Striker Tumpul, Asa Ada di Lini Kedua

PSMS dituntut tampil agresif untuk memenangkan tiga angka pada laga kandang kontra Persih Tembilahan, Sabtu (9/3) besok di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam.

Sayangnya lini depan terbilang masih tumpul. Maka itu, asa PSMS untuk menjebol gawang lawan ada di lini kedua.

SELEBRASI: Skuad PSMS merayakan gol  dicetak Hardiantono saat mereka melawat  markas PSAP Sigli  Stadion Kuta Asan.

SELEBRASI: Skuad PSMS merayakan gol yang dicetak Hardiantono saat mereka melawat ke markas PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan.


Status sebagai tim paling agresif di grup I sementara ini bukan berarti membuat tim pelatih lega. Enam gol yang dilesakkan dari tiga laga tak sebiji golpun lahir dari para bomber. Jika dirincikan empat gol merupakan buah kreativitas gelandang. Dua gol dari Edgar Rolon, satu gol Riko Simanjuntak dan satu gol dari Safrial Irfandi. Malah duo center back, Moise Dario dan Hardiantono ikut andil mencatatkan namanya di score sheet.

Sementara barisan striker belum mengoleksi sebiji golpun. Sejauh ini para penggedor dipercayakan kepada Alberto Sosa Morel, Ahmad Affandi Lubis dan Nico Susanto. Masalah semakin kompleks karena laga kontra Persih nanti hanya Affandi yang siap pakai. Nico cedera sementara Beto yang diharapkan bergabung hari ini belum juga tampak.

Pada sesi latihan pagi kemarin, striker Paraguay itu masih belum terlihat batang hidungnya dan masih juga belum mendapat tiket dari manajemen. Alternatif striker masih diberikan kepada Rinaldo yang dikembalikan ke posisi striker. Rudi Hartono yang  biasanya beroperasi sebagai wing bek kanan pun dijadikan alternatif.

“Dalam kondisi sekarang ini kami tak punya banyak pilihan. Akibatnya kami mencoba alternatif. Rinaldo sebelumnya berposisi sebagai striker. Rudi Hartono juga. Tapi memang saya sempat coba mereka di posisi lain,” jelasnya.

Rasa was-was masih juga muncul. Apalagi progres latihan finishing ketiganya belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Karena itu harapan kali ini tidak hanya dibebankan kepada para bomber. Barisan tengah pun dituntut bekerja keras untuk bisa memanfaatkan peluang. Karena itu Afan Lubis, Safrial Irfandi, Riko Simanjuntak dan Alamsyah Nasution juga mendapat menu finishing. “Karena itu para gelandang kita juga harus punya kemampuan untuk mencetak gol. Peluang sekecil apapun harus bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Sejak masa persiapan, problem di lini depan memang belum juga terpecahkan. Karena itu mesin gol semasa laga uji coba justru ada pada Riko Simanjuntak dan Safrial Irfandi. Satu pemecah kebuntuan lainnya dari lini kedua adalah Edgar. Gol pertama ke gawang PSAP Sigli merupakan aksinya yang menjadi awal kebangkitan menahan imbang di Kuta Asan.

Sayang kali ini, PSMS harus bermain tanpa Edgar karena ia terkena kartu merah pada laga itu.. “Persiapan seminggu ini memang kita antisipasi strategi tanpa Edgar karena memang akumulasi kartu merah. Padahal memang dia sangat kita butuhkan,” kata Asisten Pelatih Suharto AD.

Pada hari ini PSMS akan menggelar persiapan terakhir. Menu set pieces akan dimatangkan sebagai salah satu jalan untuk mencetak gol. (don)

Berita terkait: