Selamatkan Situs Sejarah

Menyelamatkan warisan sejarah merupakan satu hal yang sangat penting dilakukan. Apalagi, belakangan ini banyak situs sejarah seperti bangunan-bangunan bersejarah yang dihancurkan. Jadi, siapa yang harus bertanggung jawab atas pelestarian peninggalan-peninggaan sejarah ini? Berikut bincang-bincang Kepala Pussis-Unimed Ichwan Azhari, dengan wartawan koran ini Rahmat Sazaly, Jum’at (1/4).
Menurut Anda, apa yang harus dilakukan dalam misi penyelamatan warisan sejarah di Sumut?
Upaya-upaya yang dapat dilakukan dengan menjadikan situs-situs sejarah sebagai lahan praktik dan destinasi wisata sejarah. Seperti Kota Cina sebagai lahan praktek arkeologi, pendirian site museum ataupun destinasi wisata sejarah dan budaya patut diapresiasi. Karena dengan seperti itulah, perhatian terhadap situs bersejarah dapat dimaksimalkan. Selain itu, upaya penyelamatan situs dapat dilakukan dengan metode manajemen sumberdaya budaya yang meliputi sumberdaya bersifat fisik dan non fisik.
Apa yang menyebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap warisan sejarah?
Sebenarnya warisan sejarah tersebut kurang diperhatikan akibat tidak adanya law enforcement dan political will dari pemerintah ataupun instansi terkait. Pemerintah Indonesia cenderung melihat dan menilai warisan dari segi ekonomi, sehingga hal tersebut kerap menjadi landasan pemusnahan warisan budaya dan sejarah itu.

Seharusnya seperti apa tindakan pemerintah yang kita harapkan?
Tak seharusnya bangunan bersejarah di Kota Medan itu dihancurkan, karena disamping banyak mengandung nilai-nilai historis sebagai bukti kejayaan kota Medan, juga mencerminkan ikon Kota Medan sebagai kota yang dibangun oleh Perkebunan Deli. Namun sayang, terbukti pemerintah masih kurang memperhatikan bangunan-bangunan bersejarah itu sehingga cenderung dimusnahkan.

Selain itu, apa yang dapat kita lakukan lagi dalam misi penyelamatan warisan sejarah?
Kita dapat menggandeng mahasiswa untuk ikut melestarikan warisan sejarah tersebut. Seperti melakukan citytours di beberapa bangunan bersejarah (historical building) di Kota Medan. Saya yakin, mereka itu adalah mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap warisan sejarah yang saat ini harus kita selamatkan.

Dengan begitu akan tumbuh kesadaran mahasiswa warisan sejarah seperti yang ada di museum juga dapat digunakan sebagai satu sarana pendidikan sejarah, kebudayaan dan lain-lain yang berhubungan dengan aktifitas masa lalu, kini dan masa depan masyarakat.

Selain itu, kunjungan mahasiswa tersebut sangat bermanfaat terutama untuk mendorong penyelamatan bangunan bersejarah dan situs-situs sejarah yang terdapat di Sumut. Dengan cara itu diharapkan akan tumbuh kesadaran sejarah mahasiswa yang berkontribusi terhadap upaya penyelamatan warisan sejarah yang ada di seluruh nusantara.

Oleh karena itu, hal utama dan pertama yang mesti ditumbuh kembangkan adalah kesadaran sejarah. Kesadaran seperti itu hanya bisa bertumbuh dan kembang apabila mahasiswa mampu menunjuk keberadaan warisan dimaksud. Tambah lagi dengan adanya political will serta law enforcement dari pemerintah. Tanpa itu, niscaya warisan sejarah dapat diselamatkan. (*)

Tagged:

Berita terkait: