Serba-serbi Bakal Calon Bupati Deliserdang 2013-2018

Dari ‘Anak Kebon’ yang Militer Hingga Notaris

Pilkada Deliserdang yang berlangsung Oktober mendatang mulai diramaikan oleh wajah-wajah baru yang mendaftar di sejumlah parpol. Ada yang datang dari kalangan politisi, tapi ada pula dari yang berasal dari kalangan profesional seperti notaris. Putra ‘asli’ daerah juga tak mau ketinggalan berebut peluang merebut kursi bupati.

ADALAh Muhamad Idris, salah satu putra ‘asli’ yang menyebut dirinya sebagai ‘anak kebon’ yang dibesarkan di kawasan Sampali, Deliserdang . Dia mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati ke DPD PAN Deliserdang, Rabu (17/4). Di depan Ketua PAN Imran Obos dan pengurus lain, Lettu (Pnb) Idris yang berkarir di TNI AU dan bertugas di Kementerian Pertahanan itu menegaskan keseriusannya membangun tanah kelahirannya tersebut.

“Saya lahir dan dibesarkan di sini (di kawasan Kebun Sampali, Deliserdang, Red). Jadi, saya tahu betul dan merasakan bagaimana susahnya kehidupan masyarakat kebon. Saya sangat serius membangun tanah kelahiran saya ini,” tegasnya.

Bukti lain keseriusan Idris untuk membangun tanah kelahirannya tersebut, juga ditandai dengan keputusannya untuk pensiun dini dari keanggotaan TNI AU. Saat ini, pengajuan pensiun dini dari TNI AU sedang dalam proses. “Seharusnya saya masih punya masa tugas 16 tahun lagi. Tapi demi niat membangun tanah kelahiran, saya sudah siap pensiun dini,” tegas putra Melayu ini.

Dia mengaku banyak hal yang dicanangkannya untuk membangun Deliserdang demi kesejahteraan masyarakatnya.  Sebagai misal, Idris akan berjuang mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi Kabupaten Deliserdang untuk kesejahteraan rakyat.

Idris menyoroti betapa birokrasi di Deliserdang sangat menyusahkan masyarakat. “Layanan pemerintah kurang baik. Perizinan usaha berbelit-belit. Tak cuma itu, biayanya juga sangat memberatkan pengusaha. Saya merasakan sendiri. Nah, bagaimana pengusaha mau berinvestasi bila iklim usaha tidak kondusif seperti ini?” tegas Idris.

Ini juga dibenarkan Wakil Ketua DPD PAN Deliserdang Zulkhairil Harahap. “Biaya perizinan di Deliserdang ini termahal di dunia, khususnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” timpal  Zulkhairil.

Kalangan profesional ikut pula meramaikan bursa balon bupati  Deliserdang periode 2013-2018. Parningotan Simbolon mendaftar ke kantor PDIP Deliserdang, Rabu (24/4). Parningotan,menyatakan motivasinya mencalonkan diri sebagai bupati untuk membenahi infrastruktur  Deliserdang.

“Selama 12 tahun saya berprofesi sebagai notaris dan penjabat pembuat akte tanah (PPAT) di Deliserdang. Saya bertemu warga dari  22 kecamatan. Betapa mirisnya hidup masyarakat yang terpinggirkan,’’ katanya.

Parningotan maju lewat PDIP karena mencermati misi partai itu identik dengan motivasinya maju sebagai bupati. (ril/btr)
perjuangan dirinya, yakni pejuang dan pembela rakyat. “Sumber daya alam kita banyak, tapi rakyat Deliserdang belum makmur juga sampai sekarang,’’ katanya.

Parningotan mengaku timnya sudah menyediakan dana kampanye untuk Pilkada Oktober  mendatang. “Soal dana kami sudah siap dan banyak sponsor yang mendukung,’’ katanya tanpa bersedia merinci berapa dana yang sudah dipersiapkan sponsor maupun oleh timnya. (ril/btr)

Berita terkait:

FEATURE