Direktur Ditkapel Perhubungan Laut

Resmikan Simulator AMI Medan

BANYAK  lulusan AMI Medan yang langsung kerja usai pendidikan, karena dididik terampil dan siap kerja. Untuk itu AMI Medan juga bekerja sama dengan beberapa lembaga dan perusahaan se-perti Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Akademi Laut Malaysia (ALAM) Malaka, PT Tirtacipta Muliapersada, PT Kemasindo Cepat Nusantara, PT Bahana Galang Jaya Batam, dan lainnya.

TINJAUAN: Dari kiri  kanan, Dr Yuris Danilwan SE MSi (Direktur AMI Medan), Capt Yan Riswandi MSc (Direktur Ditkapel Hubla), Capt Indra Priyatna (Kepala PPSDM),  Capt Dafid Ginting (MEO), saat meninjau ruang  peralatan simulator.

TINJAUAN: Dari kiri ke kanan, Dr Yuris Danilwan SE MSi (Direktur AMI Medan), Capt Yan Riswandi MSc (Direktur Ditkapel Hubla), Capt Indra Priyatna (Kepala PPSDM), dan Capt Dafid Ginting (MEO), saat meninjau ruang dan peralatan simulator.


Di samping itu, dalam usia yang lebih setengah abad ini, AMI Medan semakin menunjukkan kemapanan baik dari segi materil maupun pengalaman mendidik putera/puteri akademi Maritim khususnya di Medan. Hal ini terbukti dengan ha-dirnya Simulator di AMI Medan dalam menunjang pembelajaran di kelas.

Full Ship Simulator AMI Medan yang bernilai US$8.500 atau sekitar Rp7,5 miliar ini diresmikan penggunaannya di kampus AMI Medan Jalan Brigjen Bejo Nomor 125 Pulo Brayan Medan, Sabtu (30/3) lalu.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Perhubungan Laut, Kapten Yan Risuandi MSc, usai kegiatan itu me-ngatakan, keberadaan simulator diyakini akan meningkatkan kualitas serta kualifikasi  lulusan AMI Medan.  “Apalagi  biaya pengadaan alat peraga untuk mengemudikan kapal ini bisa dibilang tidak murah. Barangnya didatangkan dari India,’’ imbuhnya.

Yan menambahkan, serapan lulusan akademi kemaritiman ke pasar kerja di masa sekarang semakin tinggi. Hal itu dengan melihat tingkat pertumbuhan kapal dari seluruh jenis yang ada di Indonesia mencapai tiga ribu unit per tahun.

Sedangkan lulusan akademi Maritim berkisar 2.000 lulusan di tanah air. Selain itu hampir setiap tahunnya, lebih separuh dari lulusan akademi Maritim di Indonesia justru direkrut oleh maskapai pelayaran asing sehingga kebutuhan domestik perwira pelaut belum mencukupi.

Acara peresmian berlangsung hidmat dan dihadiri Konsul Jenderal India di Medan Baser Ahmed, Kepala Pusat PSDM Perhubungan Laut Indra Priyatna, Gubsu diwakili Saut Aritonang, Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Medan Irianif Sani SE AAAIK, Kepala Otoritas Belawan Chandra Irawan, Kepala Syahbandar Utama Belawan Be-nyamin Tangkuman, utusan AMI Makasar, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan undangan lain.

Direktur AMI Medan Yuris Danilwan SE MSi, mengatakan, simulator merupakan keseriusan AMI Medan untuk meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kualifikasi IMO dan tentunya diharapkan menjadi lulusan yang terbaik. Selain itu, AMI juga meresmikan pusat latihan dasar komputer bagi mahasiswa.

Gubsu yang diwakili Kasubdis Dikmenti Dinas Pendidikan Sumut Saut Aritonang, menyampaikan apresiasi dengan peningkatan kualitas lulusa AMI Medan. Diharapkan kualitas lulsan AMI Medan semakin baik lagi ke depan dan menghasilkan lulusan terbaiknya untuk kebutuhan industri pelayaran Nasional maupun Internasional. (*)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar