Mudik Bermotor Bakal Ditilang

Poldasu Siagakan Personel Brimob Bersenjata Laras Panjang
MEDAN-Poldasu telah merampungkan rapat koordinasi kesiapan pengamanan menyambut perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah dengan pihak-pihak terkait. Dari rapat koordinasi itu, warga diimbau dengan keras untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor. Tindakan langsung (tilang) akan dilakukan jika pemudik membandel.

Kombes Pol Raden Geru Prakoso, Humas Poldasu

Kombes Pol Raden Geru Prakoso, Humas Poldasu


“Risiko kenderaan roda dua yang dijadikan angkutan mudik sangat rawan kecelakaan,” jelas Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Geru Prakoso usai rapat  koordinasi, kemarin.

Heru juga menegaskan, sepeda motor tidak layak digunakan sebagai kendaraan mudik terlebih lagi jika jarak tempuh di atas dua jam. “Jika tidak pedulikan, maka personel di lapangan wajib mengambil tindakan langsung (tilang),” tegasnya.

Untuk itu, tambah Heru, Poldasu dan pihak terkait telah mengambil beberapa keputusan terkait keamanan arus mudik dan arus balik. Termasuk menyertakan personel satuan Brigadir Mobile (Brimob) bersenjata laras panjang. Selain di terminal yang kriminalitasnya cukup rawan pengamanan dan pengawasan ketat juga akan dilakukan di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) khususnya di titik-titik rawan mulai Labuhanbatu-Asahan, hingga Tebingtinggi. “Di terminal stasiun kereta api dan di Jalinsum menjadi fokus penjagaan kami dalam musim mudik tahun ini,” ujarnya.

Heru menjelaskan, khusus di stasiun PT Kereta Api Indonesia (KAI), pihaknya akan menempatkan 70 personel Brimob bersenjata lengkap. Personel Brimob ini dibagi menjadi dua fungsi pengamanan di terminal dan di dalam gerbong KA. “50 personel disebar di terminal KA dan 20 ikut di dalam gerbong KA. Nanti personel Brimob akan dilakukan pembagian shift tugas secara bergantian,” katanya.

Lebih detail dikatakan Heru, dalam pengamanan musim mudik tahun ini, Poldasu dan jajarannya mendirikan 47 Pos Pengamanan (Pospam) dan 5 pos pelayanan (posyan) yang tersebar di sepanjang Jalinsum mulai dari arah Binjai.  “47 Pospam dan 5 Posyan tersebut yakni Langkat 4 Pospam dan 1 Posyan, Binjai 5 Pospam, Medan 14 Pospam, Deliserdang 2 Pospam dan 1 Posyan, Sergai 5 Pospam, Tebingtinggi 4 Pospam dan 1 Posyan, Asahan 5 Pospam dan 1 Posyan, serta Labuhanbatu 8 Pospam dan 1 Posyan,” jelasnya.

Pada musim mudik tahun ini, Poldasu memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum darat lebih dari 1.149.083 orang atau naik 10% dari tahun 2011 sebanyak 1.031.083 orang. Sedangkan pada angkutan umum udara menggunakan jasa maskapai penerbangan kenaikannya diperkirakan berkisar 17%.

Dikatakan Heru, untuk menampung jumlah penumpang, Dinas Perhubungan Sumut berkoordinasi bersama Organda sudah mempersiapkan 1.121 unit angkutan darat jenis Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dengan 29.146 tempat duduk (seat) dan 1.712 angkutan MPU dengan 20.544 seat (data lengkap lihat grafis). “Kami sudah mempersiapkan ini semua. Personel polisi akan bertugas sejak 11 sampai 26 Agustus 2012 tepatnya pada H-7 sampai H+7. Gelar pasukannya Hari Jumat (10/8) mendatang di lapangan Merdeka Medan,” ujarnya.

Heru juga menjelaskan, bahwa di Jalinsum terdapat 15 titik jalan rusak. Jalan rusak terparah ada di Tapanuli Utara sebanyak 11 titik, Tobasa ada 1, Madina 1, Tapsel 1, dan Karo 1. “Bagi pemudik waspadai juga 10 titik lokasi tanah longsor seperti Medan, Simalungun, Karo, Taput, Tapteng, Madina, Dairi, Humbahas, dan Pakpak Bharat. Khusus di lokasi rawan longsor ini, Poldasu mempersiapkan alat berat di lokasi tersebut,” ujar Heru.

Dikatakan Heru, ada 20 lokasi sepanjang Jalinsum yang kerap menjadi langganan macet. Yakni Polres Sergai, Polresta Medan, Polres Langkat, Polres Deliserdang, Polres Asahan, Polres Karo, dan Polres Labuhanbatu. “Kalau rawan laka lantas hampir di 26 Polres Jajaran Poldasu rawan laka lantas. Untuk itu para pemudik harus lebih waspada lagi,” sebutnya.

Dalam operasi pengamanan Idul Fitri, Poldasu melibatkan 3388 personel baik di Poldasu, Satgasda dan wilayah. Cadangan sebanyak 489 personel termasuk TNI ,pemadam kebakaran, dan Dinas PU. “Kekuatan lainnya Satpol PP, Dishub, Pramuka, dan Dinas Kesehatan. Untuk lokasi yang kami tetapkan rawan kejahatan, nanti akan disiagakan personel Brimob bersenjata lengkap,” pungkasnya.

Penumpang Angkutan Udara Naik 15 Persen

Sementara itu,  lonjakan penumpang akan terjadi pada hari Idul Fitri mendatang diprediksi kenaikan sebesar lima sampai tujuh persen dari tahun 2011 lalu. Itu dikemukakan, Kepala Bidang (Kabid) Darat Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Provsu), Darwin Purba. “Dan terbesar di angkutan udara sebesar 15 persen,” tuturnya.

Diketahui, kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini didasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2004, tanggal 19 Oktober 2004 tentang koordinasi penyelenggaraan angkutan Lebaran terpadu.

Kemudian, Keputusan Menteri Perhubungan No KP 238 tahun 201, tanggal 21 Februari 2012 tentang pembentukan tim koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2012 serta Keputusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) selaku Koordinator Pelaksana tingkat nasional angkutan terpadu 2012, No SK 1242/AJ.201/DRJD/2012.

Di sisi lain, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan terus mengeluhkan keberadaan angkutan liat berplat hitam yang semakin banyak dan nilai tidak ada tindakkan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

Bahkan, Organda Kota Medan menyebutkan penurunan jumlah penumpang akibat angkutan plat hitam mencapai 25 persen jika berkaca pada 2011 lalu. “Tahun ini angkutan plat hitam juga semakin banyak, bisa saja penurunan jumlah penumpang semakin banyak,” ucap Mont Gomery Munthe, ketua Organda Kota Medan, kemarin siang.

Organda mengancam akan melakukan penghentian pembayaran retribusi hingga mogok massal atas marak angkutan liar plat hitam tersebut.”Saya sudah imbau kepada sopir AKDP untuk tidak membayar retribusi dan kita ancam untuk mogok masal kalau tidak ditanggapi keluhan kita,” tegasnya. (mag12/ari/gus)

Ketersediaan Sarana Angkutan

1. Angkutan Jalan
a. AKDP

  • Mobil Bus: 1.121 armada dengan jumlah tempat duduk 29.146
  • Mobil PNP Umum: 1.712 armada dengan jumlah tempat duduk 20.544.

b. AKAP: 1.094 armada dengan jumlah tempat duduk 21.880
2. Kereta Api

  • Lokomotif: 32 unit
  • Kereta (gerbong): 64 unit dengan jumlah tempat duduk 12.398

3. ASDP

  • Sibolga-Gunungsitoli: 3 armada dengan jumlah tempat duduk 900
  • Ajibata-Tomok: 29 armada dengan jumlah tempat duduk 1.450
  • Muara-Nainggolan: 1 armada
  • Simanindo-Tigaras: 1 armada

4. Angkutan Laut

  • Domestik: 33 armada dengan jumlah tempat duduk 12.690
  • Luar negeri: 10 armada dengan jumlah tempat duduk 1.223

5. Angkutan Udara

  • Domestik: 47 armada dengan jumlah tempat duduk 9.635
  • Luar negeri:  18 armada dengan jumlah tempat duduk 2.425

Data Penumpang
1. Angkutan Jalan
2009: 574.703
2010: 701.874
2011: 518.814
Estimasi Penumpang 2012: 566.441
2. Angkutan KA
2009: 129.095
2010: 186.371
2011: 176.834
Estimasi Penumpang 2012: 191.051
3. Angkutan Laut
2009: 9.495
2010: 21.296
2011: 11.173
Estimasi Penumpang 2012: 12.105
4. Angkutan Udara
2009: 197.815
2010: 281.462
2011: 324.347
Estimasi Penumpang 2012: 379.486
Jumlah Penumpang
2009: 910.815
2010: 1.191.003
2011: 1.031.168
Estimasi Penumpang 2012: 1.149.083

Estimasi puncak arus mudik dan arus balik

  1. Moda Jalan: puncak mudik 16 Agustus (H-3) dan puncak balik 24 Agustus (H+4)
  2. ASDP: puncak mudik 16 Agustus (H-3) dan puncak balik 24 Agustus (H+4)
  3. KA: puncak mudik 18 Agustus (H-1) dan puncak balik 24 Agustus (H+4)
  4. Laut: puncak mudik 18 Agustus (H-1) dan puncak balik 26 Agustus (H+6)
  5. Udara: puncak mudik 18 Agustus (H-1) dan puncak balik 26 Agustus (H+6)

Sumber: Poldasu

Tagged:

Berita terkait:

FEATURE