Awas Jebakan Belanja di Supermarket
09:37, 12/03/2010Judulnya belanja bulanan, tetapi ketika Anda keluar dari supermarket atau hipermarket, trolley Anda ternyata dipenuhi barang-barang yang tak masuk daftar belanja tersebut. Pemborosan ini terjadi setiap bulan, tetapi Anda tak juga kuasa menghentikannya.
Untuk membeli barang di luar kebutuhan. Untuk menghindari pemborosan, Anda harus tahu bagaimana mereka mengecoh Anda selama ini.
1. Area pintu masuk dan kasir
Hati-hati dengan jebakan di area pintu masuk atau di kasir. Supermarket biasanya meletakkan berbagai produk dengan cara yang menggoda iman seorang impulse buyer seperti Anda. Produk-produk, seperti majalah, CD, DVD, snacks, dan berbagai pernak-pernik lain, mungkin tak Anda perlukan, tetapi akan sulit Anda hindari.
2. Bahan makanan
Para ahli meyakini bahwa buah dan sayur-sayuran diletakkan di bagian depan supermarket karena membeli makanan yang sehat membuat Anda tidak begitu merasa bersalah. Agar tidak tergoda berbelanja terlalu banyak bahan makanan, lakukan pembelanjaan di area ini belakangan. Selain itu, bahan makanan juga tidak cacat karena tertindih barang-barang lainnya.
3. Penawaran khusus
Terlalu banyak penjualan bisa mendorong lebih banyak pembelian. Berbagai penawaran khusus, seperti “beli mi instan lima dapat bonus satu” atau “beli sampo jenis tertentu bisa dapat sampo jenis lain ukuran kecil” bisa mengganggu kemampuan kita menalar. Untuk itu, pikirkan nilai benda tersebut yang sebenarnya dan apakah Anda memang membutuhkannya. Jika hal tersebut hanyalah bahasa marketing, tinggalkan saja.
4. Produk-produk tersembunyi
Jika Anda melewati lorong-lorong yang menawarkan produk murah, tetaplah berjalan. Jika barang yang ditawarkan memang tak ada dalam daftar belanjaan Anda, lewatkan saja.
5. Produk “private label”
Produk-produk yang diberi merek sesuai tempat di mana Anda membelinya, misalnya dari minimarket, supermarket, hingga hipermarket, sering disebut lebih murah daripada produk sejenis dari merek lain. Namun, cara ini tak selalu berhasil. malah dengan membandingkan harga.
6. Sampel makanan
“Meski Anda tidak lapar, mencicipi sepotong makanan menunjukkan sinyal bahwa tubuh Anda siap makan. Harap dihindari agar Anda tak membeli. (net/jpnn)

