Rumah Horti dan Kulit Kayu Akway Jadi Incaran

Dari Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N)
MEDAN- Salah satu yang menarik dalam pameran Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) yang diselenggarakan di Jalan Gatot Subroto Medan, adalah Rumah Horti.

Arena ini menjadi lokasi favorit yang dibanyak dikunjungi karena memiliki desain unik yang terbuat dari tiang-tiang bambu, bertingkat dua dengan atap daun nipah kering, mencerminkan nuansa tradisional pedesaan.

Apalagi, dinikmati langsung dari dalam rumah. Nuansa pedesaan begitu kental dengan beragam hiasan dari berbagai tanaman dan ranting kayu di halaman rumah.

Di bagian dalam, terdapat berbagai jenis buah-buahan seperti  mangga, alpukat, jambu, pisang, kuini, melon, pepaya, belimbing, nenas, sawo, jeruk dan markisa. Selain itu, berbagai jenis sayur-sayuran segar juga ada, seperti terong, kacang panjang, cabai merah, paprika, kol, tomat, kentang dan lain sebagainya.

Tanaman jenis jamu-jamuan juga tersedia di dalam rumah, seperti jahe, kunyit, kencur dan lainnya. Uniknya lagi, di rumah Horti ini, ada hiasan berbentuk rangkaian bunga yang terbuat dari berbagai jenis buah, sehingga mengundang pengunjung untuk mengabadikan moment penting itu melalui beragam kamera yang dimiliki. ‘’Untuk kenang-kenangan, karena even ini baru pertama kali digelar. Jadi kapan lagi bisa menyaksikan dan mengabadikannya, kalau tidak di PF2N ini,’ ‘ujar Ria (30), salah seorang pengunjung dari Kecamatan Sunggal.

Selain Rumah Horti, stan yang juga paling ramai dikunjungi masyarakat adalah stand Papua. Pihak Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, juga tampak antusias memamerkan komoditi unggulan daerahnya kepada pengunjung PF2N.  Salah satu komoditi ungggulan yang menarik pengunjung yakni kulit  kayu akway  kering.

Menurut Tonci, petugas stan Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat mengatakan, bagi masyarakat Papua, kulit kayu akway kering sangat berguna untuk menambah daya tahan tubuh atau stamina tubuh.

“Kulit kayu akway kering memiliki banyak khasiat. Terutama untuk menambah daya tahan tubuh atau stamina tubuh agar tidak lelah,” katanya.

Tonci menjelaskan, suku-suku di Papua mengenal kulit kayu akway kering sebagai tanaman obat-obatan dan juga memiliki khasiat untuk mencegah rasa kantuk. Selain itu, obat organik ini aman untuk dikonsumsi oleh siapa pun dan dalam keadaan apapun. (ram)

Berita terkait: