Utusan Menjadi Berkat bagi Masyarakat

Pesan untuk Wisudawan STT Paulus Medan
Ditengah situasi dan kondisi bangsa seperti sekarang ini, ada banyak duta-duta Tuhan palsu yang masuk ke tengah-tengah domba, dan menyebabkan domba-domba ketakutan. Kemudian ada duta-duta Tuhan duniawi yang lebih banyak memikirkan perkara-perkara duniawi. Maka dengan banyaknya duta-duta Tuhan palsu itu, kita perlu merenungkan agar kita jangan sampai iktu terjerumus dengan kepalsuan ini. Hendaklah kita menjadi duta Tuhan yang benar-benar memikul tanggung jawab sebagai anak-anak Tuhan.

Demikian renungan yang disampaikan Pdt. Fajar Lim, MTh dalam acara ibadah mengawali acara wisuda Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Medan di Hotel Danau Toba Medan, baru-baru ini.

Setelah ibadah singkat, acara wisuda dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, M.Th bahwa jumlah wisudawan 154 orang (2 orang Doktor Theologia yaitu Adolfina E Koamesakh dan Dr. Heryanto dari Gereja Methodist Indonesia, Pasca Sarjana Teologia 4 orang, Pasca Sarjana Pendidikan Agama Kristen –PAK 29 orang, Sarjana Theologia 36 orang, Misiologi 1 orang dan PAK 82 orang).

Mahasiswa dan lulusan dari STT Paulus Medan berasal dari berbagai denominasi gereja, kata Adolfina. Tidak hanya dari berbagai denominasi gereja, mahasiswa dan lulusan STT Paulus juga berasal dari beragam suku mulai dari Toba, Karo, Simalungun, Nias, Pakpak dan Tionghoa. “Perbedaan umur, suku, denominasi gereja dan latar belakang pekerjaan membuat warna indah bagi STT Paulus Medan, sekaligus membuktikan bahwa kami mencintai perbedaan,” tandasnya.

Selanjutnya, Ketua STT Paulus Medan Pater Dr. Chrysostomos P Manalu, MTh mengatakan bahwa wisuda adalah suatu peristiwa khusus yang diselenggarakan sebuah perguruan tinggi untuk menunjukkan kepada semua pihak bahwa proses perkuliahan di sebuah kampus untuk suatu angkatan telah selesai.

“Kami bangga bisa meluluskan 154 orang wisudawan dengan indeks prestasi tertinggi, memuaskan dan sangat memuaskan. Setelah belajar beberapa tahun di STT Paulus dan sekarang memperoleh gelar kesarjanaan, tugas Anda belum selesai. Tugas berat telah menanti Anda di depan. Atas kelulusan Anda kami merasa bangga, tapi akan lebih bangga lagi jika ilmu yang Anda peroleh di STT Paulus Medan bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan masyarakat dimana pun nantinya Anda bertugas, Anda diutus untuk berkarya sebagai duta-duta Kristus,” paparnya.

Tahun ini, kata CP Manalu, STT Paulus memberikan beberapa penghargaan kepada orang-orang yang memiliki prestasi. Sudah dua tahun STT Paulus memberikan Yohanes Award kepada mahasiswa yang benar-benar memiliki kesederhanaan tapi memiliki potensi yang sangat luar biasa. Yohanes Award diberikan kepada Uranus Zamili, SPd.K yang juga diwisuda. Penghargaan lainnya diberikan kepada lulusan tertua, termuda dan pemilik IP tertinggi.

Kemudian Orasi Ilmiah oleh Dr. Natanael Sitanggang MPd dengan topik “emotional honesty”- Karakter Kejujuran Emosi dan dirangkai dengan acara pelantikan serta wisuda strata-3, strata-2 dan strata-1. Setelah acara wisuda, turut memberikan sambutan Dirjen Bimas Kristen Dr. Saur Hasugian, STh yang diwakili oleh Kabid Bimas Kristen Provsu Drs. H Simatupang, MPd, Dewan Pembina Yayasan Sahabat Iman Orthodox Theodorus Roy Marten, mewakili alumni dan orangtua.

Acara wisuda diakhiri dengan pemberian cenderamata kepada Dr. Natanael Sitanggang MPd, Theodorus Roy Marten dan istri Anna Maria, Pdt. Fajar Lim, MTh serta Henri Salakparang yang selama acara wisuda mempersembahkan suara emasnya. Cenderamata yang diberikan oleh STT Paulus Medan adalah ulos batak sebagai pertanda salam hangat dan suka cita yang tak terhingga.

Secara khusus, wisudawan dari program doktor Pdt. Dr. Heryanto dari Gereja Methodist Indonesia berlatar belakang suku Tionghoa bisa menyelesaikan study-nya tepat waktu. Menurut Heryanto, kuliah di STT Paulus tidak membeda-bedakan suku, gereja dan latar belakang pekerjaan. “Yang terpenting adalah kita harus jadi berkat bagi semua kalangan,” tandasnya.

Acara ini juga dihadiri Tim dari Sumatera Berdoa : Pdt Paul Wakkary, Pdt Lucas Timoteus, Wati Simamora, S.Sos, MSi dan Binsar Simatupang, SE, MM. (rs/tms)

Berita terkait: