Hartanya Kian Berlipat

10:23, 12/03/2010

Melirik Peringkat Orang Kaya Indonesia Versi Forbes 

Majalah Forbes kembali melansir daftar 1.000 orang terkaya dunia, Kamis (11/3). Tujuh orang konglemerat berkewarnegaraan Indonesia masuk dalam daftar bergengsi itu.

Untuk Indonesia, pemilik grup Djarum, Budi Hartono dan Michael Har tono masih berada di posisi puncak dengan nilai kekayaan masing-masing 3,5 miliar dolar AS atau total 7 miliar dolar AS. Jika dirupiahkan, kekayaan abang beradik itu setara Rp64,4 triliun (kurs dolar AS = Rp9.200).

Di bawah ranking abang-adik itu, menyusul Martua Sitorus dengan kekayaan bersih 3,0 miliar dolar AS atau 27,6 triliun rupiah. Kekayaan Martua Sitorus itu jauh lebih besar dari total APBD 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara tahun 2010 ini.

Forbes menuliskan, investor kini sedang sangat mencintai Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sedang bagus. Tak heran jika nilai kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia pun meningkat. Secara total, nilai kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia meningkat tajam dari 21 miliar dolar pada tahun 2008 menjadi 42 miliar dolar AS pada akhir tahun 2009. Akumulasi kekayaan para konglemerat itu naik dua kali lipat.

Peter Sondakh, juga konsisten masuk daftar konglemerat terkaya di dunia. Pemilik Rajawali Group itu mengelola bisnis telekomunikasi, keperluan rumah tangga, transportasi, perhotelan Pengusaha satu ini kekayaannya relatif tetap, tidak terlalu terpengaruh oleh krisis global. Bos Group Rajawali ini menguasai bisnis yang relatif tersebar. Groupnya menguasai Taxi Express, terbesar kedua di Indonesia. Dia memiliki juga bagian di Semen Gresik, dan menjual sahamnya di Excelcomindo lebih dari 400 juta juta dolar AS tahun 2007. Groupnya juga bekerja sama dengan pemerintah Kamboja untuk mengembangkan armada pesawat terbang nasional. Memiliki St. Regis hotel di Bali dan rumah liburan di Beverly Hill. Tahun ini, ia memiliki kekayaan bersih 2,2 miliar dolar AS dan ranking 437 orang terkaya dunia.
Konglemerat yang hartanya terus berlipat adalah Dato’ Low Tuck Kwong, pemilik mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Akhir tahun 2009 lalu,

Dato’ Low sudah membeli saham BYAN ini di kisaran harga Rp5.781,25 per saham untuk tujuan investasi. Total saham BYAN dalam genggamannya mencapai 1.969.381.000 lembar saham. Setelah itu, Dato’ masih membeli saham Bayan Resources, yang menambahkan batu bara di Pulau Kalimantan itu.
Karena harga batu bara terus naik, kekayaan Dato’ pun berlipat ganda.  Dato’ Low Tuck Kwong berada di urutan ke-828 orang terkaya dunia dan ranking enam di Indonesia. Dengan perusahaan batu bara Bayan Resources, pengusaha kelahiran Singapura ini mempunyai kekayaan 1,2 miliar dolar AS. Harta milik pria berusia 61 tahun ini meningkat sedikit dari kekayaan yang dilansir Forbes Asia pada akhir 2009, senilai 1,18 miliar dolar AS.

Dan, orang ketujuh Indonesia yang masuk ke daftar 1.000 orang terkaya dunia 2010 adalah bos Para Grup Chairul Tanjung yang mempunyai kekayaan 1 miliar dolar AS, menempati posisi ke-937. Kekayaan pemilik stasiun televisi, bank dan sejumlah perusahaan besar itu, meningkat sedikit dari posisi akhir 2009 senilai 990 juta dolar AS. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 senilai 625 juta dolar AS, harga Chairul Tanjung terbilang melonjak tajam triliunan rupiah.   Kekayaan konglomerat sektor batubara yang juga pemilik Bumi Resources yakni Aburizal Bakrie juga pernah melompat tajam di peringkat Forbes. Ditahun 2008, harta Ical-sapaan akrab Aburizal Bakrie-masih senilai 850 juta dolar AS. Tetapi, tahun 2009 harta mantan Menko Kesra itu berlipat ganda menjadi 2,5 miliar dolar AS atau hampir Rp24 triliun ketika itu.

Dengan harta Rp24 triliun, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi ke-4 orang terkaya di Indonesia. Tetapi, peringkat terbaru di 2010, Ical tidak masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dan juga tidak masuk 7 besar orang terkaya di Indonesia. Pajak-pajak perusahaan milik Ical juga kini tengah diselidiki Direktorat Pajak. (net/forbes/bbs)

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar