PMI Ajak Banyak Orang Jadi Pendonor Tetap

Wali Kota Terima Audiensi Pengurus PMI Kota Medan
Kekurangan darah di Kota Medan bisa segera teratasi oleh kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang baru. Penyelesaian kekurangan itu bisa tuntas jika pengurus yang baru mampu mengembangkan sayap mencari anggota pendonor tetap.

AUDIENSI: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM (4 kanan)  pejabat eselon II Pemko Medan menerima audiensi Ketua PAW PMI Kota Medan Musa Rajekshah  pengurus  ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Senin (6/8).

AUDIENSI: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM (4 kanan) dan pejabat eselon II Pemko Medan menerima audiensi Ketua PAW PMI Kota Medan Musa Rajekshah dan pengurus di ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Senin (6/8).


Keinginan stok darah di Kota Medan disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Drs Darusalam Pohan dan Kadis Kesehatan dr Edwin Effendi MSc saat menerima audiensi pengurus pergantian antar waktu (PAW) PMI Kota Medan di bawah kepemimpinan Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah.

Dalam sambutannya di ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Rahudman mengatakan, terbentuknya kepengurusan baru PMI Kota Medan ini diharapkan persoalan terkait kekurangan darah, yang selama ini dikeluhkan bisa teratasi. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu, yang terkadang kesulitan mendapatkan kantong darah.

“Ini tak boleh lagi terjadi, secepatnya Pemko Medan bersama PMI Kota Medan terus mengkampanyekan donor darah, sehingga Kota Medan tak pernah kekurangan darah atau kekurangan pendonor,” katanya.

Untuk memenuhi stok darah di Kota Medan, Wali Kota Medan mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan untuk ikut menjadi anggota tetap donor darah PMI Kota Medan. Formulir untuk kesediaan menjadi donor tetap akan sebarkan ke PNS Pemko Medan oleh PMI Kota Medan, hal ini sebagai bagian memenuhi stok darah di bank darah milik PMI Kota Medan ini.

“Sebagai Wali Kota, saya merupakan pendonor darah tetap di PMI Kota Medan. Hampir tiga bulan sekali, saya pasti mendonorkan darah. Jadi tidak hanya pegawai, saya mengharapkan masyarakat mau mendonorkan darahnya. Karena dengan mendonorkan darah bisa beramal dan tubuh bisa menjadi sehat,” ujarnya.

Selanjutnya, Rahudman menyampaikan saran kepada pengurus PMI Kota Medan agar terus mengembangkan sayapnya mencari pendonor baru. Seperti siswa yang baru tamat sekolah menengah atas (SMA) atau instansi lainnya di Kota Medan ini. Dengan cara menjalin komunikasi ke beberapa lembaga, maka hasilnya stok darah bisa lebih baik.

Menyikapi adanya keinginan PMI Kota Medan membentuk kepengurusan PMI tingkat kecamatan, sekolah dan perguruan tinggi. Orang nomor satu di Pemko Medan itu langsung mengapresasi dan mendukung pola yang rencananya dibuat PMI Kota Medan itu.

“Bagus itu, harus dilakukan untuk mencari anggota anggota pendonor darah tetap lebih banyak lagi, dan semestinya dilakukan segera mungkin,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengimbau, kepada masyarakat untuk mensukarelakan darahnya untuk didonorkan menyumbangkan ke PMI Kota Medan, sehingga stok darah di Kota Medan benar-benar tetap terjaga dan aman.

Ke depan, Rahudman berharap, langkah yang dilakukan Ijeck sebagai Ketua PMI Kota Medan sekiranya mampu mengatasi persoalan kekurangan darah, yang selama ini terjadi dan bisa mengantisipasi kekurangan darah.(gus)

Orang Berpuasa Tetap Boleh Donor Darah

Di bulan suci Ramadan 1433 H, jumlah pendonor mulai berkurang. Bahkan, sekarang ini PMI Kota Medan buruh sebanyak 3 ribu kantong darah. Jumlah itu digunakan untuk memenuhi standar bank darah di satu wilayah perkotaan.

Demikian terungkap saat perbincangan Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) PMI Kota Medan periode 2008-2015 Musa Rajekshah bersama pengurus lainnya saat audiensi dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Kantor Wali Kota Medan.

Dalam kunjungannya, Musa Rajekshah yang biasa disapa Ijeck menyebutkan, kehadirannya menumui Wali Kota Medan bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru dan sekaligus memaparkan program kerja ke depannya.

Dia menyebutkan, di Kota Medan menargetkan memenuhi kebutuhan darah sebanyak 3 ribu kantong. Untuk memperolehnya dibutuhkan kebersamaan dan keyakinan dari kita semua bahwa donor darah itu untuk kesehatan orang-orang yang sehat. Ijeck memaparkan, selama ini PMI Kota bisa menghasilkan 100 pendonor darah untuk 100 kantor darah per hari, tapi berhubung bulan suci Ramadan, pendonor turun drastis, sehingga untuk memenuhi stock darah belum juga tercukupi.

“Padahal donor darah bagi orang berpuasa tidak berpengaruh kepada kesehatan dan daya tahan tubuhnya, seharusnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini masyarakat semakin gencar mendonorkan darahnya untuk kesehatan dan amal,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Ijeck mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan darah itu, pengurus sudah memasuki kecamatan, sekolah sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan untuk membantu PMI mensosialisasikan kepada masyarakat akan manfaat donor darah maupun kepada orang lain.

Kepada wali kota, Ijeck meminta dukungan dalam membentuk pengurus PMI di masing-masing kecamatan. Rencana itu direalisasikannya usai hari Raya Idul Fitri 1433 H. Sebelum pelantikan pengurus PMI Kecamatan dilakukan, seluruh pengurus akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberi pelatihan. (gus)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar