olah mampu dan sanggup membuat dan membawa perubahan..tapi hanya membuat perubahan terhadap ekonomi keluarga pribadi saja bung……tolong disadari…semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan sang Khaliq…apa sanggup…?