Gudang BBM Oplosan Milik Oknum Anggota TNI Terbakar

HAMPARANPERAK- Sebuah gudang BBM oplosan minyak milik oknum anggota TNI, Serda Suardi alias Su di Jalan Batuan Dusun VIII Desa Tandem Hilir Kecamatan Hamparanperak, terbakar Senin (12/11) pukul 16.30 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun warga sekitar sempat terlihat panik dan ketakutan mendengar suara ledakan sebanyak 6 kali yang disertai kobaran api yang membumbung keudara.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Sumut Pos dilokasi kejadian mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi ketika beberapa pria, diduga sedang melakukan aktivitas pengoplosan BBM di dalam gudang yang dikelilingi pagar setinggi 3 meter ini. Tiba-tiba salah seorang pekerja membuang putung rokok tak jauh dari tempat penyimpanan BBM jenis konden.

Tanpa disadari olehnya, bara api berasal dari puntungan rokok menyambar ke sebuah drum berisi BBM tersebut, hingga menimbulkan suara ledakan cukup keras. Kobaran api yang membumbung ke udara menjalar tangki-tangki penimbunan BBM lainnya. Suara ledakan hingga sebanyak 6 kali pun terjadi.

“Penyebabnya karena puntungan rokok dibuang sembarangan. Lalu menyambar ke minyak konden mengakibatkan meledak hingga terbakar. Sedangkan pekerja di gudang itu langsung lari keluar,” ujar, Yamin (38) seorang warga setempat.

Melihat nyala api sulit untuk dipadamkan, warga selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran, dan tidak berapa lama dua unit mobil pemadam milik Pemkab Deliserdang, tiba di lokasi gudang milik oknum anggota TNI bertugas di Kodam I/BB. “Setelah mobil pemadam datang barulah api bisa dipadamkan, barang-barang di dalam gudang semuanya ludes terbakar,” ucapnya.

Menurut dia, gudang penimbunan dan pengoplosan BBM tak resmi tersebut sudah lebih dari 3 tahun beroperasi. Warga setempat tidak berani melarang karena pemilik lokasi merupakan oknum aparat militer.

“Yang punya bisnis minyak itukan oknum anggota TNI, warga disini sudah jelas tidak berani melarang, dan kabarnya minyak yang dibawa ke dalam gudang itu berasal dari SPBU,” ungkapnya.

Pantauan Sumut Pos dilokasi, sepertinya tidak hanya warga yang enggan berurusan dengan oknum aparat tersebut, namun aparat kepolisian dari Polsekta Hamparanperak yang turun ke TKP begitu mengetahui kejadian tersebut, juga enggan mendekati lokasi gudang untuk memasang police line (garis pembatas). Personil polisi hanya melakukan pemantauan dari sebuah warung yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi terbakarnya gudang pengoplos BBM tersebut.

Tepisah, Kanit Reskrim Polsekta Hamparanperak, AKP Irsol saat dikonfirmasi terkait terbakarnya gudang pengoplos BBM itu belum mau memberikan keterangan.(mag-17/ndi)

Berita terkait:

FEATURE