Komunitas Honda Classic Motor (HCM)

Makin Tua Makin Disayang

Sepeda motor modern seperti matic, sport, sistem injeksi dan lainnya, hampir ada di setiap keluarga di Medan. Harganya relatif terjangkau dan bisa pula dikredit. Tapi, bagi pecinta motor tua, kecanggihan teknologi sepeda motor masa kini serta bentuknya yang makin menarik masih kalah indah dibanding motor-motor tua mereka.

TOURING: Anggota Komunitas Honda Classic Motor (HCM) saat touring  kawasan wisata Parapat.

TOURING: Anggota Komunitas Honda Classic Motor (HCM) saat touring ke kawasan wisata Parapat.


Seperti penuturan Ketua Honda Classic Motor (HCM) Medan, Bambang yang ditemui di sekretariatnya di Jalan Megawati Gang Damai nomor 4A. Bahkan motor-motor tua itu pula yang menyatukan ke 25 anggkota komunitas HCM. “Kami adalah penghobi motor tua yang berkumpul dan membentuk komunitas HCM,” ujar Bambang.

Bagi Bambang, naik motor klasik memberikan kepuasan batin tersendiri daripada menunggang motor modern. “Kalau kita menaiki motor yang klasik ini tidak terpancing kebut-kebutan karena motor ini tidak bisa kencang, kecepatannya paling sampai 50 km perjam saja,” tambahnya.

Tiap anggota HMC dipastikan memiliki sepeda motor tua yang menjadi kendaraan kesayangan. Jenis motor yang di pakai komunitas ini antara lain C 50 keluaran 1968 sampai 1975, C 70 buatan 1959 sampai 1972, C 90 lansiran C 90 dibuat 1975, CB 100 dan CB 125 tahun pembuatan 1970 sampai 1980-an, Benly dibuat 1965 sampai 1970 dan Kijang dibuat 1969. “Biasanya motor ini paling lama dibuat pada 80-an. Makin tua makin banyak kenangannya dan makin disayang,” ucapnya.

Usia yang kian senja, tak jarang menimbulkan kendala tersendiri dalam pengadaan sparepart. Beruntung, anggota komunitas HCM saling membantu. “Dengan komunitas ini, lebih mudah mencari sparepartnya karena bisa saling berbagi info,” ucapnya.

Alasan lain para anggota bergabung dalam komunitas ini, sebagai wadah berkumpulnya para baikers klasik. “Banyak teman dan ajang silaturahmi sesama pecinta Honda klasik,” kata Bambang.

Diskusi dan silaturahim sesama anggota rutin dilakukan setiap Minggu di depan Masjid Raya Al Mashun Medan. Selain itu juga melakukan touring keluar seperti kota ke Berastagi, Perapat, Binja, Tebing Tinggi, Stabat dan kota lainnya. Kepuasan pun didapat saat mereka melakukan touring, mereka menjadi pusat perhatian pengendara lain.

Untuk kedepannya, kata Bambang mereka ingin mengembangkan komunitas yang saat ini mereka lakukan. Selain itu juga mengokohkan internal anggota yang lebih baik. “Yang pastinya mantapkan internal aja dulu,” ucapnya.(mag-19)

Harga Melambung setelah ‘Dibangun’

Merawat motor klasik tidaklah semudah memelihara motor yang modern. Selain banyak komponen yang sudah aus, juga susah mencarinya suku cadang yang baru.

Menurut Ketua Honda Classic Motor (HCM) Medan, Bambang, kendala yang sering ditemui pada motor tua yang akan dibangun ulang, mesin yang rusak, body motor keropos dan cat-cat yang sudah lekang. Sepeda motor tua dengan kondisi yang perlu perbaikan besar tetapi mesinm asih hidup, biasanya harganya berkisar Rp1,5 juta-2 juta.

Karena, alasan susah mencari spare part, banyak masyarakat menjual motor ini dengan harga murah.

Untuk membangun sebuah sepeda motor Honda klasik, menurut Bambang, tidak perlu biaya mahal. Soal mesing, rata-rata hanya butuh dana sekitar satu jutaan rupiah.

Perbaikannya pun bisa dilakukan di bengkel mana saja. Untuk body, biayanya juga tak mahal. “Total perbaikan biayanya tak sampai Rp5 juta,” ujar Bambang.

Setelah sepeda motor sehat, tak jarang penghobi rela menebus dengan harga mahal, di atas Rp10 juta per sepeda motor.

Yang perlu diperhatikan bagi pemilik sepeda motor tua, tutur Bambang, pergantian oli mesin secara berkala. Sebaiknya dilakukan sebulan sekali, karena oli membantu melancarkan kinerja mesin yang sudah tua tersebut. “Selain itu sistem platinanya juga harus dijaga,” ucapnya.

Kedua, memakai motor klasik tidak perlu memaksakan kinerja mesin. “Dan yang ketiga itu, kabel atau tempat perapiannya diusahkan yang bagus atau orisinal karena memakai yang seperti itu lebih puas lagi dan tidak gampang rusak,” jelasnya. (mag-19)

Berita terkait:

FEATURE