Akpar Medan Lahirkan Tenaga Profesional

MEDAN-Mendukung perkembangan kepariwisataan nasional, Akademi Pariwisata (Akpar) Medan telah melahirkan tenaga kerja profesional di bidang kepariwisataan yang berkualitas dan bertaraf internasional. Demikian disampaikan Direktur Utama Akpar Medan Drs Kosmas Harefa MSi kepada wartawan, kemarin.

MenurutKosmas, dalammelahirkan tenaga kerja yang profesional, Akpar Medan kini telah didukung dengan fasilitas yang lengkap.

berupa, ruang kelas dilengkapi AC, ruang simulasi kantor depan hotel, ruang simulasi tours dan travel, model room, perpustakaan, dapur praktik, restaurant dan bar praktik, Laundry, bus turis, aula serbaguna, musholla, kantin, berbagai fasilitas olah raga kesenian, lab komputer dan bahasa. “Bahkan, Akpar Medan memiliki Hotel Praktik yang bernama Achmad Tahir Hotel yang dimana semua fasilitas-fasilitas tersebut berada di areal kampus Akademi Pariwisata Medan. Kondisi inilah membedakan Akpar Medan dengan Kampus Akademi Pariwisata lain di Sumatera Utara tentunya,” tambahnya.

Bukan itu saja, kata Kosmas, seluruh materi pendidikan dan pelatihan baik teori maupun praktik di asuh para dosen yang telah mengikuti berbagai pelatihan khusus di bidang kepariwisataan.

Sejak berdiri pada 1990 silam, Akpar Medan yang merupakan salah satu dari empat Akpar yang langsung dibawahi Kementrian Pariwisata Dalam Negeri telah menamatkan 3.000 mahasiswa dari berbagai jurusan (terhitung dari tahun 1991- 2013, Red). “Dari 3.000 orang alumni tersebut saat ini sudah bekerja di berbagai posisi dibeberapa perusahaan dan hotel-hotel di Indonesia dan luar negeri. Tidak hanya itu, beberapa diantara mereka ada juga yang bekerja di kapal pesiar,” terang Kosmas lagi.

Diungkapkannya, saat ini jumlah mahasiswa yang aktif berkuliah sebanyak 820 orang. Karenanya, dia menghimbau kapada masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan Akademi Pariwisata Medan ini menjadi prioritas utama dalam melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang tingkat akademi. “Apalagi, dunia perhotelan maupun pariwisata sangat efisien untuk mendapatkan pekerjaan, dimana kebutuhan tenaga kerja yang dihasilkan belum memenuhi permintaan yang dimana perkembangan kepariwisataan dan perhotelan sangat berkembang dengan pesat baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” tandasnya.

Ada pun tujuh program study tersebut antara lain Manajemen Usaha Perjalanan Wisata (MUP), Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata (MPPP), Manajemen Divisi Kamar (MDK), Manajemen Tata Hidangan (MTH), Manajemen Tata Boga (MTB), ManajemenPatiseri(MPI), Administrasi Perhotelan (ADH).(adz)

Berita terkait:

FEATURE