Bangun Kognitif Siswa dengan Pembelajaran Remedial
09:51, 01/03/2010Pembelajaran remedial merupakan kelanjutan dari pembelajaran reguler di kelas, hanya ditujukan pada siswa yang masih memerlukan pembelajaran tambahan. Paling tidak ada dua tujuan pembelajaran “pengobatan” atau remedial ini. Pertama setiap siswa berbeda dalam hal kemampuan belajar, standar akademik, belajar di kelas dan kinerja akademik, dan setiap siswa harus belajar.
Dengan pembelajaran remedial setiap siswa yang lambat belajarnya dibandingkan yang lainnya akan dibantu belajarnya, dengan cara menyesuaikan kurikulum sekolah, pendekatan, guru menyiapkan kegiatan belajar dan pengalaman langsung sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.
Di samping itu dirancang pembelajaran secara individual untuk membangun konsep dasar, menuntaskan metode belajar, meningkatkan kepercayaan diri dan menguatkan efektifitas belajar. Kedua, melalui pembelajaran remedial, guru menyiapkan pelatihan yang mengembangkan generic skills, meliputi: hubungan antar personal, berkomunikasi, pemecahan masalah, mengelola diri sendiri, belajar mandiri, berpikir mandiri, mengembangkan kreativitas, dan penggunaan teknologi sebagai sumber belajar.
Di samping itu, pelatihan ini juga membantu siswa menekankan pada belajar sepanjang hayat(life-long learning), membantu mengembangkan sikap positif dan nilai-nilai sebagai bekal belajar selanjutnya dan pengembangan karir.
Siswa yang tergolong kedalam kelompok yang harus dimasukkan kedalam kelompok pembelajaran remedial biasanya mengalami kesulitan dalam hal , sebagai berikut.Kemampuam mengingat kurang. Perhatian yang sangat kurang dan mudah terganggu dengan sesuatu yang lain di sekitarnya pada saat belajar. Secara relatif lemah kemampuam memahami secara menyeluruh. Kurang dalam hal memotivasi dalam belajar. Kurang dalam hal kepercayaan diri dan rendah harapan dirinya.
Lemah dalam kemampuan memecahkan masalah. Sering gagal dalam menyimak suatu gagasan dari suatu informasi. Mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep yang abstrak. Gagal menghubungkan suatu konsep dengan konsep lainnya yang relevan. Memerlukan waktu relative lebih lama dari pada yang lainnya untuk menyelesaikan tugas-tugas.
Dari gambaran tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran remedial dimulai dari identifikasi kebutuhan siswa yang bersangkutan.
Kebutuhan siswa ini dapat ditentukan dengan cara menganalisis kesulitan belajar siswa dalam memahami konsep-konsep tertentu. Pada dasarnya pembelajaran berulang secara generik seperti pembelajaran reguler, hanya perbedaanya terletak pada dua hal. Pertama, pembelajaran beranjak dari kesulitan yang dialami siswa atau kebutuhan siswa tentang konsep yang sulit dipahaminya. Kedua, proses pembangunan pengetahuan pada diri siswa disesuaikan dengan kebutuhan ndividual siswa , artinya tidak harus mengurut fase pembelajaran yang dilalui.
Dari kebutuhan siswa dapat langsung menuju pada pembangunan dan pengajuan eksplanasi ilmiah dan solusi, kemudian mencari informasi-informasi yang relevan sebagai pendukung terhadap eksplanasi dan solusi tersebut.
Untuk hal ini, bantuan guru harus dilakukan secara intensif, dapat berupa melengkapi lembar kerja siswa (LKS), menjawab pertanyaan-pertanyaan, membangun model, dan membuat keputusan atau kesimpulan.
Bantuan yang diberikan guru dalam membangun kognitif siswa dilakukan secara individual. Sesuai dengan kesulitan masing-masing siswa. (habis)

