Pemberlakuan Kurikulum 2013, Infrastruktur Pendukung Harus Dibenahi

MEDAN-Terkait rencana pemberlakuan kurikulum 2013, Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Mahdi Ibrahim meminta agar  infrastruktur yang mendukung harus segera dilengkapi. Mengingat, sebuah program akan berhasil jika instrument pendukung lainnya saling melengkapi.

BARIS: Sejumlah pelajar SMA  Medan mengikuti acara  halaman sekolahnya. Terkait pemberlakuan kurikulum 2013, Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara meminta infrastruktur  mendukung segera dilengkapi.//ANDRI GINTING/SUMUT POS

BARIS: Sejumlah pelajar SMA di Medan mengikuti acara di halaman sekolahnya. Terkait pemberlakuan kurikulum 2013, Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara meminta infrastruktur yang mendukung segera dilengkapi.//ANDRI GINTING/SUMUT POS


Dia juga menyebutkan, sebagai bagian dari input pendidikan maka paling tidak ada 3 instrumen penting yang perlu dipikirkan dan dipenuhi sebagai prasyarat yakni, standar sarana dan prasarana sekolah yang selama ini banyak dikeluhkan oleh para guru dan kepala sekolah.

“Keberadaan laboratorium pengetahuan alam, baik laboratorium fisika, biologi dan kimia pada setiap sekolah baik pada tingkat SMP dan SMA harus segera ditata ulang, sehingga dapat digunakan oleh para siswa dan guru dalam penerapan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif melalui aktivitas eskperiment,” ujar Mahdi saat dikonfirmasi, Minggu (16/12).

Dia juga menuturkan, untuk kurikulum yang berbasis sains, dapat diterapkan melalui kreativitas yang diperoleh melalui pengamatan langsung, bertanya, nalar, dan mencoba melakukan. “Kita khawatir, sekolah-sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru belum siap. Mestinya, setiap daerah melakukan identifikasi terhadap kebutuhan sarana sekolah. Sehingga, Rancangan Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) 2013, dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan merupakan prioritas di setiap daerah,” terangnya.

Selain infrastruktur, bilang Mahdi, ketersediaan SDM pada setiap daerah masih perlu ditata lagi.  “Ketidakmerataan mutu atau disvaritas mutu antar daerah yang dipicu oleh penempatan guru, baik guru bidang studi atau guru mata pelajaran yang tidak merata telah memberikan dampak kinerja pendidikan yang kurang baik,”lanjutnya. Karena itu sambungnya, sudah saatnya kepala daerah selaku penanggungjawab pembangunan pendidikan mengambil langkah cepat untuk melakukan pendistribusian guru yang merata. ‘’Kita juga prihatin terhadap kurangnya jumlah guru di daerah terluar, daerah tertinggal dan sebagian daerah hasil pemekaran di Sumut,”ungkap Mahdi.

Mahdi juga meminta Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan guru pelatih di setiap daerah dalam melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap guru-guru yang akan menangani mata pelajaran. “Penguatan materi dalam kurikulum juga penting, “sebutnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Syaiful Syafri mengatakan, jika tim pengembang kurikulum 2013 masih terus berjalan melakukan uji publik kurikulum. Dijadwalkan sosialisasi akan usai pada 23 Desember mendatang.

Sementara Kadisdik Medan, Rajab Lubis mengatakan tujuan kurikulum 2013 ini salahsatunya yakni menyempurnakan standar nasional pendidikan (SNP)
“Dengan kurikulum, siswa dituntut agar kreatif. Proses belajar mengajar akan dibuat lebih menyenangkan, sehingga inovasi siswa akan muncul,”terangnya. (uma)

Berita terkait:

  • yoo ra

    keren keren lanjutkaaan!

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar