Datangi Ibunda Bawa Kue Berumur Mingguan

10:52, 14/03/2010
Datangi Ibunda Bawa Kue Berumur Mingguan

Ketika Sinta Nuriyah Merayakan Ultah Pertama tanpa Gus Dur 

Ny Sinta Nuriyah, isteri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemarin merayakan ulang tahunnya ke-62 di kediaman Ciganjur. Ini adalah perayaan pertama tanpa didampingi suami. 

DIAN WAHYUDI, Jakarta

SEBAGAI istri, kepergian Gus Dur tentu membawa duka mendalam bagi Sinta Nuriyah. Tak mudah untuk menghapus duka itu. Ini disadari oleh para puteri Gus Dur. Karena itu, mereka tak henti-hentinya menghibur wanita yang dinikahi Gus Dur sejak 11 September 1971 tersebut.
Salah satu upaya untuk menghibur sang ibunda adalah dengan merayakan ulang tahunnya yang sebenarnya jatuh pada 8 Maret lalu. Sejak sehari sebelumnya, empat puteri Gus Dur diam-diam telah membicarakan bagaimana cara merayakan ulang tahun ibundanya agar berkesan. 
”Kami berpikir keras untuk bisa membuat sesuatu yang bisa membahagiakan mama. Saya sampai keluar masuk toko

Tapi ternyata tetap saja tak ketemu bentuknya seperti apa hingga 8 Maret dini hari,” cerita putri bungsu almarhum Gus Dur, Inayah Wulandari, saat perayaan susulan ultah Sinta Nuriyah, di Ciganjur, Jakarta Selatan, kemarin (13/3).

Baru setelah lewat tengah malam itu, putri sulung Gus Dur Alissa Qotrunnada akhirnya memberikan solusi. ”Kita diajak untuk mengucapkan selamat saja sama-sama,” lanjut Inayah. Maka, ide itu pun dilaksanakan pada 8 Maret tengah malam. Saat itu, keempat puteri Gus Dur itu masuk ke kamar mamanya. Agar tetap ada nuansa ulang tahun, mereka mencari-cari kue di kulkas. Ternyata di lemari pendingin itu ada beberapa potong kue sisa berumur sekitar semingguan. Setelah kue didapat, dicarilah lilin hingga ketemu potongan lilin seadanya. Kue dan lilin itulah yang kemudian dibawa masuk ke kamar Ny Sinta oleh empat puterinya.

”Mama saat itu surprise, dan kelihatan bahagia. Tapi kami sempat takut juga, karena kue yang dimakan itu sudah lama disimpan di kulkas,” kata alumnus Fakultas Sastra UI itu, disambut tawa para keluarga dan kerabat yang hadir.

Dan kemarin, ultah Ny Sinta kembali dirayakan dengan sangat sederhana. Acara itu dihadiri beberapa orang saja. Hanya sekitar puluhan keluarga dan beberapa kerabat yang hadir. Mereka berkumpul di ruang tengah kediaman almarhum Gus Dur. Ultah susulan itu dirayakan bersamaan dengan acara pertemuan keluarga Bani Wahid.

Pada perayaan ultah tersebut, hanya ditandai kue ulang tahun yang ditempatkan di atas meja kecil. Bagian tengah kue dengan hiasan buah strawberry di bagian sisinya itu dipasang foto Sinta Nuriyah yang sedang tersenyum ceria. Dua lilin berbentuk angka enam dan dua tak ketinggalan ikut melengkapi aksesoris kue sederhana berukuran sekitar 50 x 30 sentimeter itu. ”Kalau ini jangan khawatir ikut makan, masih baru dibuat kok tidak seperti yang kemarin (saat hari-H ultah Sinta Nuriyah),” gurau Inayah, kembali.

Di pihak keluarga selain keempat putri, menantu, dan cucu, tampak beberapa saudara kandung Gus Dur ikut hadir. Di antaranya Aisyah Wahid, Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Umar Wahid, dan Lily Chadijah Wahid.

Mereka secara hangat ikut bergantian bersama kerabat lainnya bergantian menyalami Sinta Nuriyah. Senyum terus mengembang dari bibirnya. ”(Acara) Ini inisiatif anak-anak saja, mungkin karena kebetulan lagi ada acara pertemuan keluarga di sini, jadi sekalian dibarengkan,” ujar Sinta Nuriyah.

Pertemuan keluarga Bani Wahid itu dilakukan sebelum peringatan susulan ultah Sinta Nuriyah. Pertemuan itu khusus membahas kelanjutan Yayasan Wahid Hasyim sepeninggal Gus Dur yang selama ini bertindak sebagai pimpinan.

Yayasan ini salah satunya membawahi Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ciganjur, yang telah dirintis sejak awal 1980-an oleh Gus Dur. Pada kesempatan pertemuan itu, adik-adik Gus Dur dan sejumlah generasi ketiga bani Wahid sepakat melanjutkan pembangunan pesantren. ”Sebab, ini juga menjadi cita-cita Ibu Sholichah Wahid, ibunda kami semasa masih hidup,” ujar Aisyah Wahid.

Pertemuan tersebut juga memutuskan, bahwa pengelolaan Yayasan Wahid Hasyim sudah diturunkan kepada generasi ketiga (cucu KH A. Wahid Hasyim). Susunan pengurusnya, Atik binti Umar Wahid sebagai ketua, didampingi Irfan Wahid (putera Gus Sholah) dan Alissa Qotrunnada Wahid (puteri sulung Gus Dur) sebagai wakil.(kum/jpnn)

gusdur-family

[ketgambar]TIUP LILIN: Sinta Nuriyah (tengah) meniup lilin ulang tahun saat merayakan ultah pasca meninggalnya Gus Dur. // [/ketgambar]

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar