Harga Turun, Emas Batangan Diburu

MEDAN- Sejak awal tahun, harga emas murni terus mengalami fluktiatif dengan tren penurunan. Hingga pertengahan Februari 2013, penurunan sudah terjadi lebih dari 10 kali dengan nilai total mencapai Rp20 ribu per gram.

EMAS BATANGAN: Seorang pedagang memperlihatkan emas batangan  Toko Emas Suranta  Pasar Peringgan Medan,belum lama ini. //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

EMAS BATANGAN: Seorang pedagang memperlihatkan emas batangan di Toko Emas Suranta di Pasar Peringgan Medan,belum lama ini. //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS


Harga emas yang tidak menentu ini terjadi sejak 2011 lalu. Memasuki 2012, naik-turun harga masih dalam taha[ stabil. Sedangkan pada pembukaan 2013, perubahan harga yang cenderung tidak stabilnya terjadi dengan sangat cepat.

Harga tertinggi pada awal tahun ini berkisar Rp542 ribu per gram. Harga tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan Oktober 2012 yang mencapai Rp555 ribu pergram.

Penurunan harga logam mulia membuat masyarakat memilih berinvestasi ke emas. Dengan membeli emas London (murni), termasuk emas batangan dari Antam. “Ada peningkatan penjualanan emas london sekitar 10 persen. Walau sebenarnya, masyarakat lebih senang membeli Antam. Karena lebih murni,” ujar Edi Suranta, pedagang emas di Pasar Pringgan, kemarin (12/2).

Edi menambahkan harga emas pada perdagangan Selasa (12/2) sebesar Rp516 ribu per gram, menurun Rp9 ribu per gram dibanding harga penutupan perdagangan Senin (11/2) yang berkisar Rp525 ribu per gram. “Harga emas dunia Senin malam kemarin sangat jatuh. Akibatnya, perdagangan selasa juga turun. Selain itu, juga diakibatkan dollar Amerika yang terus menguat, yang mengakibatkan emas turun,” lanjutnya.

Seperti diketahui, harga emas selalu mengikutin harga minyak. Sedangkan harga emas saling bertentangan dengan dollar Amerika.

Sementara itu, pedagang emas di Pusat Pasar, Eli menyatakan penurunan harga emas saat ini dikarenakan perayaan tahun baru umat Tionghoa, Imlek. Dimana, karena perayaan ini membuat para pedagang emas memilih libur. Padahal, mayoritas yang membeli adalah masyarakat Tionghoa. “Normalnya nanti hari kamis. Kalau saat sekarang kita masih belum bisa memprediksi dengan baik,” lanjutnya.

Penurunan harga emas dipicu anjloknya harga spot emas dunia. Data Comex New York Mercantile Exchange mencatat, untuk pengiriman April, harganya merosot US$ 17,80 atau sekitar 1,1% menjadi US$ 1,649.10/troy ounce. Analis mengatakan, harga emas di pasar berjangka Amerika Serikat (AS) yang di bawah US$ 1.650/troy ounce pada penutupan transaksi Senin kemarin, merupakan harga yang terendah pada lima pekan terakhir. (ram)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar