Mari Ber-PMR Ria

Hai sobeX…
Kamu harus tau sob, manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan itu sendiri. Nah, gimana sih proses itu. Nah, ini yang coba dijelasin anak-anak PMR 070 SMK Tritech Informatika Medan.

LATIHAN: Anak-anak PMR 070 SMK Tritech Informatika Medan sedang menggelar latihan  sekolahnya, baru-baru ini.//pmr070 for sumut pos

LATIHAN: Anak-anak PMR 070 SMK Tritech Informatika Medan sedang menggelar latihan di sekolahnya, baru-baru ini.//pmr070 for sumut pos


SobeX sekalian juga harus memahami, proses itu dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Nah, kegiatan ekstrakurikuler PMR merupakan kegiatan yang bersifat positif karena siswa dilatih untuk menjadi seseorang yang peka terhadap lingkungan sosial dan dapat membantu memberikan pertolongan pertama jika di lingkungan sekitar mereka membutuhkan pertolongan tersebut.

Kegiatan ekstrakurikuler PMR menjadi satu kegiatan unggulan yang ada di setiap sekolah, hal tersebut dapat dilihat dari tingginya antusias siswa yang mengikuti kegiatan PMR di masing-masing sekolah.

Berdasarkan banyaknya informasi inilah, maka dilakukan penelitian yang fokus meneliti fungsi manajemen dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat serta langkah-langkah yang dilakukan dalam mendayagunakan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambatnya.

Dan tujuan penelitian ini yakni untuk memperoleh deskripsi tentang fungsi manajemen dan hal yang telah disebutkan tadi.

Hasilnya, fungsi perencanaan, meliputi penyusunan program-program kegiatan, jadwal latihan dan tata tertib PMR disusun oleh anggota PMR sendiri dengan bimbingan dari masing-masing pembina dan koordinator. Fungsi pengorganisasian, adanya struktur organisasi PMR dan adanya pembagian tugas kepada anggota PMR. Fungsi penggerakan, adanya pembinaan dan pemberian motivasi kepada anggota PMR dari Pembina PMR.

Fungsi pengawasan, meliputi tidak adanya prosedur dan kriteria khusus untuk mengukur keberhasilan dalam melakukan pengawasan, pengawasan dilakukan pada kegiatan yang akan, sedang dan telah berlangsung, adanya tim pengawas untuk melakukan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler PMR. Dan faktor pendukung, terpenuhinya seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk kegiatan dan bekerjasama dengan PMI cabang Medan. Serta faktor penghambat, waktu untuk latihan yang menjadi penghambat dalam kegiatan tersebut dan latihan dilaksanakan sore hari setelah pulang sekolah.

Nah, disarankan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih maksimal lagi antara pihak sekolah dengan penanggungjawab kegiatan ekstrakurikuler PMR. Pembinaan terhadap anggota PMR lebih dimaksimalkan supaya kegiatan yang dilakukan anggota PMR lebih terarah dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan seefektif dan seefisien mungkin.

Gimana sob, sukup jelas kan? Nah, PMR nggak kalah menarik dari kegiatan ekstrakurikuler lain. So… Kalau mau gabung, kayaknya belum telat deh… Masih ada tahun pelajaran yang akan dating. Hahaha… Sabar ya sob. (saz/pmr070)
Janji Palang Merah Remaja Indonesia
“Kami Palang Merah Remaja Indonesia berjanji dengan disertai rasa penuh tanggungjawab dan bersungguh hati;
1.     Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Berbakti kepada Orang Tua, Guru, dan Masyarakat
3.     Mempertinggi keterampilan dalam memelihara kebersihan dan kesehatan
4.     Mempererat tali persaudaraan Nasional dan Internasional
5.     Menjunjung tinggi nama baik PMI dan PMR  dengan memegang teguh tujuh Prinsip Dasar         Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.”
Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.

Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun.

Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia. (saz/pmr070)

Berita terkait: