Banjir di Hamparan Perak, 377 Rumah Terendam

HAMPARAN PERAK-Hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir, mengakibatkan banjir merambah ke sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kali ini banjir setinggi 130 centimeter menggenangi 8 dusun di Desa Paya Bakung dan Desa Klambir Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Akibatnya, sekitar 377 unit rumah warga terendam. Meski tak ada korban jiwa, namun banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Diski, berdampak pada lumpuhnya aktivitas warga, Jumat (1/2).

BANJIR: Sejumlah warga Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak saat melintasi genangan air meninggalkan rumah mereka  tersapu banjir.

BANJIR: Sejumlah warga Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak saat melintasi genangan air meninggalkan rumah mereka yang tersapu banjir.


Ketinggian air yang terus naik memberikan kekhawatiran bagi sekitar 655 Kepala Keluarga (KK).

“Dari tengah malam genangan air memang sudah terlihat, tapi hanya tergenang disekitar badan jalan dan halaman rumah saja. Tapi lama- kelamaan ketinggian air terus bertambah, ini akibat dari luapan air sungai yang terus meluas. Banjir setinggi pinggang orang dewasa ini juga baru sekali terjadi,” ujar, Misdi (53) seorang warga Desa Klambir.

Dia memperkirakan penyebab banjir itu terjadi selain dikarenakan kurang maksimalnya fungsi sungai, juga dikarenakan lahan perumahan mereka merupakan kawasan dataran rendah.”Seharusnya ada upaya pemerintah dalam melakukan pengerukan alur sungai, supaya sungai dapat menampung air yang datang, apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini,” katanya.

Amatan di lokasi, posko pengungsian dari Pemkab Deliserdang sudah terlihat berdiri disekitar lokasi musibah banjir yang merendam ratusan permukiman warga. Selain itu bantuan makanan dan lainnya juga mulai berdatangan. Tidak hanya itu pemerintah setempat juga menurun petugas medis guna memantau kondisi kesehatan warga yang menjadi korban dalam musibah alam tersebut.

Camat Hamparan Perak, Faisal Arif Nasution mengatakan, masih tingginya debit air menyulitkan pihaknya dalam mengurangi banjir. Bahkan sekitar 1000 goni material tanah timbun yang telah disiapkan masih belum dapat difungsikan membendung meluapnya air sungai.

“Debit air masih tinggi jadi masih sulit kita mencari tahu titik-titik mana saja yang akan ditimbun tanah untuk membendung luapan air sungai. Sedangkan dari hasil pengecekan kita belum menemukan adanya benteng yang jebol, cuma ada tiga titik yakni di Dusun I Hilir, Dusun 3 Hulu dan Dusun Benteng Desa Klambir V yang dinilai rawan,” ungkap, Faisal.

Sementara itu, hujan deras yang melanda Kota Binjai beberapa hari terakhir, juga mengakibatkan ratusan rumah warga di sejumlah kawasan di Kota Binjai terendam banjir.

Beberapa wilayah pemukiman yang terendam air antara lain di Kelurahan Sumber Mulio Rejo dan Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara dan Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

Genangan air terparah melanda kawasan pemukiman warga di Jalan Arif Rahman Hakim Kelurahan Sumber Mulio Rejo dan Jalan Teratai Kelurahan Pahlawan dengan ketinggian air antara 20 hingga 70 sentimeter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa,namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta . (mag-17/ndi)

Berita terkait:

FEATURE