Bayern Munchen vs Barcelona

Warga Medan Bingung

MEDAN-Pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions antara tuan rumah Bayern Munchen melawan Barcelona di Alianz Arena, Rabu (24/4) dinihari WIB, membuat prediksi warga Kota Medan menjadi terpecah. Dari empat warga yang dimintai prediksinya, mereka tampak ragu memberikan pilihan.

Warga Jalan Jamin Ginting, Firdaus Sembiring (31) mengatakan, bahwa dia belum bisa menentukan pilihannya, karena baik Bayern Munchen maupun Barcelona memiliki kelebihan masing-masing. “Dari faktor tuan rumah, Munchen pasti unggul, tapi Barcelona juga memiliki pemain yang bagus,” ujar Firdaus kepada Sumut Pos, Senin (22/4).

Sebagai penggemar sepak bola, dia pun menunggu situasi jelang pertandingan. Sebab, pada pertandingan besar seperti ini, kondisi terakhir dikatakan sangat menentukan. “Kita lihat dulu siapa yang diberi voor, baru saya bisa memilih. Siapa yang diberi voor, itu yang saya pilih,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Wisnu Rahmat (39). Penduduk Jalan Dr Mansyur ini mengaku sulit memilih, sebab kedua tim merupakan calon juara. Dia mengatakan, Bayern Munchen dan Barcelona cocoknya jumpa di partai puncak. “Kedua tim juara, jadi sulit untuk memilih. Keduanya layak bertemu di final,” jelasnya.

Namun, bila dipaksa memilih satu tim, dia tetap menjagokan Bayern Munchen. Sebab, selain sebagai faktor tuan rumah, tim ini memiliki mental juara. Buktinya, untuk lolos ke semifinal, mereka berhasil mengalahkan Juventus dengan skor telak 4-0. “Kalau dipaksa memilih satu tim, saya menjagokan Bayern Munchen, karena dibabak sebelumnya mereka mengalahkan Juventus dengan skor telak,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Eriko Nurzaman (22). Warga yang mengaku tinggal di Kecamatan Sunggal tersebut tetap menjagokan Bercelona, karena merupakan tim favoritnya. Barcelona dikatakan memiliki segalanya untuk mengalahkan tuan rumah. “Kalau Lionel Messi main, saya yakin Barcelona akan mengalahkan Bayern Munchen,” paparnya.

Dijelaskan, Bayern Munchen memang memiliki sayap yang cepat. Duet Frank Ribery dan Arjen Robben dikatakan menjadi roh permainan tuan rumah. Namun, bila Barcelona memainkan tiki taka, maka permainan cepat ini dikatakan tidak akan berjalan. “Dengan tiki taka, Barcelona akan menekan pertahanan tuan rumah,” ulasnya.

Penggemar sepak bola lainnya, Tommy Hendrawan (33) sebaliknya memprediksi pertandingan ini akan berakhir imbang. Dikatakan, kedua tim memiliki materi pemain yang seimbang. “Materi kedua tim berimbang. Gaya permainan keduanya juga hampir sama, yaitu bermain menyerang, saya memprediksi pertandingan ini berakhir imbang,” ucapnya.

Lantas, skornya berapa? Tommy memperkirakan bahwa kedua tim akan mencetak gol. Dia lebih memilih kalau pertandingan ini berakhir dengan skor 2-2. “Permainan menyerang akan membuat kedua gol mencetak gol. Saya memprediksi skornya 2-2,” kata warga keturunan etnis Tionghoa ketika ditemui di seputaran Lapangan Merdeka Medan.
Kebingungan juga dialami Mark van Bommel. Seperti diketahui, dia adalah mantan pemain Barcelona dan Bayern Munchen. “Dengan permainan dan konsistensi yang ditunjukkan kedua tim selama musim ini, mereka sangat layak juara. Salah satu di antara mereka yang menjuarai Liga Champions,” jelas Van Bommel, seperti dilansir Kick-off.
Van Bommel memberikan catatan khusus atas keberhasilan Barca menyingkirkan AC Milan di babak 16 besar. “Mereka kalah 0-2 pada first leg dan membuat Barca dianggap akan habis. Ternyata, mereka menang 4-0 di second leg,” jelasnya.

Kemudian, pada perempat final, Barca juga memastikan kelolosan melalui keunggulan gol tandang atas Paris Saint Germain (PSG). “Itu bukti second leg di Nou Camp memberikan pengaruh yang sangat besar,” lanjut Van Bommel.

Makanya, dia memprediksi, penentu dari bentrok antara Bayern dengan Barca terjadi pada second leg. “Barca tim yang bagus dan telah lolos ke semifinal Liga Champions dalam enam musim beruntun,” kata mantan pemain AC Milan itu.

Namun, Bayern juga tidak kalah mantap. Mereka mampu mencapai final dua kali dalam tiga musim sebelumnya. Sayang, pada 2009-2010 mereka kalah dari Inter Milan di final dan pada musim lalu mereka kalah dari Chelsea.

Musim ini, Bayern yang dilatih Jupp Heynckes sudah lebih matang. Mereka juga sudah tidak dipusingkan dengan persaingan di Bundesliga Jerman, karena telah memastikan gelar. “Itu membuat mereka lebih fokus,” terang mantan kapten timnas Belanda itu. (mag-7/ham/jpnn)

Berita terkait: