Menulis Sejarah

MILAN- Napoli adalah klub besar di era 1980-an. Saat itu mereka sukses meraih scudetto ketika mega bintang bernama Diego Armando Maradona meliuk-liuk di sana. Sejarah itu kini coba ditulis kembali oleh skuad Napoli.

Hal itu diutarakan Marek Hamsik. Ia meyakini timnya bakal menulis ulang sejarah di Serie A.

Kini Napoli hanya berjarak dua poin dari sang incumbent sekaligus pemuncak klasemen sementara, Juventus. Kondisi itulah yang membuat playmaker asal Slovakia itu merasa berbunga-bunga di dadanya.

“Saya bahagia berada di Napoli, di mana kami tengah berusaha menulis ulang sejarah. Klub inilah yang paling menginginkan saya dan kami masih punya banyak pekerjaan untuk terus menang dan menang,” tegas Hamsik, seperti dilansir Football Italia, Sabtu (8/12).

“Klasemen liga mengatakan kami bisa menjatuhkan Juventus. Ya, kami memang amat dekat dengan mereka setelah memulai musim dengan hebat. Jika kami melanjutkan trek seperti ini, maka kami boleh bermimpi,” lanjut pemain yang memelihara rambut nyentrik tersebut.

Hamsik selama beberapa musim ini, sukses membuktikan diri menjadi salah satu aset utama Napoli. Sejumlah gol-gol pentingnya, melangitkan reputasi Hamsik di hadapan tifosi setia Napoli. Kendati tak ingin tinggi hati, mantan pilar Slovan Bratislava dan Brescia itu tetap mengumandangkan musim ini sebagai musim terbaik dalam kariernya.

“Saya mencetak banyak gol, tapi saya juga harus berterima kasih atas kerja keras rekan-rekan lainnya. Terlepas dari itu, saya yakin bahwa musim ini, masa-masa terbaik dalam karier saya,” pungkas Hamsik.

Tapi ganjalan untuk menulis sejarah jelas masih berjejer. Salah satunya laga besar melawan Inter Milan dini hari ini.

Dari kubu Inter, Esteban Cambiasso mengaku senang Antonio Cassano sudah kembali dari masa hukuman. Kehadiran Cassano diharapkan akan membantu Inter Milan saat menghadapi Napoli.

Setelah absen di dua laga, Cassano kembali ke skuad Inter dalam lanjutan Liga Europa melawan FK Neftchi Baku yang berakhir 2-2.

Comeback-nya striker internasional Italia itu jelas membawa angin segar bagi Nerazzurri. Sejauh ini, Cassano sudah menyumbangkan lima gol dan empat assist dalam 13 kali penampilannya di Serie A.

Tanpa pesepakbola 30 tahun itu, Inter gagal meraih hasil maksimal di dua laga liga terakhirnya dengan dikalahkan Parma 0-1 dan menang tipis dari Palermo 1-0.

Cassano, walaupun kontroversial, tidak dipungkiri memiliki skill sepak bola yang hebat. Dia kini akan berupaya merebut tiga poin saat melawan Napoli guna terus menempel Juventus di pucuk klasemen.

“Antonio dapat melakukan apa saja dengan bola di kakinya, dia menakutkan bagi pertahanan lawan dan dapat membuat sesuatu terjadi kapan pun ketika mendapatkan bola,” sanjung Cambiasso di ESPN Star.

“Kami (Inter) tak hanya harus fokus terhadap absennya Cassano (untuk beberapa saat). Memang cukup sulit bagi kami. Tapi, pada kami akan kembali ke trek kemenangan dan kami harus terus mempertahankan itu,” tegasnya. (bbs/jpnn/ful)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar