Kurikulum 2013, Why Not?

Sepertinya sobeX dah pada tau ni tentang adanya perubahan kurikulum yang bakal dilakuin pemerintah sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Ya apalagi namanya, kalau bukan kurikulum 2013.
Kurikulum ini sendiri katanya jelmaan dari kurikulum 2006 yang lebih menekankan kepada pembangunan karakter, ciyus??.

Katanya sich, pemerintah masih melakukan penggodokan dan uji publik untuk mencari konsep yang sempurna. Namun ada bocoran sedikit ni tentang rencana perubahan tersebut.

Kayak-kayaknya, #teng ing. eng….. kegiatan ekstrakulikuler yang selama ini terkesan sebagai pelengkap seperti pramuka, paskibra,  dan sebagainya, pada 2013 akan diwajibkan… benar gak ya???
Bagimana ya sobeX menyikapi perubahan ini.

Anwar Ilhamsyah siswa kelas XI IPA 1 SMA Dharmawangsa ini merasa yakin kalo pembentukan karakter dalam penerapan kurikulum 2013 yang masih digodok ini bisa benar-benar meningkatkan kualitas. “Karena jika kita mengikuti ekskul, kita dapat menemukan bakat bakat serta menyalurkan bakat tersebut secara tepat,”ungkapnya mantab.

Hal senada juga disampaikan Nanda Putra Saragih, siswa XII IPA 9 SMA N 3 Medan. Menurutnya, perubahan kurikulum memang harus disesuaikan degan kebutuhan dan perkembangan pelajar.

“Pembentukan karakter juga sudah tepat diintenskan karena mengingat jaman yang semakin global, diharapkan agar pelajar Indonesia tidak hanya memiliki kualitas mutu pendidikan yang tinggi tetapi juga karakter, pribadi yang kreatif, berdaya saing sportif, berakhlak, bermoral dan nasionalis,”ujar Nanda. Wah..wah, menggebu amat ya pendapatnya # kalo begini cara pikirnya, bakal maju nich generasi penerus bangsa kita.

Sementara Erlangga, siswa XI IPA 3, SMA N 4 Medan ini juga memberikan nilai positif atas rencana perbahan kurikulum ini. Bahkan dirinya juga mengaku siap untuk mengaplikasikan perubahan yang nantinya akan diterapkan.

“Apalagi dengan adanya kewajiban untuk para siswa dalam mengikuti ekskul, ini akan berguna sebagai wadah aspirasi dari kemampuan masing-masing yang mereka miliki, juga sebagai pembentukan karakter yang selama ini masih minim, sekaligus guna mempergunakan waktu mereka ke arah yang positif dan terarah,”ujar Erlangga. Emangnya karakter anak Bangsa ini minim ya…#duh kaciannya.

Tak hanya siswa, ternyata para siswi SMA juga hampir sama menyikapi perubahan kurikulum ini. Terutama Sheila Mahal Siswi SMAN 3 Medan. Menurut Sheila perubahan itu cukup bagus.

“Selain kegiatan formal di sekolah, teman-teman juga punya kegiatan positif dan bisa menyalurkan hobi dan bakatnya. Jadi mereka gak punya waktu dan keinginan untuk melakukan hal-hal negatif seperti narkobaan, berkelahi, dan sejenisnya.

Tapi maunya dibarengi dengan perubahan tugas pelajaran pokok disekolah, agak dikurangi gitu, jadi anak-anak ga terlalu capek dan kesehatannya pun gak menurun,”sebut wanita yang memiliki bakat melukis ini. Kalo itu sih, cari selamat, apalgi tugas dikurangi, maunya….xixixixi
Kayaknya Alviami Ghina Siswi X MAS Miftahussalam ini mau beri saran ni pada pemangku jabatan atas perubahan kurikulum ini, moga aja didengar ya Ghin.

”Saran Saya, sebagai pemerintah sebaiknya meningkatkan mutu para guru dulu. Karena dari guru yang berkualitas maka akan menciptakan siswa yang berkualitas pula. Tidak harus mengubah kurikulum setiap tahun, guru juga, sebaiknya diikutsertakan. Jadi untuk masalah kurikulum belajar, pemerintah tidak bekerja sendiri, alasannya karena mungkin ada beberapa guru yang bingung atau  tidak mengerti tentang kurikulum yang sering berubah. Itu dapat menyebabkan ketidak sinkronan antara si anak dan guru. Dan ini sudah sering terjadi, maka siswa akan sering mencontek karena tidak mengerti antara penjelasan guru dan pembelajarannya,” sebut Ghina.  (uma/put)

Berita terkait:

FEATURE