Terbang 5 Januari 2018, 501 Hari di Luar Angkasa

Dicari Sepasang Suami Istri untuk Menuju Mars

Ada yang penasaran untuk bertamasya ke Planet Mars? Multimiloner wisata luar angkasa Dennis Tito Jumat (1/3), mengumumkan tengah mencari pasangan suami istri untuk dikirim menuju Mars. Perjalanan wisata teraneh di dunia itu dilakukan awal 2018 ketika posisi Bumi dan Mars dalam jarak paling dekat.

TAMASYA: Multimilioner Dennis Tito saat kembali dari tamasya luar angkasanya.

TAMASYA: Multimilioner Dennis Tito saat kembali dari tamasya luar angkasanya.


Perjalanan ini tidak akan pernah singkat. Dailymail melansir, total waktu perjalanan tamasya bertajuk Mission for America seharga USD 1 juta ke Mars ini membutuhkan waktu hingga 501 hari.

Tito menyebut, pasangan yang beruntung terpilih untuk terbang ke Mars akan mengangkasa dengan pesawat kapsul mini yang hanya muat untuk dua orang saja. Jadwal terbang menuju Mars ditetapkan pada 5 Januari 2018.

Tentu tidak mudah mencari pasangan suami istri yang bersedia menjadi turis sekaligus relawan untuk misi wisata yang paling aneh di dunia itu.

Meski semua biaya ditanggung oleh sponsor, namun tetap saja tidak mudah menemukan relawan, apalagi pasangan suami istri.

Tito adalah mantan teknisi NASA yang menumpuk uangnya melalui bisnis sektor keuangan dan menjadi turis antariksa pertama di dunia pada 2001.

Saat itu, Tito membayar tiket tamasya ke angkasa luar menuju The International Space Station seharga USD 20 juta dari pihak Rusia. Tidak disebutkan berapa besar biaya untuk program suami istri menuju Mars ini. Namun, setidaknya dibutuhkan biaya sebesar USD 1 juta untuk bisa merealisasikan perjalanan tersebut.

NASA tidak akan terlibat dalam perjalanan tersebut. Perjalanan menuju Mars akan diatur dalam rencana Falcon Heavy Rockets yang berada di bawah Elon Musk‘s Space X Corporation.

’’Space X tidak memiliki hubungan dengan yayasan Inspiration Mars. Space X selalu membuka kesempatan penuh kepada siapa saja yang tertarik,’’ kata juru bicara Space X Christina Ra kepada USA Today.

Saat ini, persiapan perjalanan menuju Mars tengah dikebut. Target terbang pada Janurai 2018 tidak boleh lewat. Maklum, pada saat itulah posisi Mars dan Bumi berada dalam rentang jarak terdekat. Posisi serupa baru akan berulang pada 2031. ’’Setiap 15 tahun sekali terjadi pergeseran jarak antara Bumi dan Mars. Siapa yang mau menunggu hingga 2031?’’ kata Tito.Perjalanan menuju Mars tidak akan mendaratkan pasangan yang beruntung ke permukaan planet merah mengingat hingga kini belum memungkinkan untuk melakukannya.

Pasangan yang beruntung akan melayang di jarak 100 mil di atas Mars yang akan tercatat sebagai jarak terdekat manusia terbang dengan planet ekstra panas itu.

Repotnya, tidak seperti misi luar angkasa NASA atau lembaga antariksa plat merah negara lainnya, perjalanan menuju Mars besutan Tito ini tidak akan dilengkapi dengan rencana cadangan penyelamatan jika sesuatu berjalan salah.

“Banyak pihak mengatakan kepada kami bahwa perjalanan ke Mars adalah ide menantang yang digelorakan Amerika dan mereka menyatakan kami tidak akan melakukannya karena terlalu berisiko,’’ kata Taber MacCallum, teknisi kepala Inspiration Mars.

Bersama istrinya, Jane Poynter, Taber menjadi salah satu kandidat potensial tawaran gila Tito. Taber adalah pendiri Paragon Develompment Corporation yang oleh National Geographic disebut sebagai perusahaan yang mengembangkan sistem daya dukung kehidupan di lingkungan ekstrim.

Taber layak disebut sebagai calon potensial mengingat dia punya pengalaman hidup selama dua tahun di Birosphere 2 pada 1990-an.(tir/jpnn)

Berita terkait: