Puluhan Murid SD Al-Washliyah Demo BKM

OKP Suruhan Pengacara Intimidasi Sekolah
MEDAN-Sekelompok preman yang bernaung dalam salah satu wadah OKP di Kecamatan Helvetia Medan, melakukan intimidasi terhadap pembangunan sekolah yayasan Al-Djamiatul Alwashliyah Jalan Masjid Kecamatan Medan Helvetia, pada Sabtu (1/12) kemarin.

Bukan itu saja, OKP tersebut juga melarang para buruh bangunan yang bekerja untuk pembangunan sekolah milik umat Islam tersebut.

Aksi preman tersebut diduga atas suruhan seorang pengacara bernama Hamzah Ginting, yang juga pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al-Mustaqim.

Bahkan perbuatan aksi premanisme ini, juga dilakukan Hamzah Ginting SH, selain melarang pembangunan sekolah, pengurus BKM Masjid Mustaqin ini juga mencoreng beberapa dinding sekolah dengan cat semprot dengan tulisan,’’ Tanah ini milik BKM Al Mustaqim.’’
Akibat perbuatan tersebut membuat puluhan murid SD Alwashliyah langsung melakukan aksi unjukrasa didepan masjid Al Mustaqin Jalan Masjid Helvetia Medan.

Peristiwa itu, puncaknya terjadi pada Sabtu (1/12) pagi kemarin dimana anak sekolah sedang mau masuk sekolah. Disaat itu BKM Masjid Al-Mustaqin yang dipimpin Hamzah Ginting mendatangi sekolah, langsung mencoret dinding sekolah.

Aksi Hamzah itu rupanya sudah kerap terjadi, sampai dengan mendirikan spanduk dengan tulisan yang sama. Rupanya murid sekolah dasar Alwashliyah yang sudah muak dengan perbuatan Hamzah, dengan mencoret dinding sekolah mereka, berusaha mengecat nya kembali.

Rupanya aksi yang dilakukan pelajar SD itu mendapatkan perlawanan dari BKM Masjid Al Mustaqin. Maka pelajar SD yang masih kecil itu ditolak hingga dan dianiaya hingga luka. Bahkan salah seorang ibu murid SD yang melihat anaknya diperlakukan tidak baik, langsung berang dan langsung malabrak pengurus BKM Masjid Al Mustaqim. Maka tak ayal pergumulan terjadi, sehingga membuat jaket itu itu koyak dan tangannya luka.

Maka secara spontas murid SD tersebut juga langsung menggelar aksi unjukrasa di depan Masjid Almustaqim. Bahkan pengurus BKM Masjid Almustaqim yang saat itu berada didalam masjid tidak mau memberikan keterangan dan melakukan aksi tutup mulut. Bahkan pengurus BKM ini pergi satu persatu ketika, murid SD Alwashliyah ini melakukan demo.

‘’Pengurus BKM Masjid Al Mustaqim itu tidak mencerminkan sebagai seorang muslim. Kenapa meraka malarang pembangunan sekolah ini, padahal untuk kepentingan pendidikan. Lagian ini tanah wakaf yang sudah jelas dibagi dua untuk kepentingan sekolah dan masjid,’’ujar Rahmawati kepala sekolah Alwashliyah pada wartawan.

Menurut Rahmawati, kasus itu sudah sampai pengadilan namun gugatan BKM ditolak oleh PN Medan. Bahkan Hj Sulastri selaku anak alm Solo Hadi Pramono, selaku pewakaf tunggal sudah membuat surat pernyataan tanah berukuran 40X44 meterpersegi atau seluas 1760 meter persegi, sebagian tapak tanah diberikan untuk pembangunan masjid dan sekolah.(rud)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar