4 Rumah Kontrakan Ludes Dilalap Api

Nggak Ada Lagi Harta Bendaku
MEDAN- Dalam tempo setengah jam empat rumah ludes dilalap api  di Jalan Menteng VII, Gang Garuda, Jumat (10/8) sore. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dan pemadam kebakaran yang turun ke lokasi 10 unit. Dugaan sementara api berasal dari tilam milik penghuni rumah, akibat anaknya bermain mancis.

MENANGIS: Wanita korban kebakaran beserta anaknya menangis histeris //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MENANGIS: Wanita korban kebakaran beserta anaknya menangis histeris //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS


Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, empat unit rumah semi permanen itu masing-masing milik A Simangunsong/L br Sihombing alias Mak Owen (35). Rumah kontrakan itu ditempati oleh Natalia Sianipar (40), Sahat Hutauruk (40), P Silitonga/R br Lubis atau Mak Nando (43) dan Roslina Samosir (40).

Informasi yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah yang letaknya paling ujung.

“Ada anak-anak main mancis. Mancis itu dilemparkan ke lantai lalu meledak. Kemudian api meyambar ke kasur,” ujar saksi mata di lokasin
Menurut Hendrik (32), salah satu warga api berasal dari rumah milik Natalia br Sianipar dan dengan cepat merembet ke bangunan yang lain.

“Maklumlah bang, namanya juga bangunan semi permanen dan dengan cepat terbakar dan merembet ke rumah lainnya,” akunya.

Karena kencangnya tiupan angin, api dengan cepat merembet ke rumah yang ada disebelahnya. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Sekitar jam setengah tiga kejadiannya. Kencang kali anginnya, makanya cepat nyambar ke rumah yang ada di sebelahnya,” ujar warga.

M Pandapotan Ritonga lurah setempat memastikan tidak ada warganya yang menjadi korban.

“Nggak ada korban jiwa maupun warga saya yang mengalami luka bakar. Cuma harta benda aja yang habis,” ujarnya.

Dia memastikan akibat kejadian ini, ada 5 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.

“Untuk sementara kami akan dirikan tenda darurat dulu,” sebutnya.

Petugas Pemadam kebakaran menyemprot sisa -sisa sepeda motor  terbakar.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Petugas Pemadam kebakaran menyemprot sisa -sisa sepeda motor yang terbakar.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS


Ida boru Lubis, yang rumahnya ikut terbakar menangis histeris setelah melihat tak ada lagi harta bendanya yang berhasil diselamatkan. Pada saat kebakaran terjadi, dirinya sedang mengajar di salah satu sekolah dasar.

“Kok bisa begini jadinya. nggak ada lagi harta bendaku yang bisa diselamatkan,” ujarnya haru.

Kapolsekta Medan Area, Kompol Sonny W Siregar SH mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. “Dugaan sementara kebakaran dari rumah Natalia Sianipar dan diduga dari mancis dan dengan cepat membakar empat rumah, karena bangunannya semi permanen dan satu unit rumah terpaksa dirusak agar tak merembet ke rumah yang lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, pihaknya telah memintai keterangan beberapa orang saksi terkait kebakaran tersebut. (jon/mag-12)

Tagged:

Berita terkait: