Sekolah Baru, Teman Baru, Adaptasi Lagi Deh!

What’s up sobeX and happy birthday bagi sobeX yang hari ini Ulang Tahun yah.

Upzhh, kok sedih sih sobeX ? Kenapa, ada masalah sama temen-temen sekelas kamu ?
Well sobeX, tema kali ini, kita angkat dari sebuah problem yang dialami oleh seorang teman, katanya dia suka susah dekat sama teman-teman barunya di sekolah. #kenapa yah ? Yah, katanya temen sekelasnya itu ada yang terlalu gaul terus ada yang omongannya sering nusuk dan ada lagi yang sangat tertutup.

Nah, yang jadi masalahannya, sampe sekarang dia itu belum bisa menyesuaikan dirinya dengan teman-teman sekelasnya tersebut, belum dapet yang klop. Kira-kira sobeX kalau dalam situasi seperti itu, apa sih yang dilakukan ?
Let’s hear it, comment dari ketua OSIS SMA N 1 Medan, Inqibal Akar Royba. Katanya dalam situasi yang seperti itu, ia akan tetap berusaha untuk memahami setiap karakter teman sekelasnya tersebut dan menyesuaikan diri bersama mereka.

“Pelan-pelan mencoba untuk memahami setiap karakter teman, yah berusaha menjadi pribadi yang luwes dan dapat diterima semua orang. Intinya, pande-pande nyesuaikan diri aja sama teman-teman baru, pasti bisa kok,” katanya. #setuju banget ni.

Next, kita dengar lagi ni komentar dari ketua OSIS SMK Multi Karya Medan, Agus Apriyanto. “Kalau saya pribadi sih lebih suka punya teman  yang kayak gitu, bicaranya blak-blakkan atau terkadang nusuk, karena walaupun dia berbicara yang buat gak enak di hati dia udah mau jujur atau orang yang seperti itu biasa terbuka dan it’s going, kalau nantinya ternyata anaknya juga bisa masuk dan dapat kita percaya, baru lama-lama jadi sahabat kita,” katanya.

Lanjut Agus, kalau memang teman-teman sekelasnya cuek, dia akan memilih diam dan ia akan menimbulkan motivasi dalam diri sendiri untuk fokus belajar dan berbuat baik, otomatis kawan-kawan kitalah yang mendatangi diri kita.

“Saya timbulkan motivasi saya untuk belajar percaya dah ingatlah ilmu padi, semakin berisi padi tersebut semakin menunduk lah dia. Semoga bisa disimpulkan. Hehehehe,” ujar Agus.

Well, gak jauh berbeda, ketua OSIS SMA N 4 Medan, Erlangga mengatakan bahwa dalam situasi seperti itu ia memilih untuk diam. “Kalau saya sih dengan keadaan yang seperti itu, mending diem aja di kelas sambil asik sama hp sendiri aja. Kita pindah sekolah juga gak mungkinkan, so solusi yang paling ok ya diem,” katanya. #memilih jadi pribadi yang pendiam, tahan ni??
Yaph, kita ada lagi nih yang berpendapat kalau susah mensesuaikan diri di kelas dengan teman-teman sekelasnya, berarti ada yang salah sama diri kita sendiri, #kenapa ?
“Yah, di dalam kelas itu gak hanya ada satu orang saja, ada puluhan, masa satu orang aja gak bisa ada yang masuk sama kita. Kalau gak ada, berarti memang kita yang tertutup, yah kalau temen-temen sekelas kita gaul, kita ikuti aja, tapi kalau sudah melenceng nantinya, baru kita tinggali, pintar-pintar aja,” ujar ketua OSIS SMA Al-Washliyah 1 Medan, Miratun Hasanah.

Tambahnya, diakuinya untuk mensesuaikan diri memang butuh waktu yang lama, apalagi dengan banyak teman yang pola pikir atau kebiasaannya berbeda, tapi kita harus tetap mencoba. “Pasti ada yang terbaik untuk kita,” harapnya.

Last comment, ketua OSIS SMK N 3 Medan, Siti Khairani. “Gak ada yang gak bisa di dunia ini, yah memang prosesnya agak lama, tapi kita harus sabar, kita juga harus terbuka dengan mereka, sehingga tidak usah menunggu lama, merekalah yang akan menemani kita,” katanya.

Lanjutnya, sobeX gak boleh sombong dan harus saling menolong dan bertingkahlaku baik, sehingga orang juga akan baik dengan kita. “Kita baik, pasti orang baik dan care sama kita,” katanya.

Finally, yah bagi kamu yang punya masalah sama teman-teman sekelas kami, silakan dipikirkan saran dan pendapat sobeX diatas tadi, semoga bisa jadi inspirasi..semangat !!! (uma/put)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar