Jual Senjata Senilai Rp8 Juta

10:30, 11/03/2010
Jual Senjata Senilai Rp8 Juta

Menelusuri Pecandu Game Online di Medan

Johan Jabrik enggan memalingkan matanya dari monitor di depannya. Jemarinya sibuk mengutak-atik strategi sambil menggeser-geser mouse komputernya. Di Vika Net Jalan Jamin Ginting, Johan yang lebih dikenal dengan nama Jabrik, Selasa siang asyik memainkan sebuah game online bernama Defense of the Ancients (DotA).

Untuk melancarkan  hobinya ini, Johan harus pintar membagi waktu.  Yang jujur saja lebih ban yak dicuri-curi. Fokus lantas terbagi, antara kuliah dan ngegame. Tapi itu bukan halangan baginya. Karena game adalah hal utama yang harus dilakoninya.

Tak heran, Johan sudah gemar memainkan game online khususnya DotA tadi. Tercatat lebih lima tahun dia sudah kesengsem dengan game satu ini. Sejak masih duduk di bangku SMP, Johan sudah mahir utak-atik taktik ngegame.

Kebetulan yang doyan memainkan DotA, sudah punya komunitas tersendiri. Di Medan, nama komunitasnya Dota Community Medan. Lebih luasnya, komunitas penggila game ini tersebar di seluruh dunia.

Namanya saja online, sudah tentu game ini memungkinkan untuk dimainkan lintas wilayah. Hal yang lumrah ketika para komunitas DotA yang ada di Medan fight melawan komunitas yang ada di luar sana. Walaupun tak jarang antar komunitas yang sama-sama nongkrong di warnet yang sama, sering saling perang.

“Tak bisa disebutkan kenapa suka. Suka ya suka saja. Susah jelasinnya,” kata Johan ketika ditanyai apa nikmatnya main DotA. “Yang jelas saya sudah memainkan game ini selama lima tahun lebih. Sejak saya masih SMP sampai kini sudah kuliah. Dan menurut saya hingga saat ini masih asyik-asyik saja,” sambungnya.

Dalam menjalani hobinya itu, Johan pun tak sungkan mengeluarkan biaya tambahan. Biaya itu tentu saja kebanyakan untuk bayar warnet tempat dia biasa memainkan game kesukaannya itu. “Biaya tergantung juga. Karena saya masih bisa memanajemen.  Paling sekitar Rp200-300 ribu perbulan,” terang Johan.

Lantas bagaimana soal waktu? Nah, yang satu ini adalah penyakit bagi para gamer. Soal waktu memang menjadi momok utama yang harus bisa diatur sedemikian rupa. Pasalnya, banyak di antara gamer yang tak lagi peduli soal waktu kalau sedang masyuk main game. “Bolos sesekali saja. Tapi tak sering. Saya masih bagi waktu. Tapi kalau temen-temen banyak yang kebablasan. Asal diajak kuliah, mereka bilang nanti sajalah lagi tanggung ni,” kata Johan lagi.

Lebih dari itu, di antara gamer banyak yang rela tidur hingga makan dan minum di warnet. Semua itu demi hobi bermain di dunia maya. Seperti yang dialami Ronald, Fitrah, Ardi Syahputra dan Ali Sani. Mereka-mereka ini lebih senang bergadang demi game. “Malam online sampai pagi. Sore bangun, makan. Malamnya online lagi,” kata Ronal yang sering bergameonline ria di warnet-warnet di Jalan Pancing.

“Candu ngegame ini kurang lebih seperti candu merokok atau nikotin. Kalau sehari tak menyentuh game, sama rasanay seperti tak merokok satu harian. Bagi yang perokok pasti tau rasanya,” sambung Ali Sani yang sering mangkal di warnet di kawasan Jalan HM Yamin Medan.
Kasat mata, apa yang dilakukan para pecandu game online ini tak bisa diterima akal sehat. Masak ada yang rela meninggalkan aktivitasnya hanya demi game. Tapi itulah faktanya.

Di samping hobi, para pecandu game online nyatanya juga punya target-target tertentu. Di samping kepuasan batin, ada juga celah rezeki yang bisa dimaksimalkan dari hobi tadi. Ya, pundi-pundi rupiah bisa mengalir deras ke kantong mereka para pecandu game online.
Pada beberapa game online seperti Point Blank, dikenal istilah voucher. Ibarat membeli pulsa, voucher ini berguna untuk membeli beragam hal yang bisa menambah andal jagoan kita dalam game itu. Menariknya, ketika kita sudah berada di level mahir dalam memainkan satu game online, kita bisa dengan seksama membuat poin di game itu menjadi bernilai.

“Misalnya menjual senjata hasil karya kita sendiri. Ketika senjata itu sudah benar-benar mantap dalam membasmi musuh-musuh di game kesayangan kita, senjata itu bisa dijual dengan harga tinggi. Baru-baru ini ada gamer dari Aceh yang datang ke kami dan membeli senjata hasil karya teman dengan harga Rp8 juta,” terang Rafli pencinta game online yang sering mangkal di Stick Net Setia Budi.

Hal itu tak dipungkiri Rizal, operator sekaligus pengembang di Stick Net Jalan Setia Budi. Dikatakannya, dari game online ini memang bisa menghasilkan duit. “Selain dari game online ternama seperti DotA dan Point Blank yang saat ini digemari, dari game online di situs jejaring sosial semisal Facebook, juga bisa dijadikan ajang cari duit. Pada game Zynga Poker misalnya,” terangnya.

Ya, belakangan ini Zynga perusahaan game yang menggandengkan diri dengan sejumlah situs jejaring sosial ini mencuat ke permukaan. Di sejumlah warnet di Medan, Poker salah satu game andalan Zynga yang ada di Facebook lebih sering dimainkan.

Perhari, game ini bisa dimainkan lebih dari 200.000 gamer dari seluruh dunia. Hal itu yang menjadikan game satu ini menarik. Di samping peluang mendapatkan duit tadi. Ya, bagi pemain Zynga Poker yang ulung dan bisa menghasilkan banyak modal yang disebut chip, maka dia berpeluang mendapatkan duit. Karena hanya pemain Poker yang ‘miskin’ karena chipnya sedikit. Nah di Medan, rata-rata chip ini dijual Rp7-10 ribu per satu jutanya.

Praktik penjualan chip yang begini tentu saja ilegal. Kalau kita butuh chip untuk bermain, Zynga sebenarnya menyediakannya. Namun harus memesan lewat kartu kredit dengan harga yang cukup mahal. Sekitar Rp16 ribu persatu jutanya setelah dirupiahkan.

“Asal lepas uang warnet, makan rokok, berapa aja kadang saya jual chip poker saya. Kita tahan lama-lama dengan jumlah chip yang banyak pun bahaya. Kadang bisa dibinasakan oleh Zynga karena ilegal ataupun karena ulah para heacker,” sebut Adi yang biasa mangkal di warnet di kawasan Jalan Merak Medan Sunggal. (ful)

—-

Bisa Sampai Mati

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Hanover, Jerman mengatakan, game online bisa mengakibatkan kepribadian ganda. Seorang wanita yang sering main game online tiap hari selama 3 bulan, dengan memainkan beberapa tokoh yang berbeda. Ternyata, tokoh-tokoh imajinasi itu mengambil alih kepribadiannya. Sehingga, wanita tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosialnya.

Banyak psikolog Indonesia yang mengatakan, dampak psikis orang yang suka memainkan game online adalah sulitnya konsentrasi dan susahnya bersosialisasi. Karena terus-terusan keasyikan main game bahkan kecanduan, itu akan membuat orang malas belajar dan sulit berkonsentrasi. Banyak pelajar suka bolos, demi mainan ini. Dampak sosialnya, game online bikin orang jadi cuek, kurang peduli dengan lingkungannya.

Akio Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai dampak video game pada aktivitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting yang antara lain:

Pertama, penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi, dan lain sebagainya.

Kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi di mana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya.

Seorang psikolog Margaretha Soleman, MSi, PSi menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online. Secara sosial, hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
Selain itu, dapat memicu melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong, mencuri uang.

Yang paling fatal, secara fisik terkena paparan radiasi komputer dapat merusak saraf mata dan otak. Kesehatan jantung menurun akibat bergadang 24 jam, ginjal dan lambung juga terpengaruh, lupa makan hingga bisa mati! (net/bbs)

Manajemen Waktu, Latihlah Diri

Kalau sudah kecanduan, tentu saja apapun hobi kita pasti punya dampak negatif. Termasuk hobi game tadi. Untuk itu, dibutuhkan kendali diri yang benar-benar dari hati. Tak harus menghentikan hobi dengan total, melainkan mengurangi intensitasnya.

Dikatakan Antis Naibaho, MPsi Kepala Psikolog RS Pirngadi Medan, pecandu game online ini sama halnya dengan para penghobi lain. Karena kecintaan, dan rasa menarik untuk diminati, maka para pecinta game ini bisa lupa daratan.

“Yang jelas pasti game itu menarik. Makanya banyak yang suka dan kerap lupa waktu,” terang Antis.

“Di samping itu pasti game itu punya daya tarik yang sesuai dengan keinginan. Kalau tidak pasti tidak sampai maniak,” sambung Antis.
Nah, untuk itulah dibutuhkan kesadaran diri dan disiplin dari diri sendiri. Karena kalau dibiarkan, hal ini bisa membahayakan bagi si pelaku dan orang-orang di sekitarnya. “Efeknya bisa lebih parah apabilah dibiarkan. Mula-mula lupa waktu, lama-lama  lupa keluarga,” lanjut Antis.
Mencegahnya, dikatakan Antis harus dimulai dari diri sendiri. Misalnya begini. Selama ini kita main game dalam sehari lima jam. Maka ke depannya, kita harus tekadkan dalam diri sendiri untuk bermain hanya satu jam saja sehari. “Kita harus berikan batasan dan pengurangan. Kalau biasanya lima jam sehari jadi satu jam sehari. Walau berat karena lagi asyik, tapi kita harus bisa menghentikan. Itu sebagai latihan kepada diri sendiri,” pungkas Antis. (ful)

game-online

[ketgambar]ANTUSIAS: Para gamer terlihat antusias menjajal game on line di satu stand ketika pameran di Plaza Medan Fair, Senin (1/3). Antusias kawula muda Medan terhadap Game Online makin meningkat  belakangan ini. // ANDRI GINTING/SUMUT POS[/ketgambar]

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar