Kami Merasa Tidak Sendiri

Penghuni Panti Bersyukur Dapat Bantuan Pemkab Labuhanbatu dan Tebingtinggi
Labuhanbatu-Lima panti asuhan mendapat bantuan dari Pemkab Labuhanbatu kemarin. Kelimanya yakni Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Panti Asuhan Siti Khadijah, Panti Asuhan Al-Arif, Panti Asuhan Namira dan Panti Werda. Masing-masing panti menerima 300 kg beras, 6 kotak mie instan, 50 kg gula pasir dan 16 liter minyak goreng.

SANTUNI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan memberikan santunan kepada anak yatim piatu  Mesjid Jamik //Sopian/Joko/Sumut Pos

SANTUNI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Mesjid Jamik //Sopian/Joko/Sumut Pos


Bantuan yang diserahkan pengurus Tim Penggerak PKK, Persit Kartika Candra Kirana, Bhayangkari dan Ardya Garini itu dalam rangka anjang sana peringatan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Hj Fitra Laila TP Siregar mengatakan, bantuan merupakan bentuk kepedulian pemkab terhadap sesame yang kurang mampu. Kepada anak-anak panti, Fitra Laila meminta senantiasa melaksanakan salat dan puasa, karena hal itu merupakan kewajiban.

“Kalau kita Salat, insya Allah akan terhindar dari perbuatan munkar dan berpuasa menjadikan kita menjadi insan yang bertaqwa. Biasakan diri dengan pola hidup sehat dan bersih agar penyakit jauh dari tubuh kita, terutama penyakit kulit,” ajak Fitra Laila.

Fitra juga mengajak anak-anak rajin belajar. “Pemkab Labuhanbatu akan memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi. Rebut beasiswa ini,” bebernya. Ketua Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Aslin mengucapkan terima kasihnya atas perhatian kepada mereka. “Kami merasa tidak sendiri, karena ada yang memperhatikan,” ungkap Aslin.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaedi Hasibuan menegaskan dukungannya atas pembangunan Madrasah di kompleks mesjid. Upaya ini harus dilakukan untuk mendorong anak-anak belajar di Madrasah selain menerima pendidikan di sekolah.

“Kita harus menciptakan anak-anak untuk belajar ilmu agama di madrasah,ini dilakukan karena menghelak perkembangan jaman yang bisa merusak mental anak,”pinta Umar Zunaedi ketika Safari Ramadan Tim I Pemko Tebingtinggi di Mesjid Jamik Jalan Diponegoro,Kota Tebingtinggi,Rabu malam (8/8). Al Ustadz  Drs Daulat P Sibarani dalam tauziahnya berharap agar anak-anak rajin Salat Tarawih,  dan tidak mengidolakanbintang-bintang sinetron dan keyboard bongkar. Ia mengingatkan anak-anak  agar tidak menjadi korban zaman sehingga hilang akidahnya. (mag-16/mag-3)

Berita terkait: