Kesempatan Pertama

Brasil U-23 vs Meksiko U-23
LONDON-Brasil diperkirakan akan mampu menaklukkan Meksiko dan meraih medali emas Olimpiade cabang sepakbola pria. Tim nasional Brasil datang ke Olimpiade 2012 di London sebagai salah salah satu favorit peraih medali emas, bersama tim kuat Spanyol dan tuan rumah Britania Raya.

PERSAINGAN: Pemain Brasil Romulo (kiri) akan bersaing  striker Meksiko Javier Cortes (kanan).

PERSAINGAN: Pemain Brasil Romulo (kiri) akan bersaing dengan striker Meksiko Javier Cortes (kanan).


Namun, dua nama terakhir akhirnya tersingkir terlebih dahulu. Timnas Spanyol dipaksa menanggung malu usai tersingkir dengan cepat di babak penyisihan grup tanpa mengoleksi satu kemenangan, sementara tuan rumah Britania Raya disingkirkan oleh Korea Selatan dengan adu penalti.

Praktis, unggulan teratas hanya menyisakan Brasil. Dan satu-satunya penghalang tim Samba untuk meraih medali emas, kini hanya menyisakan timnas Meksiko.

Kekuatan timnas Meksiko tidak boleh terlalu diremehkan, di babak grup mereka menjadi pemuncak klasemen grup B mengungguli Korea Selatan, Gabon dan Swiss. Di babak perempat-final mereka menyingkirkan Senegal melalui adu penalti,
Dan di semi-final mereka menunjukkan kualitasnya dengan menaklukkan Jepang meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu.

Namun, meski demikian, di final nanti, Meksiko akan tampil tanpa top skor mereka yaitu Giovani Dos Santos yang mengalami cedera. Kondisi  ini sungguh merugikan Meksiko sebab sejauh ini Giovanni merupakan pemain paling subur di kubu Meksiko dengan mengemas tiga gol dan tiga assist.

“Saya sangat sedih. Saya absen karena otot saya sobek, sekarang saya harus memulihkan diri dan mendukung rekan-rekan setim Sabtu (dini hari nan, Red),” pungkas Dos Santos.

Absennya Giovani tak pelak membuat kubu Brasil bersuka. Bahkan bintang tim Brasil Neymar secara jujur mengakui jika cedera yang dialami Giovanni merupakan berkah bagi Brasil. “Kami akan sangat beruntung ,” ungkap Neymar kepada ESPN.

Bagi Neymar, final kali ini merupakan final pertamanya bersama timnas Brasil di pentas internasional. “Ini merupakan final pertama saya bersama Brasil, dan saya merasa bangga mewakili negara di momen penting seperti ini. Ini merupakan final olimpiade pertama kami dalam 24 tahun terakhir. Jadi ini tanggung jawab yang sangat berat,” kata Neymar.

“Kami harus mempertahankan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini. Semuanya berjalan dengan lancar. Tak ada satu pun pemain Brasil yang pernah memenangi ini, dan saya merasa siap untuk membantu tim meraih medali emas,” tuntas Neymar.

Senada dengan Neymar, pelatih Brasil Mano Menezes pun mengatakan bahwa partai final menghadapi Meksiko merupakan kesempatan terbaik bagi negaranya untuk kembali menjadi yang terbaik di pentas internasional.

Memang, dengan materi pemain lebih baik, ekspetasi tinggi dibebankan ke pundak tim besutan Menezes tersebut. Brasil bermaterikan pemain yang sebagian besar pernah memperkuat timnas senior.

“Tekanan untuk memenangi medali emas pertama kami di olimpiade selalu ada. Kami harus bisa mewujudkannya pada tahun ini. Ada tekanan cukup tinggi di pertandingan kali ini. Anda bermain untuk menjadi yang terbaik. Dan inilah yang membuat pertandingan ini menjadi berbeda,” pungkas Menezes. (bbs/jpnn)

Dipimpin Mark Clattenburg

Wasit Liga Primer Inggris Mark Clattenburg telah terpilih sebagai pengadil di pertandingan final cabang sepakbola putra di Olimpiade London 2012 yang mempertemukan Brasil dan Meksiko di Wembley, malam ini.

Wasit berusia 37 tahun itu akan dibantu dua asisten wasit asal Inggris, Stephen Child dan Simon Beck. Clattenburg sudah dua kali memimpin pertandingan di Olimpiade, termasuk saat Meksiko menang 4-2 atas Senegal di babak perempat-final.

David Elleray, ketua Asosiasi Wasit Sepakbola, mengaku senang dengan terpilihnya Clattenburg. “Penunjukan Clattenburg untuk memimpin pertandingan final Olimpiade dengan dibantu dua asisten Inggris, Steve Child dan Simon Beck, adalah kabar yang menyenangkan. “Ini capaian yang luar biasa dari orang Britania Raya di Olimpiade,” ujar Elleray. (bbs/jpnn)
di laman resmi FA Inggris. (bbs/jpnn)

Statistik
Brasil U-23
27 Jul ‘12    Olimpiade    Brasil U-23 v Mesir U-23    3-2
29 Jul ‘12     Olimpiade    Brasil U-23 v Belarus U-23    3-1
1 Agt ‘12    Olimpiade    Brasil U-23 v Selandia Baru U-23      3-0
4 Agt ‘12     Olimpiade    Brasil U-23 v Honduras U-23   3-2
8 Agt ’12    Olimpiade    Korsel U-23 v Brazil U-23    0-3
Meksiko U-23
7 Agt ’12    Olimpiade     Meksiko U-23 v Jepang U-23    3-1
4 Agt ’12    Olimpiade    Meksiko U-23 v Senegal U-23    4-2
1 Agt ‘12     Olimpiade    Meksiko U-23 v Swiss U-23    1-0
29 Jul ‘12    Olimpiade    Meksiko U-23 v Gabon U-23    2-0
26 Jul ‘12    Olimpiade    Meksiko U-23 v Korsel U-23    0-0

DATA DAN FAKTA

  •  Ini adalah pertama kalinya kedua tim bertemu di final Olimpiade. Ini juga menjadi final pertama bagi Meksiko U-23. Kedua tim sama-sama belum pernah meraih medali emas sepanjang sejarah Olimpiade cabang sepakbola.
  • Prestasi terbaik BraSil di Olimpiade adalah medali perak 1984 dan 1988, dan medali perunggu tahun 1996 dan 2008. Sementara final tahun ini adalah prestasi terbaik Meksiko di Olimpiade.
  • Brasil U-23 berhasil melaju ke final setelah menang telak 3-0 atas Korea Selatan U-23 di semi-final. Gol dari Romulo dan Leandro Damiao (2) sudah cukup untuk mematahkan perlawanan Korsel, yang akan menghadapi Jepang pada perebutan medali perunggu.
  • Sejak fase grup, Brasil selalu mencetak 3 gol ke gawang lawan. Brazil juga menjadi tim tersubur di Olimpiade London ini dengan koleksi 15 gol, 8 gol tercipta di babak pertama dan 7 gol di babak kedua.
  • Brasil juga menjadi tim yang paling sering melakukan tembakan. Dari 82 tembakan, 34 diantaranya mengarah ke gawang.
  • Striker Leandro Damiao memuncaki daftar topskor sementara dengan 6 gol.
  • Meksiko berhasil bangkit dan mengalahkan Jepang U23 3-1 di semi-final. Sempat tertinggal 0-1 lebih dulu, justru melecut semangat para pemain Meksiko.
  • Meksiko adalah tim kedua setelah Brazil yang paling sering melakukan tembakan. Dari 78 kali tembakan, 30 diantaranya mengarah ke gawang lawan. Meksiko juga menjadi tim tersubur kedua setelah Brasil dengan koleksi 10 gol.
  • Jelang laga final ini, Meksiko malah mendapat kabar buruk mengenai cedera pemain andalannya Giovani dos Santos. Dos Santos terpaksa ditarik keluar pada pertengahan babak saat menghadapi Jepang karena cedera otot. Namun Dos Santos masih bisa tampil jika cederanya tidak terlalu parah.

Berita terkait:

FEATURE