Jalan Baru Aek Latong Belum Selesai

Jalur Mudik di Sumut Masih Banyak Kendala
Medan-Musim mudik Lebaran tahun diprediksi masih memiliki kendala. Para pemudik pun harus lihai memilih jalur yang akan dilalui di sepanjang jalan lintas Sumatera. Psalnya, masih cukup banyak ruas jalan yang rusak parah. Termasuk, jalan baru di Aek Latong yang belum juga selesain

SIDAK: Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyapa penumpang saat sidak  pool ALS  Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (9/8).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

SIDAK: Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyapa penumpang saat sidak di pool ALS di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (9/8).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Bahkan, Direktur Bina Teknik (Bintek) Bina Marga, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Suhardi, memperkirakan, jalan baru Aek Latong ini baru bisa dilintasi pada akhir 2012. “Untuk jalan yang relokasi akhir tahun sudah selesai. Jadi jalan baru belum siap,” beber Suhardi kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.

Meski begitu, Suhardi mengatakan Aek Latong masih bisa dilintasi. “Tapi jalan lama sudah rata kok,” tambah Suhardi.

Dia menyebutkan, jalur mudik di Sumut untuk lintas barat dan tengah juga masih banyak yang rusak. Jalur yang kondisinya lebih baik adalah jalur timur. “Ya, Sumut untuk yang timur baik,” terangnya.

Selain itu Suhardi mengakui, beberapa ruas jalan jalur mudik, mulai Jambi, Sumbar, dan Riau, sedang dalam proses perbaikan. “Tapi secara umum jalur lintas Sumatera sudah enak. Lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Suhardi.

Kondisi jalan yang kurang baik juga dikeluhkan para sopir angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Sebut saja, Inong (36), sopir armada bus Batang Pane tujuan Medan-Pasir Pangarayan. Dia menyebutkan ada dua titik jalan berlubang yang selalu dilintasinya. “Di Sibuhuan ada sekitar 50 meter yang kondisi jalannya berlubang. Setelah itu, memasuki kawasan jalan lintas Gunungtua-Langgah Payung juga terdapat jalan berlubang,” ujarnya.

Kedalaman lubang itu, dikatakan Inong membuat dia kerap memperlambat bus yang dikemudikannya. “Ya harus pelan-pelan lah, bergoyang bus itu pas melintas,” sebutnya.

Dikatakannya, dua titik jalan berlubang tersebut sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini. “Sudah lama jalan itu berlubang. Dari tahun ke tahun begitu terus kondisinya,” ungkapnya.

Tebingtinggi Sumber Macet

Sementara, Mulyadi Harahap (40), sopir bus Labusel Indah tujuan Medan-Rantauprapat yang ditemui di loketnya Jl Sisingamangaraja Medan, mengatakan, jalur lintas yang dilaluinya tidak terdapat titik-titik jalan yang berlubang. “Jalan yang kami lalui sudah mulus, tidak ada lubang-lubang besar yang mengahalangi,” ujarnya.

Namun, dia mengatakan, hambatan yang paling utama dirasakannya yakni di kawasan Tebingtinggi. “Di kawasan ini kerap macet. Terlebih lagi jam-jam sibuk. Di jalur itu banyak truk yang melintas. Cuma di situ aja kendalanya, sering kali macet Bang,” sebutnya.

Lain halnya yang dikatakan Darman S Siregar. Sopir armada Bus PT Rapi tujuan Medan-Jambi ini mengatakan, kendala yang dihadapi yakni masih adanya dua titik jalan yang sampai saat ini masih dilakukan sistem buka tutup. Sistem buka tutup ini dikatakannya karena sedang ada pengerjaan aspal beton. “Ada dua titik jalan yang masih sistem buka tutup. Pertama di kawasan Riau dan yang satu lagi di simpang Dumai. Di kawasan itu sedang pengerjaan aspal beton, selebihnya sudah jalan sudah ‘mulus’,” ujarnya.

Di Madina Ada 11 Pasar Tumpah

Bagi pemudik yang menuju Kabupaten Mandailing Natal (Madina) patut mewaspadai pasar tumpah. Di kawsan itu terdapat 11 pasar tumpah yang bisa mengakibatkan macet. Sebelas pasar tumpah yang dimaksud adalah Pasar Muarasipongi, Pasar Kotanopan, Pasar Laru, Pasar Maga, Pasar Baru Panyabungan, Pasar Lama Penyabungan, Pasar Mompang, Pasar Malintang, Pasar Sinonoan, Pasar Simangambat, dan Pasar Sihepeng.

Kesebelas pasar tumpah itu tidak memiliki parkir kendaraan kecuali Pasar Panyabungan, selain parkir kendaraan dan angkutan yang tidak ada, para pedagang juga menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan.

“Kalau bisa segeralah diturunkan petugas lalu lintas untuk menyikapi kemacetan yang terjadi selama ini, khususnya pada lebaran ini. Sebab kita sudah melihat situasi ini sudah lama terjadi dan kemacetan di seluruh pekan (pasar, Red) di Madina belum bisa teratasi” sebut seorang tokoh masyarakt di Madina, Dahler Nasution, kepada Metro Tabagsel (grup Sumut Pos)

Tindak Tegas Bus tak Layak Operasi

Terkait kesiapan armada mudik, Wali Kota Medan Rahudman Harahap meninjau Terminal Terpadu Amplas dan pool bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja Medan, kemarin siang.

Begitu tiba di lokasi, Rahudman langsung memeriksa kesiapan Bus Sejahtera. Kemudian dia menaikinya dan berkomunikasi dengan puluhan penumpang yang hendak berangkat menuju Parapat tersebut. Setelah itu giliran bus milik PT Raja Perdana Inti Medan yang diperiksa. Tak lama kemudian, dia berpindah ke bus NPM yang akan membawa penumpang menuju Sumatera Barat.

Usai memeriksa tiga bus, Wali Kota minta kepada Kadis Perhubungan Redward Parapat ATD MT untuk memperlihatkan ruangan yang digunakan guna memeriksa para sopir sebelum mengemudikan bus keluar kota. Selesai melakukan pemeriksaan, wali kota selanjutnya mengunjungi pool bus PT ALS, sekira 1 kilometer dari Terminal Amplas. Selain memeriksa bus dan berkomunikasi dengan para penumpang, dia juga ingin melihat kesiapan awak pool untuk melayani penumpang yang hendak mudik. Di samping itu juga memantau harga tiket dan jumlah angkutan yang disediakan.

Meski sejumlah perusahaan bus memiliki pool di seputaran Jalan Sisingamangaraja namun seluruh bus sebelum berangkat diharuskan memasuki Terminal Amplas. Di terminal itu seluruh bus yang akan berangkat diperiksa untuk memastikan benar-benar layak dioperasikan atau tidak. Bagi bus yang tidak layak operasi, wali kota memerintahkan Kadishub untuk mengambil tindakan tegas. “Saya perintahkan Kadishub bertindak tegas. Jika bus tidak layak dioperasikan, jangan diberangkatkan! Sesuai dengan peraturan yang ada, kenderaan yang boleh dioperasikan adalah kenderaan yang benar-benar layak baik dari kondisi mesin maupun supir,” tegasnya.

Kebijakan Poldasu Disoal

Sementara itu, keputusan pihak Poldasu yang akan menindak langsung (tilang) pemudik yang menggunakan sepeda motor di atas 2 jam perjalanan menjadi dipersoalkan berbagai kalangan.  Pasalnya, keterangan Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakoso usai rapat koordinasi tersebut (edisi Kamis 9/8) dianggap keputusan yang tidak populer.

Bahkan, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan sangat menyayangkan keputusan yang bernada mengancam pemudik tersebut. Hal itu menunjukkan Kapolda Sumut lebih mengedepankan sikap arogan dan tidak peduli kepada fakta sosial tentang kesulitan masyarakat akibat buruknya fasilitas angkutan umum di musim mudik.

“Cara-cara mengancam seperti ini sangat tidak mendidik dan hanya akan menimbulkan kebencian masyarakat pada polisi. Seharusnya, Kapolda melihat fakta sosial yang ada tentang buruknya pelayanan angkutan umum, terutama di musim mudik. Kemudian mencarikan solusinya, bukan main ancam dan main tindak,” katanya melalui saluran telepon, kemarin.

Menurutnya, masyarakat menggunakan sepeda motor untuk mudik tidak lain akibat buruknya pelayanan angkutan umum dan sepeda motor adalah solusi bagi mereka, walaupun harus menghadapi ancaman bahaya. “Jika hanya main ancam, ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah tipe perwira polisi yang tidak paham akan kesulitan masyarakat,” tegas Neta S Pane. (sam/mag-12/gus/mag-16/wan/smg)

Tagged:

Berita terkait: