Gempa Aceh, 1 Tewas 7 Cedera

Banda Aceh – Seorang tewas dan tujuh lainnya terluka tertimpa runtuhan rumah setelah gempa menguncang wilayah pegunungan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Selasa, sekitar pukul 05.26 WIB.

“Laporan sementara seorang bocah tewas dan tujuh warga lainnya mengalami luka ringan dan berat setelah rumah mereka runtuh akibat gempa itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Jarwansyah, di Banda Aceh, Selasa (22/1/2013).

Tutia Rahmi (9) warga Desa Alue Coet, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, meninggal dunia karena tertimpa bangunan rumah saat gempa.

Sementara korban luka-luka adalah penduduk di Kecamatan Mane dan Gempang, Pidie.

Kecamatan Mane dan Gempang berjarak sekitar 50 kilometer dari Sigli (Ibu Kota Kabupaten Pidie) atau 160 kilometer dari Kota Banda Aceh.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik berkekuatan 6,0 skalarichter dengan berpusat di 15 kilometer barat daya Kota Banda Aceh, dan kedalaman 84 kilometer terjadi pukul 05.22 WIB. BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Ternyata gempa yang mengguncang Aceh memang hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat yang berada disekitar Provinsi Aceh. Banyak warga yang tidak merasakan ada gempa sehingga tidak membuat masyarakat panik dan berhamburan.

“Saya tadi merasakan getaran yang cukup kencang saat berada di dalam rumah, sehingga langsung keluar dari ruangan,” kata metty, salah seorang warga yang merasa ketakutan karena getaran gempa cukup terasa, meski gempa tersebut tidak berlangsung lama.

Hal senada disamapaikan Ali , seorang pekerja hotel di kawasan Kota Subulussalam “Tadinya saya merasa pusing, saya pikir sakit saya kambuh ternyata baru saya sadari setelah seorang rekan kerja memberi tahu” ujarnya.

Sementara itu sebagian masyarakat lainnya terutama di wilayah pusat Kota Subulussalam tidak menyadari telah terjadi gempa sebab mereka lelap saat beristirahat. “Kami tidak merasakan gempa” ujar jasman didampingi rekannya zailani.(mag-44/smg)

Berita terkait:

FEATURE